|
Pro-Kontra pemakaian baju daster bagi wanita yang telah berkeluarga mewarnai topik diskusi di milist We R Mommies beberapa saat yang lalu.
Terlepas dari jenis bahan dan kualitas pakaian yang digunakan, hampir semua mommies menyetujui bahwa pakaian rumah berkategori daster adalah perlengkapan badan yang amat nyaman untuk dikenakan.
Berikut beberapa pro-kontra yang dapat dicatat dari diskusi yang berjalan.
"YES" Pemakaian Daster di Rumah
- Bila nyaman digunakan, why not?. Terlebih pada saat hamil dan menyusui, daster adalah alternatif pakaian terbaik.
- Dapat menutupi kekurangan bagian tubuh akibat proses melahirkan dan menyusui (baca: kenaikan BB) dengan modelnya yang longgar dan melebar.
- Bagi muslimah, daster dengan model kaftan sangat praktis karena dapat langsung digunakan keluar rumah.
- Perawatannya tidak rumit dibandingkan daster ala Amerika (yang biasa ditemukan di bagian lingeri/lounge-wear )karena tidak perlu 'dry clean', khususnya pada yang berbahan baku silk/polyster.
- Membuat suasana rumah menjadi hangat karena kenyamanan yang didapatkan dari si pemakai.
Tips bagi moms yang pro daster:
- Jauhi penggunaan daster 'lusuh' sedapat mungkin. Namun bila suami tidak berkeberatan, silakan tetap gunakan daster 'lusuh' kesayangan.
- Gunakan daster yang bermotif menarik, semisal daster produksi dari daerah yogya atau bali yang kaya akan motif.
- Variasikan pemakaian agar tidak menimbulkan kejenuhan. Penggunaan piyama atau kaos-celana selama di rumah adalah beberapa alternatif yang dapat dipilih.
- Pilih daster yang berlengan pendek dengan panjang hingga lutut Untuk menjauhi kesan 'ibu-ibu'.
- Gunakan daster bali bertali spaghetti agar nampaklebih trendy dan sexy,
- Pilih daster dengan model bahu setali agar terlihat lebih "menarik" bagi suami.
"NO" Pemakaian Daster di Rumah
- Tidak tega memberikan pemandangan lusuh pada suami.
- Munculnya kesan 'wanita pemalas'.
- Munculnya kesan 'tidak rapih'.
- Gerakan menjadi terbatas, 'ribet' dan tidak praktis. Terlebih bila sudah memiliki anak.
- Terlihat tidak seksi.
- Munculnya kemungkinan sang suami tidak 'betah' berada di rumah karena melihat sang istri dengan daster batiknya yang 'kucel'.
- Berat badan tidak terkontrol karena daster selalu dapat menutupi badan yang semakin membesar dengan sempurna.
- Tampak merepotkan pada saat menyusui dengan adanya proses buka-tutup kancing.(DaI/WRM)
|