We R Mommies

Google
Web Web WRM
border border border border
border border
Info Penting
Dompet Asuh WRM
BCA Cabang Wisma Asia
Acc # 084-044-0176
A/n Renta Simanjuntak

 
Khusus Anggota





Lupa kata sandi?
border
border border border border
Pembaca diperkenankan mengutip artikel dari halaman ini dengan syarat mencantumkan sumbernya: wrm-indonesia.org.
© 2010 We R Mommies | WRM Indonesia. All rights reserved.
border
HomeborderArtikelborderForumborderWebborderKontak
  arrow pointing to the right   Beranda
Demam dan Waktu Tepat Mencari Pertolongan Medis E-mail
Pengirim: We R Mommies   
Rabu, 10 Agustus 2005

Bila buah hati mommies sedang demam hingga 38 derajat celcius, tindakan apa yang mommies lakukan?. Pergi ke dokterkah? Membeli obat penurun panaskah? atau menunggu hingga demam reda dengan keyakinan bahwa demam adalah reaksi normal tubuh untuk bertahan terhadap serangan "asing" ke dalam tubuh. Pengalaman serupa dialami oleh mom berputra satu ini. Melalui milist We R Mommies, beliau menceritakan kejadian demam yang baru saja menimpa putra kecilnya. " Saat aku pulang kantor, anakku panas dan rewel, mulanya kupikir hanya kecapean saja. Saat malam hari ia demam hingga 38,5 C karenanya aku berikan kompres dan paracetamol. Mulanya aku sih ingin menunggu kondisi lanjutnya, baru di putuskan ke dokter apa saja" tulis mom ini. Namun karena terlalu banyak campur tangan pendapat dari keluarga yang lain, maka diputuskan untuk segera berkonsultas ke dokter.

Menurut dokter, putranya mengalami radang tenggorokan dan butuh antibiotik untuk menyembuhkannya. "Aku sebenarnya saat berkonsultasi sempat mengeluarkan ilmu dari milist yang mengatakan bahwa bila infeksi disebabkan karena virus, maka antibiotik tidak diperlukan. Namun sang dokter tetap bersikeras penyebab radang ini dari bakteri" cerita beliau. Oleh DSA tersebut, putranya diresepkan antibiotik, sirup turun panas dan vitamin musofil untuk menambah nafsu makan. " Bingung jadinya, baiknya diberikan atau tidak ya. Pemberian antibotik sepertinya tidak perlu, lagi juga panasnya sudah turun ke 37,5 C. Anakku juga masih mau makan, kok masih diberikan obat penambah nafsu makan ya?" tanya mom satu ini di akhir postingan beliau.

Tanggapan pertama datang dari mom berputri satu ini. Beliau berpendapat bahwa saat demam sudah mencapai 38,5 derajat celcius dan pemberian obat turun panas di suhu tersebut tidak menunjukkan hasil, maka saat itulah sang anak perlu di bawa ke dokter. Bila panas yang muncul kurang dari 37 derajat celcius, maka pertolongan pertama yang baik dilakukan adalah melakukan kompres dan pemberian air putih yang lebih banyak.

"Bila suhu tubuhnya tidak lebih dari 38 derajat, sebenarnya anak tidak butuh antibiotik dan penurun panas sebenarnya" demikian tulis mom satu yang berprofesi dokter ini. Pemberian vitamin pun rasanya berlebihan bila sang anak ritme makannya tidak begitu terganggu. Beliau pun menceritakan bahwa saat ia menulis artikel tentang demam, ia mendapatkan sumber dari penelitian WHO. WHO sendiri menemukan dari hasil penelitiannya bahwa keyakinan untuk menggunakan obat penurun panas bila anak panas sudah terlalu kuat tertanam dalam benak masyarakat. Karenanya tak heran bila sulit untuk merubah pandangan tersebut. Aturan yang dianjurkan saat menghadapi demam pada anak sebenarnya universal : obat penurun panas diberikan saat demam anak sudah mencapai 40 derajat celcius. "Namun mungkin karena alasan sudah terlalu kuat tertanam, maka diturunkan menjadi 39 derajat, bahkan AAP mentolerir hingga 38,5 derajat" ujar mom berputra dua ini mengakhiri tanggapan tentang tema ini. (WRM/DAI)

 
< Sebelumnya   Selanjutnya >

ke atas Ke Atas go to top
border
Menu Utama
Beranda
Kumpulan Artikel
Rangkuman Diskusi
Alamat Web
Tentang WRM
Kegiatan WRM
Forum
Buku Tamu
Bunga Rampai
Baik dan Bijak
Goresan Pena
Profil Anggota
WRM Kidz




Advertisement