We R Mommies

Google
Web Web WRM
border border border border
border border
Info Penting
Dompet Asuh WRM
BCA Cabang Wisma Asia
Acc # 084-044-0176
A/n Renta Simanjuntak

 
Khusus Anggota





Lupa kata sandi?
border
border border border border
Pembaca diperkenankan mengutip artikel dari halaman ini dengan syarat mencantumkan sumbernya: wrm-indonesia.org.
© 2010 We R Mommies | WRM Indonesia. All rights reserved.
border
HomeborderArtikelborderForumborderWebborderKontak
  arrow pointing to the right   Beranda
Demam Pada Bayi E-mail
Pengirim: We R Mommies   
Jumat, 27 Mei 2005

"Semalam bayi saya badannya panas dan kami memberikan kompres dikepalanya. Pada pagi hari panasnya sudah mulai turun tapi suhu badannya masih hangat" tulis beliau mengawali tema demam pada bayi. Beliau juga menceritakan bahwa setelah berkonsultasi dengan dokter, putrinya pun divonis mengalami demam akibat flu mengingat suhu badannya masih berkisar di 37,8 derajat celcius. Karenanya resep obat berkategori antibiotik pun diberikan. "Dari beberapa literature yang pernah saya baca, katanya anti biotik akan membunuh aneka kuman yang ada dalam tubuh, termasuk kuman baik yang dapat menjadi sumber kekebalan bagi tubuh. Karenanya perlu tidak ya saya memberikan obat antibiotik yang telah diresepkan?" tanya beliau. Beberapa moms memberikan tanggapannya lewat milis WRM.

Mom yang beputra satu ini menyarankan agar pemberian antibiotika pada bayi yang demam ditunda terlebih dahulu. Menurutnya flu disebabkan oleh virus, dan virus tak akan pernah mati. Karenanya penyakit yang disebabkan virus seperti Hepatitis B, typhus, flu, dll tidak akan pernah dapat sembuh total. Saat tubuh si empunya lagi "down" maka virus itu akan muncul lagi mengganggu. Panas merupakan hasil reaksi tubuh bayi dan tubuh kita saat memerangi virus tersebut, dan hal tersebut adalah hal yang normal. Biasanya demam akan muncul beberapa hari. "Ditunda saja pemberian antibiotikanya mom" pesan mom ini saat menutup postingannya.

"Setahu saya, bila anak demam kita harus mencari tahu dulu apa penyebabnya. Bila hanya flu, saya pribadi tidak akan membawa anak ke dokter karena setahu saya flu akan sembuh sendiri setelah virus penyebabnya berhasil diatasi oleh tubuh kita. Jadi yang saya pantau biasanya hanya suhu tubuh anak. Bila telah mencapai 38,5° ke atas saya berikan suppositoria yg mengandung paracetamol. Karena penggunaannya lewat dubur maka efek obat tersebut langsung nampak dibanding obat minum" tulis mom satu ini. Selain itu beliaupun memberikan beberapa tips berkaitan dengan demam (dan segala gejala yang menyertainya) yang kerap di derita anak anak:

1. Perhatikan lendir yang ada di hidung anak dan usahakan agar ruangan dalam keadaan lembab. Bila dalam ruangan digunakan pemanas/hitter, maka berikan handuk basah untuk membantu keseimbangan kelembaban yang ada.  Penggunaan minyak peppermint dengan pembakar khusus untuk aroma terapi juga amat membantu.
2. Perhatikan gerak gerik keseharian sang anak. Bila ia terlihat normal walaupun menderita demam, batuk ataupun pilek maka orang tua tak perlu cemas sepanjang demamnya tidak naik terlalu tinggi.
3. Usahakan agar si kecil mengkonsumsi cairan sebanyak mungkin untuk menjaga keseimbangan cairan di dalam tubuhnya.
4. Buatkan sup ayam yang direbus lama agar kaldu keluar dari tulang ayamnya.
5. Bila hidung sang anak "mampet", maka sedot lendir pilek yang terdapat di hidung. Bila anak agak sedikit besar, bisa digunakan alat penyedot lendir pilek namun bila masih bayi, maka penyedotan dengan mulut sang ibu biasanya lebih efektif. Pemberian obat tetes hidung juga patut untuk dipertimbangkan.

"Jadi intinya bila anak demam, perhatikan asupan cairan dan suhu tubuh. Tanpa diberi obatpun sistem pertahanan tubuh akan bekerja mengatasi virus yang mengganggu" demikian mom ini tekankan di akhir tulisannya. (DAI/WRM)

 
< Sebelumnya   Selanjutnya >

ke atas Ke Atas go to top
border
Menu Utama
Beranda
Kumpulan Artikel
Rangkuman Diskusi
Alamat Web
Tentang WRM
Kegiatan WRM
Forum
Buku Tamu
Bunga Rampai
Baik dan Bijak
Goresan Pena
Profil Anggota
WRM Kidz




Advertisement