We R Mommies

Google
Web Web WRM
border border border border
border border
Info Penting
Dompet Asuh WRM
BCA Cabang Wisma Asia
Acc # 084-044-0176
A/n Renta Simanjuntak

 
Khusus Anggota





Lupa kata sandi?
border
border border border border
Pembaca diperkenankan mengutip artikel dari halaman ini dengan syarat mencantumkan sumbernya: wrm-indonesia.org.
© 2010 We R Mommies | WRM Indonesia. All rights reserved.
border
HomeborderArtikelborderForumborderWebborderKontak
  arrow pointing to the right   Beranda arrow Goresan Pena arrow Resensi Buku arrow Kevin Yang Tak Mau Bicara
Kevin Yang Tak Mau Bicara E-mail
Pengirim: DA Inayati   
Selasa, 26 April 2005

Buku Non Fiksi karya Torey L Hayden kali ini menceritakan tentang pengalaman  Torey  menghadapi Kevin, seorang remaja tanggung usia 16  tahun  yang  hampir  setengah  usianya  menghabiskan waktu di lembaga perawatan mental dan panti panti asuhan.

Kevin hidup dalam dunianya  sendiri  dan  memutuskan  untuk memutuskan kontak dengan dunia luar  dengan  kebisuannya.  Ia dijuluki  dengan sebutan "Zoo Boy" karena tak pernah mengeluarkan sepatah katapun dan selalu mengurung dirinya di bawah meja yang dikelilingi oleh  kaki  kaki tempat duduk. Ia takut air, tak mau mandi dan tak mau berganti pakaian.

Datangnya  Torey ke dunia Kevin membawa kejutan bagi semua orang: sedikit  demi  sedikit  Kevin  berbicara!.  Bahkan  lama kelamaan tingkah  laku  Kevin  berubah tak seperti Kevin yang pertama kali  Torey temui. Bersamaan dengan kooperatif-nya Kevin bersuara, maka terkuak  pula sisi hitam masa kecil kehidupan Kevin. Monster yang selama ini terpenjara oleh kebisuan Kevin akhirnya muncul melalui perkataan,  perbuatan  dan tuangan karya lukis yang Kevin lakukan ketika  menghabiskan waktu bersama Torey di ruang terapi. Melalui bakat menggambarnya yang luar biasa, Torey kerap dibuat bergidik dengan  lukisan-lukisan   Kevin  yang  menggambarkan  skenario kebrutalan yang teramat detail.

Kasus  Kevin  yang  membawa Torey keluar masuk di kehidupan Kevin selama  2,5  tahun  bahkan  sempat membuat Torey frustasi mencari penjelasan  dan  jalan  keluar masalah yang Kevin hadapi. Terlalu sedikit  catatan  tentang  masa  lalu  Kevin.  Tak ada penjelasan memuaskan mengapa Kevin begitu memiliki dendam membara, sekaligus memiliki ketakutan yang luar biasa. Dengan sedikit banyak bantuan koleganya--Jeff--,  Torey akhirnya  menemukan  penjelasan  kasus Kevin.   Bahkan   Toreypun  berhasil  mengumpulkan  catatan  yang terserak  dari  masa  kecil Kevin. Darinya Torey mengetahui bahwa Kevin mengalami penganiayaan yang teramat parah di masa kecilnya. Penganiayaan yang dilakukan oleh ayah tirinya, yang bahkan sampai menyebabkan  Carol--saudara wanita Kevin-- meninggal dunia. Kevin membenci  sungguh  ayah  tirinya. Kebencian sekaligus kecintaan Kevin  pun  menggunung  pada ibu kandungnya, yang sama sekali tak berbuat apapun melihat penganiayaan yang suaminya lakukan. Dengan terkumpulnya  informasi  berharga tersebut, Torey mulai merancang jalan  keluar agar Kevin tak lagi terkungkung oleh dendam kesumat dari  masa  lalu yang ia hadapi. Torey mencari jalan agar seorang Bryan yang selalu Kevin impikan dapat menjadi kenyataan.

Bagi  saya  pribadi,  mengikuti  pengabdian  profesi  Torey dalam menghadapi  kasus  Kevin amat membuat saya terpaku. Terlepas dari emosi  Torey  yang  turun naik, Torey begitu sabar menemani Kevin memperbaiki  hidupnya. Saya begitu terkesan ketika Torey mengajak pertama kali Kevin ke Restaurant setelah bertahun tahun Kevin tak pernah  keluar dari dunia kecil yang ia ciptakan. Begitu sabarnya Torey  menunggu  restaurant tutup hanya untuk menunggu Kevin yang tak  mau  keluar  dari  bawah  meja makan. Begitu tenangnya Torey menghadapi  Kevin  yang  seringkali  mengeluarkan kata kata pedas pada   dirinya,   walau   sebenarnya  dalam  hati  Torey  sendiri bergejolak. Rangkaian kata Torey "In the wreck of this world, love  still  works",  "We  can heal each other, if we listen" teramat  memukau.  Tak heran bahkan Kevin pun teramat mempercayai Torey  akan  selalu  siap  membantu  dirinya  bila  satu  saat ia mengalami kesulitan "Weisst du, ich will von hier weggehen und immer glauben, dass du mir wieder helfen wuerdest. Ich will nicht wissen,  ob  du  es tun wuerdest oder nicht. Ich will nur wissen, dass  ich  dich gefragt habe und dass du nicht nein gesagt hast." (p. 320).

Mengikuti  kisah  Kevin  sendiri membuat saya kembali diingatkan, bahwa  kasih sayang, cinta dan didikan yang baik akan berpengaruh besar  pada  perkembangan  emosi anak. Perilaku yang kita lakukan akan  selalu teramati, dan kan disimpan baik di memori anak kita. Rekaman  rekaman  itu akan mengiringi  perkembangan  dirinya di sepanjang hidupnya,  bukan tidak mungkin akan turut mempengaruhi tingkah  laku dirinya di masa depan. Karenanya teramat bijak bila kita  harus selalu memperhatikan  tingkah laku kita baik dengan anak ataupun bersama anak.

Perpisahan  Torey  dengan  Kevin bahkan  membuat air mata saya menetes... Er drehte  sich  um und lief den langen Flur hinunter, der an diesem Winternachmittag hell erleuchtet war. Und so  begleitete  ihm kein Schatten. Ich stand regungslos unter der Tuer und sah ihm nach. Als er am andern Ende des Flurs angekommen war,  blieb  er  stehen, wandte sich um und winkte. "Wiedersehn, Torey" rief er. "Ich werde dich nicht vergessen" sagt er, bevorer  verschwand. "Ich dich auch nicht Kev. Ich werde dich nicht vergessen".  Wiedersehn, Bryan, Selamat Tinggal Bryan..(p. 320). Satu penutup yang indah.

Bagi  yang menyenangi liku-liku terapi dan psikologi remaja, buku ini teramat menarik untuk dinikmati. (DAI)

* Kevin kini berusia 30th-an.  Ia  berhasil menjalani masa kedewasaan dengan sukses. Kevin telah berhasil lulus dari Highschool dan College. Ia bekerja di rumah sakit dan amat menyukai pekerjaannya. Kevin menikah dengan Sue dan kini memiliki 2 putra:  Daniel dan  Matthew. Kevin bertekad untuk tak menyia nyiakan  hal  yang  terpenting  dalam  hidupnya: istri dan dua putranya. Ia ingin menjadi ayah yang terbaik bagi Daniel dan Matthew.

 
< Sebelumnya   Selanjutnya >

ke atas Ke Atas go to top
border
Menu Utama
Beranda
Kumpulan Artikel
Rangkuman Diskusi
Alamat Web
Tentang WRM
Kegiatan WRM
Forum
Buku Tamu
Bunga Rampai
Baik dan Bijak
Goresan Pena
Profil Anggota
WRM Kidz




Advertisement