|
Strategi Toilet Training Pada Anak |
|
|
Pengirim: We R Mommies
|
|
Rabu, 20 April 2005 |
|
" Saya punya anak laki laki yang saat ini berusia 14 bulan. Bagaimana ya caranya mengajarkan untuk bisa BAB di toilet. Kalau untuk BAK sih, tiap 1/2 jam diajak aja ke kamar mandi. Tapi untuk mendudukkannya di kloset utk BAB kok agak sulit, ya...?" pertanyaan seorang mom di milist We R Mommies mengawali diskusi tentang cara efektif melatih anak untuk melakukan "Toilet Training". Tanggapan para mommies di WRM? Mari simak saran saran dari para mommies yang bermunculan.
Saran pertama datang dari mom yang memiliki putra usia 1 tahun. Beliau menceritakan pengalamannya dalam melatih si kecil melakukan toilet training " Mulanya aku melatih anakku dengan potty yang berbentuk mobil mobilan. Mulainya pun saat anakku sudah dapat duduk tegak (sekitar umur 5-6 bulan)" tulis beliau. Menurutnya memang akan ada kesulitan saat pertama kali melatih, karena biasanya anak akan meronta. Namun bila anak selalu dilatih dengan sabar maka pasti kemungkinan akan berhasil. Keuntungan lain menggunakan potty adalah sang anak tetap dapat bermain saat melakukan BAB/BAK.
Untuk BAB di kloset, beliau mulai mengajarkannya saat si kecil berusia 10 bulan dengan menggunakan cover kloset tambahan (dapat ditemukan di toko khusus perlengkapan bayi). Satu hal yang menurutnya penting menentukan suksesnya toilet training pada anak adalah kemampuan orang tua untuk mengenali "gejala" si kecil yang akan berhajat.
Senada dengan mom diatas, mom satu ini menuliskan di milist WRM tentang tips penggunaan cover kloset tambahan. "Begitu muka si kecilku agak merah dan mulai mengejan, langsung aku bawa ke toilet, kemudian pasang covernya, anak didudukkan sambil dipegani" ungkap beliau. Tambahan bantuan berupa suara suara layaknya orang mengejan juga menjadi tips darinya agar sang anak "terpacu" untuk berhajat.
Berbeda dengan para mommies yang telah memulai putra/i nya melakukan toilet training di usia dini, mom anggota WRM ini menceritakan bahwa putranya mulai dilatih toilet training saat menjelang usia 3 tahun. Menurut beliau, kesiapan sang anak dalam melakukan latihan ini amatlah penting dalam menentukan keberhasilan program "pengontrolan" di diri anak. "Anakku dajarin musti pipis ke kamar mandi perlu waktu 2 minggu untuk mengerti. Sedikit dipaksa untuk tidak pake diapers dan tiap jam di tatur ke kamar mandi. Alhamdullilah......dia bisa langsung bilang pipis kalau akan BAK. Namun sempat "kebablasan pipis" di celana karena sudah tidak tahan. Hal itu terjadi beberapa kali saat sedang diajak jalan-jalan" demikian tulis beliau.
Untuk BAB sendiri beliau menggunakan tips penggunaan pispot. "Aku mengambil kesimpulan bahwa bila ia akan BAB maka kakinya harus menyentuh lantai. Bila mengantung, sulit untuk mengejannya. Sejak itu anakku lancar menunaikan BAB dan BAK, walau tetap sulit untuk dibangunkan malam hari untuk BAK" tulis beliau dalam menutup postingannya. (dai)
|