We R Mommies

Google
Web Web WRM
border border border border
border border
Info Penting
Dompet Asuh WRM
BCA Cabang Wisma Asia
Acc # 084-044-0176
A/n Renta Simanjuntak

 
Khusus Anggota





Lupa kata sandi?
border
border border border border
Pembaca diperkenankan mengutip artikel dari halaman ini dengan syarat mencantumkan sumbernya: wrm-indonesia.org.
© 2012 We R Mommies | WRM Indonesia. All rights reserved.
border
HomeborderArtikelborderForumborderWebborderKontak
  arrow pointing to the right   Beranda arrow Rangkuman Diskusi arrow Anak arrow Menghadapi Anak yang "Moody"
Menghadapi Anak yang "Moody" E-mail
Pengirim: We R Mommies   
Rabu, 31 Januari 2007


Seorang Mom bingung dengan perilaku anaknya (hampir 5 tahun) yang moody. Sudah hampir dua bulan ini anaknya sulit diajak komunikasi, tiba-tiba jadi cengeng, pemarah, dan suka ngambek. Sedikit-sedikit nangis atau marah sampai teriak-teriak. Kalau keinginannya tidak dituruti, ngambeknya makin menjadi.

"Aku perhatiin kok sepertinya anakku jadi berubah banget. Biasanya kalau diajak bicara pasti dia mau dan kami ngobrol dengan baik. Tapi, sekarang ini setiap aku ajak ngomong baik-baik, kok kata-kata yang keluar dari mulutnya bikin aku kecewa, seperti 'bunda jahat', 'bunda enggak sayang aku'," kata Mom tersebut.

Sebenarnya, apa yang terjadi? Bagaimana menghadapi anak seperti ini?

Ini sharing dari beberapa Moms:

- Duuuh, sama banget ama anakku nih. Aku juga punya anak perempuan yang beberapa hari lalu berulang tahun ke-5. Dia juga lagi moody nih. Contohnya, kalau jalan-jalan ke supermarket, dia minta ini-itu dan kalau enggak dituruti nangis. Cuma aku tetep kekeuh, karena aku rasa dia seperti ngetes aja. Pernah suatu hari dia minta barbie, padahal barbie-nya di rumah sudah banyak. Aku enggak turuti, terus dia ngomong," Oke Mommy, until now you're not my mommy anymore huuuh!".

Aku jadi bengong, sedih, dan juga bingung. Selain suka ngelawan, dia sekarang juga cengeng. Beberapa hari lalu aku iseng telepon adik. Menurut dia, aku harus rajin ngasih sentuhan, terutama kalau anak mau tidur.

Sebelum tidur ajak berdoa dengan halus, terus nyanyikan lagu sambil banyak dielus kepalanya. Jangan lupa ungkapkan kata-kata pujian, misalnya: "Anak pintar... anak soleha." Menurut adikku, saat anak menjelang tidur, hmm... setengah fly kali ya. Memorinya tuh kuat banget ngerekamnya. Di situlah sentuhan, pujian, akan terekam kuat oleh dia. Jangan lupa katakan kalau kita tuh sayang banget ama dia.

Sudah beberapa hari aku coba ke anakku, kelihatannya dia jadi mulai tenang sekarang. Enggak terlalu cengeng dan suka melawan. Mungkin karena setiap mau tidur dia selalu dengar kata-kata kalau Mommy-nya sayang dia kali ya....

- Aku kayak dejavu bacanya. Hehehe... Anakku menjelang 5 tahun kemarin juga gitu polahnya. Bikin perut melilit... sampai akhirnya aku konsultasikan dengan psikolog di sekolahnya. Analisis beliau sih, "NORMAL". Memang lagi masanya. Menurut dia, setiap anak akan mengalami masa "pemberontakan" seperti itu, cuma caranya tiap anak beda-beda. Dan, kenakalan yang diperlihatkan itu temporer banget kok sifatnya. Cuma... harus dijaga jangan sampai keterusan.

Trik yang waktu itu disarankan: pada saat dia berpolah, tinggal aja. Mau nangis, tinggal aja... sampai diam. Anakku itu sensitif banget. Jadi, kalau didiemin pasti dia akan mendekat. Dan jangan langsung dinasihati panjang lebar, tapi tekankan kalau perilakunya itu salah (katanya juga, kalau kita ngasih nasihat dalam keadaan emosi anak masih tinggi, enggak bakalan masuk). Kebiasaan kami memang membahas segala macam polah hari itu sebelum tidur. Jadi, saat itu dia dalam keadaan sudah tenang.

Yang bikin anakku termehe-mehe meluk kami tuh kalau sudah statement pamungkas, "Bunda Bunda sayang banget ama kakak. Enggak mau kakak jadi anak nakal, apalagi kalau diajuhi teman-teman. Kalau kakak masih suka nangis-nangis dan marah-marah begitu, Bunda sediiiih banget. Dan, nanti teman-teman enggak mau main sama kakak." Biasanya habis itu dia langsung nangis, "Maafin kakak ya Bunda.... jangan sedih lagi...." Meskipun masih berulang perilakunya, tapi lumayanlah.

Oh, iya, ada juga tuh DVD yang kalau enggak salah judulnya "Berkelahi dengan Setan, Musuh Menjadi Teman". Ini juga membantu perubahan anakku. Soalnya di situ kan dijelasin kalau yang suka marah-marah itu berarti di hatinya ada 'setan'. Jadi, kalau dia mulai marah-marah, kami suka bilang,"waaaa.... di hati kakak ada temen baru ya?" (Retma)

 
< Sebelumnya   Selanjutnya >

ke atas Ke Atas go to top
border
Menu Utama
Beranda
Kumpulan Artikel
Rangkuman Diskusi
Alamat Web
Tentang WRM
Kegiatan WRM
Forum
Buku Tamu
Bunga Rampai
Baik dan Bijak
Goresan Pena
Profil Anggota
WRM Kidz




Advertisement