|
Kebiasaan Mengisap Jempol |
|
|
Pengirim: wida ariesi
|
|
Selasa, 30 Januari 2007 |
|
Kebiasaan mengisap jempol kerap kali terjadi pada anak-anak. Menurut beberapa ahli, perilaku ini bukanlah sebuah perilaku yang mengkhawatirkan karena merupakan suatu bentuk kebiasaan dan bukan tanda-tanda dari perasaan kurang aman pada anak. Apalagi jika perilaku ini dilakukan oleh anak dibawah 5 tahun, maka orang tua tidak perlu terlalu khawatir.
Orang tua sebaiknya waspada jika perilaku ini masih berlanjut ketika anak sudah berusia 5 tahun ke atas dan perilaku ini menyebabkan kerusakan gigi atau menyakiti jari sehingga menyebabkan infeksi pada lapisan kuku.
Beberapa teman pernah mengungkapkan kekhawatirannya tentang kebiasaan anaknya mengisap jempol. Sebagian besar berusaha menghentikan kebiasaan tersebut dengan menarik paksa jempol anak keluar dari mulut, atau bahkan dengan memberikan hukuman. Sebenarnya cara tersebut kurang efektif, karena anak yang berusia dibawah 5 tahun belum begitu memahami perilaku yang dilakukannya.
Beberapa cara dibawah ini bisa dilakukan oleh orang tua untuk membantu menghilangkan perilaku mengisap jempol pada anak.
- Pahami tentang penyebab anak melakukan perilaku mengisap jempol. Bila anak melakukannya karena bosan,lelah atau lapar cobalah untuk membantu anak agar dapat mengungkapkan secara verbal apa yang dia rasakan saat itu. Misalnya, ketika sedang merasa bosan si anak langsung mengisap jempolnya. Orang tua sebaiknya mengalihkan kebosanan anak dengan memberinya sesuatu yang menyenangkan seperti mainan atau buku sehingga anak tidak lagi menghisap jempolnya.
- Berikan alasan pada anak mengapa ia harus menghentikan perilaku menghisap jempol. Ungkapkan pada anak jika perilaku mengisap jempolnya dapat merusak gigi dan penjelasan dari dokter gigi anak juga perlu didengarkan oleh anak. Jika orang tua khawatir perilaku mengisap jempol anaknya akan menjadi bahan olok-olok ketika di sekolah, ungkapkan pada anak bahwa perilaku mengisap jempolnya itu kurang baik dan sebaiknya jangan dilakukan di sekolah. Penyampaian tentang akibat dan mengapa anak tidak boleh mengisap jempolnya sebaiknya dilakukan secara bijaksana tanpa pemaksaan.
- Pilih waktu yang tepat. Menghentikan perilaku mengisap jempol pada anak bukanlah hal yang mudah dilakukan. Oleh sebab itu, pilihlah waktu yang tepat dimana orang tua merasa anak sudah benar-benar siap menghilangkan kebiasaanya tersebut. Lebih baik jika orang tua memulainya pada saat waktu yang berkesan bagi anak, seperti ulang tahunnya atau saat tahun baru.
Ajaklah anak bersama-sama membuat chart perkembangan hilangnya perilaku mengisap jempol. Chart ini berisi berapa kali dalam sehari anak mengisap jempol dan sebaiknya dari hari ke hari kebiasaan mengisap jempol akan berkurang dan akhirnya tidak dilakukan lagi. Buatlah chart semenarik mungkin. Ajak anak untuk mengisi chart tersebut dari hari ke hari.
- Sistem Hadiah. Berikan hadiah pada anak jika ia berhasil menghilangkan perilaku mengisap jempolnya. Berikan tanda bintang pada chart jika anak berhasil melalui harinya tanpa mengisap jempol. Buatlah perjanjian terlebih dahulu dengan anak, berapa jumlah bintang yang harus dikumpulkan anak agar ia memperoleh hadiah, seperti mainan baru.
- Ketika kelihatannya anak sudah siap untuk menghentikan perilaku mengisap jempol, buatlah sistem peringatan pada anak tentang perilaku mengisap jempolnya. Hal ini berfungsi untuk mengingatkan anak ketika ia mulai memasukkan jempolnya ke mulut.
Ada beberapa perlakuan peringatan yang dapat diberikan pada anak untuk mengurangi perilaku mengisap jempolnya, antara lain: - tempelkan perban pada jempol anak. Jika perban kurang dapat dirasakan oleh anak, coba tambahkan sedikit cuka. Rasa asam dari cuka akan mengingatkan anak bahwa ia sedang dalam tahap menghentikan kebiasaan mengisap jempolnya. - Jika anak melakukan kebiasaan mengisap jempolnya disaat tidur, pemberian perban pada jempol tidak akan menghentikan perilaku memasukkan jempol ke mulut. Cara yang bisa dilakukan adalah dengan memberikan sarung tangan disaat anak sudah tertidur.
Usaha-usaha diatas bukan bertujuan sebagai bentuk hukuman terhadap anak. Orang tua bukan bertugas untuk menghilangkan kebiasaan mengisap jempol, tetapi membantu anak untuk menghilangkan kebiasaannya tersebut. Hal terpenting adalah adanya bentuk dukungan dari orang tua. Kebiasaan menghisap jempol pada anak hampir sama seperti kebiasaan merokok pada orang tua. Dibutuhkan waktu sekitar 30 hari untuk mengetahui apakah kebiasaan tersebut sudah hilang.(WA) |