Pernah dengar rumah berhantu? Pastinya sewaktu Anda masih kecil, cerita-cerita tentang rumah berhantu itu sepertinya biasa. Tapi bagaimana jikat ternyata rumah itu hidup dan meneror sekeliling, sehingga pantas dijuluki MONSTER HOUSE.
Aku berjanji kepada anak-anakku untuk menonton film ini sewaktu libur musim panas. Ini pengalaman pertama kami menonton film dengan efek 3 dimensi. Dengan dibekali kaca mata khusus (bukan yang dari kertas, tapi kacamata berbingkai plastik), mulailah pengalaman kami yang sangat mengasyikan.
Cerita diawali oleh seorang anak bernama D.J. yang ditinggal orang tuanya yang pergi bertugas dan ditemani seorang baby sitter. Meskipun D.J. berusia 12 tahun, tapi ia masih dianggap anak kecil. Datanglah sahabat karibnya yang bernama Chowder, anak laki-laki yang bertubuh subur dan suka berguyon. Mereka asyik bermain basket sampai tiba-tiba mereka menyadari bola basket si Chowder rupanya sudah berada di halaman tetangga seberang rumah D.J. Rumah angker dengan tuan rumah yang aneh, begitu pikir mereka.
Chowder memohon D.J. untuk mengambil bolanya. Dengan semangat yang dipaksakan dan keberanian terpompa, D.J. berusaha mengambil bola basket sahabatnya, tetapi... tiba-tiba saja si empunya rumah keluar dan mengusir mereka. "Get off from my lawn!", begitulah teriakan khas dan usiran Pak Tua Neberkracker. D.J. dan Pak Neberkracker berakhir dengan adu mulut dan mengakibatkan kemarahan si Pak tua.
Lalu rupanya karena ketegangan itu Pak Neberkracker terkena serangan jantung. Boom! Jatuhlah Pak Neberkracker di atas halamannya. Ketika dia diangkut oleh ambulance, tiba-tiba saja perapian di dalam rumahnya menyala. Muncul asap dari cerobong rumahnya dan rumah itu hidup dan mulai menteror siapa saja, apa saja yang mendekat.
Film yang diproduksi oleh Steven Spielberg ini berunsur mistik, sedikit horor tetapi di lain pihak memperlihatkan keuletan, keberanian 3 anak D.J., Chowder dan Jenny. Mereka bertiga menjadi dekat karena rumah monster itu. Mereka menjadi kreatif dan berani karena memikirkan nasib orang lain yang sudah dan akan diteror oleh rumah itu.
Keasyikan lain adalah gambar dari film ini yang diberi efek 3 dimensi. Mungkin itu juga yang membuat film ini diberi penghargaan tertinggi sebagai film yang mendidik. Yah, kadang sesuatu yang kedengaran seperti isapan jempol belaka, bisa jadi hidup nyata di depan mata. Siapkah Anda kalau itu terjadi? |