|

Menjelang akhir tahun, banyak keluarga yang merencanakan liburan. Atau mungkin ada juga yang merencanakan perjalanan jauh, pulang ke kampung halaman. Membawa anak balita, tentunya agak merepotkan. Tetapi sebagai orangtua tentunya kita tidak mau anak kita makan sembarangan selama perjalanan.
Makan di warung yang belum tentu kebersihannya, atau malah mampir ke restoran fast food yang makanannya tergolong tidak sehat? Atau mungkin Anda ragu-ragu memesan menu makanan anak di atas pesawat/kereta api? Tidak perlu bingung, di bawah ini ada beberapa alternatif yang semoga dapat membantu Anda.
Alternatif 1
Makanan praktis. Ini bukan berarti makanan instan, tetapi makanan yang tidak perlu diolah atau tidak sulit memasaknya. Bisa pula dijadikan camilan.
- Buah potong: pepaya, pir, alpukat, melon, semangka, jeruk, kiwi, strawberi, mangga, tomat, dll. Yang perlu diingat, buah-buahan ini cepat layu, jadi harus cepat dimakan. Paling lama 3 jam setelah dikupas.
- Buah yang dikupas, misalnya pisang
- Potongan keju
- Telur rebus
- Wortel, bisa direbus dulu atau wortel segar, tergantung selera sang anak
- Potongan kentang rebus
- Potongan ubi rebus
- Kurma
- Manisan kering, misalnya kismis
Alternatif 2
Makanan yang sudah dimasak.
Alternatif asin:
- Makaroni skotel
- Perkedel daging
- Perkedel ikan
- Macaroni and cheese
- Risoles
- Kroket
- Bitterbalen
- Otak-otak (kalau mau praktis kukus aja, tidak perlu dibakar)
- Mini pizza
- Brokoli & cheese (brokoli yang dikukus, lalu taburi keju parut)
- Kentang panggang
Alternatif manis:
- Muffin, dengan variasinya (misalnya muffin pisang, blueberry, dll)
- Cup cake, dengan variasinya
- Pancake, dengan variasinya
- Carrot cake
Untuk anak di bawah satu tahun, makanan sebaiknya ditempatkan di tempat khusus, dengan porsi sekali makan supaya lebih awet. Jika ingin lebih awet lagi, bisa ditempatkan di tas khusus untuk membawa makanan guna menjaga suhunya.
Note: tulisan ini pernah saya muat di blog pribadi saya, tahun 2005 |