We R Mommies

Google
Web Web WRM
border border border border
border border
Info Penting
Dompet Asuh WRM
BCA Cabang Wisma Asia
Acc # 084-044-0176
A/n Renta Simanjuntak

 
Khusus Anggota





Lupa kata sandi?
border
border border border border
Pembaca diperkenankan mengutip artikel dari halaman ini dengan syarat mencantumkan sumbernya: wrm-indonesia.org.
© 2012 We R Mommies | WRM Indonesia. All rights reserved.
border
HomeborderArtikelborderForumborderWebborderKontak
  arrow pointing to the right   Beranda arrow Rangkuman Diskusi arrow Lain-Lain arrow Keuangan Suami Istri
Keuangan Suami Istri E-mail
Pengirim: We R Mommies   
Rabu, 20 Desember 2006

Pernikahan adalah proses adaptasi bagi dua pribadi yang berbeda. Proses adaptasi tersebut bukanlah hal yang mudah dilakukan karena dua pribadi yang berbeda akan disatukan dalam suatu atap. Perbedaan kepribadian, cara pandang, kebiasaan, dan perilaku terkadang membuat proses adaptasi antara suami istri tidak berjalan mulus, sebagian besar pasti pernah mengalami hambatan. Apalagi bila sudah menyangkut masalah keuangan. Simak diskusi para mommy tentang pengaturan keuangan suami istri berikut ini.

Aku selalu 'open' tentang penghasilanku. Karena dari awal pernikahan kami, kami selalu membicarakan & mendiskusikan seluruh masalah keuangan. Pada intinya kami berniat untuk selalu 'share' tentang segala hal terutama masalah keuangan karena itu hal yang sangat sensitif bagi kami. Kata salah satu mommy.
pada intinya, kami percaya bahwa keterbukaan dan kejujuran itu penting banget.. lanjut Mommy berikutnya.

Keterbukaan dan kejujuran memang kunci utama dalam membina rumah tangga, lalu bagaimana dengan pengelolaan keuangan?

Suamiku memasrahkan seluruh penghasilannya ke saya..paling paling dia ambil sedikit untuk operational dia sehari hari kayak bensin, lunch..dll..Kalau dia merasa kurang dia bakal minta ke saya. Sementara kalau dia mau membeli sesuatu yang besar biasanya dia ngomong ke saya trus gesek pakai kartu kredit, nanti tinggal saya transfer aja uangnya ke kartu kreditnya. Sementara gaji dia itulah yang saya putarkan untuk operaional rumah tangga, seperti bayar pembantu,suster,satpam,tukang kebun, koran,TVcable,listrik,air,telepon,belanja bulanan, uang dapur,asuransi-asuransi,Handphone suami kartu kredit suami. Sementara gaji saya ya 100% untuk saya. Biasanya selain saya gunakan untuk operational saya untuk pulsa Handphone, kartu kredit,salon, luluran, blanja tetek bengek cewek dan anak. Gaji saya biasanya kami gunakan untuk "hiburan"..nonton,piknik..

Kalau aku, suami menyerahkan semua GAJI nya untuk aku kelola, maklum aku kan sudah di angkat menjadi menteri keuangan sejak menikah dengannya. Jadi GAJI ku dan GAJI belio di gabung lalu di alihkan ke semua POS yang sudah kami sepakati bersama, mulai bayar tagihan ,pengeluaran harian, anak, tabungan, asuransi.

Untuk Pembagian Rekening, kami masing-masing punya rekening pribadi yg di pakai sebagai pengeluaran harian . Satu rekening untuk tabungan hari tua yang ini tidak bisa diganggu gugat oleh kami berdua. Sementara untuk harian suami/aku dapat masing-masing 1 kartu ATM+ kartu kredit yang di pakai untuk pengeluaran pribadi masing-masing.

Uang gaji masuk ke rekening masing-masing, tapi karena suamiku jam kerjanya tidak tentu jadi ATM-nya aku yang pegang. Suami sudah dapat jatah dari kantor tapi aku juga kasih uang bulanan buat dia jaga-jaga. Karena sudah ada kesepakatan bersama jadi uang gajiku untuk keperluan bayar sekolah anak, belanja bulanan, pokoknya yg berhubungan dengan anak. Sedangkan gaji suami lebih untuk keperluan diluar anak, misalkan bayar listrik dll. Tapi tiap bulan aku kasih tahu perincian biaya yang harus dikeluarkan dan kemana sisa uang yang masih ada.

Semua penghasilan tetap (gaji) kami jadikan satu pool.. tapi untuk menjaga sedikit keleluasaan, penghasilan yang sifatnya tidak tetap menjadi uang pribadi,misalnya Tunjangan Hari Raya atau bonus..

Pertanyaan selanjutnya adalah, ‘Apakah penting seorang istri memiliki rekening sendiri?”

Untuk masalah rekening, untuk rekening tabungan pakai namaku tapi seluruh pemasukan dan pengeluaran dari rekening tsb pasti sepengetahuan suamiku. Selain itu, aku juga buatkan rekening atas nama anakku untuk tabungan juga & juga asuransi pendidikannya. Untuk pengeluaran rutin, aku & suamiku punya rekening masing-masing.

tabungan itu perlu lho, karena kita tidak tahu takdir yang menanti kita didepan. Bisa jadi kita akan rukun sampai tua, tapi tiba-tiba suami kecelakaan sehingga tidak bisa jadi tulang punggung lagi, siapa tahu tiba-tiba ada kebutuhan mendadak, intinya, istri menabung itu perlu.

Sedikit berbeda dengan moms yang lain, aku punya tabungan rahasia yang tidak diketahui siapapun..kecuali member WRM nih. Kenapa aku buka tabungan rahasia..karena aku banyak melihat kenyataan hidup beberapa tante dan seorang sahabat yang hidupnya berubah menjadi SANGAT MENYEDIHKAN...saat suami suami mereka mendadak ngaco.. Tabungan rahasia itu aku dapat tidak selalu dalam bentuk tunai..kadang mamaku/ ibu mertuaku suka memberikan aku perhiasan saat aku/ anak ku ulang tahun..dan karena aku kurang suka mengenakan perhiasan..jadi kado kado itu tersimpan dengan rapi di bank.

Tidak bisa dipungkiri terkadang wanita harus ada usaha "preventif"terhadap "harta" yang ada. Sebaiknya sih, ada tabungan khusus untuk istri. berjaga-jaga terhadap hal-hal yang belum kita ketahui....karena banyak juga pengalaman dari sekitar yang "kurang enak".

Menurut aku pribadi, punya tabungan pribadi itu baik juga.Karena aku juga melakukan hal yang sama (walau tetap aja diketahui suami) kalau boleh saran, imani saja bahwa kita menabung itu untuk hal-hal yang baik di masa dating.

Lalu bagaimana dengan kewajiban suami sebagai anak laki-laki untuk memberikan nafkah pada orang tuanya?

Untuk masalah menafkahi orang tua suami, kadang-kadang aku memberikan bantuan juga kepada mereka walaupun tidak rutin tiap bulannya seperti ke orang tuaku sendiri. Suamiku juga cukup mengerti masalah tersebut kalau aku 'tidak wajib' memberi nafkah orang tuanya.

Suami sebagai anak laki-laki memang berkewajiban memberikan nafkah bagi orang tuanya. Namun apabila a suami tidak bekerja..maka tidak wajib memberikan nafkah kepada orang tuanya (misal suami sedang kuliah, atau menganggur).(WRM/WA)

 
< Sebelumnya   Selanjutnya >

ke atas Ke Atas go to top
border
Menu Utama
Beranda
Kumpulan Artikel
Rangkuman Diskusi
Alamat Web
Tentang WRM
Kegiatan WRM
Forum
Buku Tamu
Bunga Rampai
Baik dan Bijak
Goresan Pena
Profil Anggota
WRM Kidz




Advertisement