|
|
 |
       
|
Beranda Rangkuman Diskusi Rumah Tangga Jadi Mommies, Tambah Pintar! |

|
Jadi Mommies, Tambah Pintar! |
|
|
Pengirim: We R Mommies
|
|
Rabu, 13 Desember 2006 |
|
Diskusi ini dibuka dengan postingan seorang Mommy yang berdomisili di Jerman. Link dari babycenter.com ini mengetengahkan artikel bahwa dengan mengandung, banyak manfaat positif yang bisa diraih oleh seorang perempuan. Informasi ini menarik, mengingat banyaknya keluhan dari para Mommies, juga pandangan stereotip bahwa menjadi ibu rumah tangga yang diam di rumah saja akan membuat perempuan kurang dinamis dan kurang intelektual dibandingkan perempuan yang bekerja di luar/dalam rumah.
Seorang Mommy langsung menyetujui artikel tersebut, karena menjadi mommy jadi pintar mengatur waktu selama 24 jam, jadi pintar memanage uang belanja, jadi pintar mengatur pekerjaan di rumah (meskipun mengenakan daster), dan banyak hal lainnya.
Seorang Mommy lain menanggapi isi dari artikel tersebut, a.l:
>Studies show that pregnant women also have an enhanced sense of smell, which theoretically serves to protect the unborn baby from foods that are potentially harmful.
Mommy mengakui bahwa hal ini terbukti tanpa penelitian sekalipun. Saat mulai hamil, segala yang tak pernah tercium jadi bauuuuuu...sekali! Lidah juga peka. Bahkan mommy bisa menebak bahwa di sepotong cookies ada kandungan bubuk chili, dan di sebuah permen anti mual mengandung citric acid (yang membuat mommy semakin mual).
> Other findings show that mothers can experience a boost in motivation, fearlessness, and the ability to multitask and cope with stress.
Ini terbukti. Mommy mengatakan ke suami bahwa dulu mommy mengajar 4 kelas seminggu seperti suaminya, plus ngambil kuliah S2. Tapi tingkat stress-nya lebih tinggi saat sekarang ini, saat jadi ibu.Multitask? Tidak diragukan lagi. Kalau suami melihat mommy menggendong Luqman sambil memasak, sambil kaki mengepel dapur, sambil menelpon, sambil berlari di antara laundry room-kamar mandi-dapur, dia pasti komentar ,"Ibu memang hebat".
Sewaktu baby shower teman, mommy melakukan game yang lucu sekali, tentang multitasking ini : menggendong bayi (boneka), sambil menelpon, sambil menjemur pakaian pakai jepitan. Pemenang ditentukan oleh jumlah pakaian yang bisa dijemur dalam waktu 30 detik.
>There's also exciting new research suggesting that oxytocin — a hormone important to labor and breastfeeding — improves moms' capacity for learning and memory.
Mengenai memory? Ini yang menyebalkan : bila harus mengingat semua hal Dari yang besar sampai kecil, karena semua bertanya kepada mommy: Dimana saya meletakkan tutup botol warna merah yang ada bekas gigitannya? Dimana terakhir kali melihat kaki Barbie sebelah kiri yang pakai sepatu warna biru? Dimana Bapak menyimpan flash light yang 5 bulan yl. baterainya habis. Kapan terakhir kali filter di kamar tengah diganti? Dimana sepotong permen yang tadi dititipkan Zahra ke saya? (dia sudah gulung-gulung!)
Masalah learning? Oh...don't ask. I have to be smarter than those freaky little Einsteins.
> Emotional intelligence is probably the clearest category in which mothers benefit, though. One of the biggest brain boosts for moms is the ability to > see the world through someone else's eyes. In so many relationships, if you don't agree with a person you can just walk away. But you can't walk away from your child. At least, not if you want to be a good parent. Instead, you've got to stretch your mind to understand his point of view.
Oh, yeah. Kalau tidak, saya sudah quit sejak dulu:).
Nih dia, Zahra lagi nanya ,"Mommy, where's my baby? My baby is the pink one!" (emangnya saya FAT, file allocation table). Rupanya karena mommy begitu reliable, multitasked dan tahan stress, anak dan suami lebih sering mengambil jalan pintas dengan langsung bertanya kepada mommy mengenai semua hal!
Mommy lain yang tinggal di NYC mengomentari, agar sering-sering mengkonsumsi buah kurma yang kandungan oxytocinnya tinggi.
>There's also exciting new research suggesting that oxytocin — a hormone important to labor and breastfeeding — improves moms' capacity for learning and memory.
Mommy lain yang tinggal di Alabama menanggapi…benar telah dilakukan sewaktu Hamil dan menyusui dengan mengkonsumsi kurma, kacang mede, dan minum fenugrek sekali-kali.
Mommy yang tinggal di Tehran mengakui bahwa tanpa sadar ia juga membiarkan seluruh anggota keluarga untuk bergantung padanya terutama setiap menanyakan letak Suatu barang yang sedang dicari. Herannya juga mommy ini dapat selalu menemukan dan memberikan barang yang dicari.
Mommy di Arkansas menanggapi masalah barang-barang, yang meminta dicarikan tak cuma anak-anak, suaminya juga. Suami mommy pernah berkata ,"Kenapa kalau yang mencari Ibu pasti ketemu." Jadi setiap kali cellphone, kunci mobil, jam tangan dsb raib, pasti langsung bilang ,"Tolong cariin yah...." Bahkan selai di kulkas juga nggak ketemu. Di kulkas! Terus teriak ,"Mana sih selainya?" Halah...
Yang terakhir kemarin, bungkus DVD sewaan raib. Dia mencari kemana-mana tidak ketemu. Ujung-ujungnya ,"Tolong cariin ya! Ntar kena denda nih!" Sampai di kantor dia masih nelpon lagi ,"Tolong dong cariin...."
Mommypun masuk ke bawah tempat tidur (karena ingat di daerah itu terakhir kali mommy melihat Zahra main-main dengan bungkus DVD itu). Benar! Si bungkus tergeletak di situ. Waktu si bapak mommy beri tahu bahwa bungkus DVD ketemu, beliau heran luar biasa. "Di mana sih?!" tanyanya setengah gemes.
Oleh karena itu mommy setuju sekali menganai hasil penelitian soal memory para Ibu. Sayangnya menurut mommy, memorynya isinya hal-hal yang menurutnya remeh.. Salah satunya : mengingat-ingat kapan dan dimana terakhir kali mommy melihat barang itu ada. Sering yang menjengkelkan mommy, kadang Zahra bahkan tidak tahu nama barangnya. "It's a circle, with the blink-blink, blue and a little bit yellow, red, round and round....(sambil tangannya muter-muter)" Halah...jadi kayak kuis "Barang apakah itu?"
(HI/WRM)
Kutipan Isi Artikel:
http://www.babycenter.com/refcap/baby/emotrecovery/1428975.html?scid=pcbulletin:20061120:0:0:0
How does motherhood make women smarter? Because smart is such a vague term, I broke the brain-boosting benefits of motherhood down into five attributes in the book: perception, efficiency, resiliency, motivation, and emotional intelligence. Each category is supported by many animal studies as well as some human studies showing ways in which mothers have an edge.
The first category, perception, deals primarily with the five senses. One of the most interesting studies showed pregnant women had sharper "visual acuity" than women who weren't expecting. By that I don't mean they suddenly had 20/20 vision but they did notice a lot more. Studies show that pregnant women also have an enhanced sense of smell, which theoretically serves to protect the unborn baby from foods that are potentially harmful.
Other findings show that mothers can experience a boost in motivation, fearlessness, and the ability to multitask and cope with stress. There's also exciting new research suggesting that oxytocin — a hormone important to labor and breastfeeding — improves moms' capacity for learning and memory.
Emotional intelligence is probably the clearest category in which mothers benefit, though. One of the biggest brain boosts for moms is the ability to see the world through someone else's eyes. In so many relationships, if you don't agree with a person you can just walk away. But you can't walk away from your child. At least, not if you want to be a good parent. Instead, you've got to stretch your mind to understand his point of view.
|
|
|
Ke Atas  |
|
 |
|
|