We R Mommies

Google
Web Web WRM
border border border border
border border
Info Penting
Dompet Asuh WRM
BCA Cabang Wisma Asia
Acc # 084-044-0176
A/n Renta Simanjuntak

KAS WRM
Acc. # 103 - 000 420799 - 5
Bank Mandiri Cab Menara Thamrin
A/N Renta Simanjuntak & Hilda Yanuarti
 
Khusus Anggota





Lupa kata sandi?
border
border border border border
Pembaca diperkenankan mengutip artikel dari halaman ini dengan syarat mencantumkan sumbernya: wrm-indonesia.org.
© 2008 We R Mommies | WRM Indonesia. All rights reserved.
border
HomeborderArtikelborderForumborderWebborderKontak
  arrow pointing to the right   Beranda arrow Kumpulan Artikel arrow Yang Lain arrow Pertemanan
Pertemanan E-mail
Pengirim: Nieza Graha   
Selasa, 12 Desember 2006

Abraham Maslow, seorang pakar aliran Humanisme membagi kebutuhan manusia dalam beberapa tingkatan. Salah satu tingkatan yang dikemukakannya adalah kebutuhan yang bersifat sosial. Kebutuhan untuk dicintai dan disayangi; kebutuhan untuk berinteraksi dan melakukan aktivitas sosial. Sebuah cara untuk menjalin hubungan dengan orang lain.

Sebagai makhluk sosial kita membutuhkan yang namanya sosialisasi. Berhubungan dengan orang lain, melakukan kontak komunikasi dengan orang lain, dan secara garis besarnya dapat kita sebut bahwa sebagai manusia kita mempunyai kebutuhan untuk bersosialisasi.

Dalam hal kita membina suatu hubungan antara manusia. Bila bertemu dengan orang baru, sama sekali asing bagi kita dan saat itu baru mulai mengenalnya, berjabat tangan, saling mengenalkan nama dan mulailah kita berkenalan. Proses itu dapat kita sebut sebagai perkenalan dan teman baru itu adalah kenalan.

Kita mulai mengenalnya, mulai mengenal siapa namanya, dimana rumahnya dan masih banyak hal baru tentang dia yang kita ketahui. Setelah berkenalan, dan kemudian menjaga kontak dan menjalin komunikasi dengan kenalan tersebut, bahkan sering bertemu, bermain bersama, menjalin silaturahmi, dan semakin akrab, status kenalan itu akan berubah. Sekarang kenalan itu menjadi seorang teman.

Tidak setiap kenalan dapat dengan mudah menjadi teman, karena beberapa faktor dirasakan, seperti merasa cocok atau tidak cocok bergaul dengan kenalan baru tersebut. Faktor seleksi alam mempengaruhi kita untuk menetapkan apakah teman yang telah lulus dari satu tahap seleksi alam perkenalan bisa menjadi teman biasa atau teman yang baik dan akrab.

Seleksi alam yang terjadi dalam dunia pertemanan tidak berdasarkan sebuah teori yang rumit-rumit, tetapi berdasarkan sebuah kenyataan dan perasaan yang dimiliki oleh manusia. Dengan semakin seringnya bersosialisasi dengan beranekaragam tipe-tipe dan karakter dari manusia yang ada, kita akan bisa merasakan bagaimana karakter seseorang itu. Feeling dan perasaan diri akan membantu dan menentukan untuk melakukan proses seleksi alam dalam dunia pertemanan.

Dengan banyak kontak dengan segala jenis tipe-tipe dan karakter dari manusia melalui sebuah pertemanan dan bersosialisasi, kita akan bisa merasakan bagaimana diri kita merespon hubungan dengan teman atau kenalan itu. Bila teman itu ternyata cocok, berpola pikir yang sama, mungkin akan berjalan terus menjadi sebuah pertemanan yang baik. Tetapi bila teman itu ternyata tidak cocok, mungkin pertemanan ini hanya menjadi sebuah pertemanan yang biasa. Memang sangat tidak mudah mendapatkan seorang teman yang baik, tetapi dengan melakukan banyak sosialisasi kita akan terbantu untuk mempelajari beraneka ragam individu yang ada. Dan diri kita sendiri yang akan tahu dan menyeleksi pertemanan ini.

Hmm...banyak terjadi seseorang setelah berkenalan menjadi teman, lalu menjadi teman yang sangat akrab tetapi dikemudian hari akhirnya malah menjadi musuh. Sebuah pertemanan yang tidak indah. Memang agak sulit mempunyai teman yang bisa diajak bersusah payah , atau membantu disaat kita dalam kesulitan. Justru sebaliknya, banyak dan mudah mendapatkan teman yang bisa diajak untuk bersenang-senang.

Dalam pertemanan kita tidak bisa menuntut seorang teman menjadi seorang teman yang baik yang sesuai dengan keinginan dan kriteria yang telah kita tetapkan sebagai seorang teman yang baik, karena setiap individu itu sudah mempunyai karakter masing-masing yang memang sudah ada dalam dirinya dan tinggal kita sendiri mempelajari keanekaragaman itu dan memilahnya.

Tidak ada manusia yang sempurna, tetapi sebuah toleransi, saling mengerti dan memahami akan membantu untuk mendapatkan teman yang baik. Dalam seleksi alam ini kita harus lihai dan cerdas untuk menetapkan pilihan, jangan sampai silaturahmi menjadi putus karena kurang cermatnya kita bertindak. Berteman banyak itu indah dan banyak pula pengetahuan dan pengalaman yang kita dapatkan.

Selamat menjalin pertemanan dengan baik!

Munich, Dec. 2006
Nieza Graha
 
< Sebelumnya   Selanjutnya >

ke atas Ke Atas go to top
border
Menu Utama
Beranda
Kumpulan Artikel
Rangkuman Diskusi
Alamat Web
Tentang WRM
Kegiatan WRM
Forum
Buku Tamu
Bunga Rampai
Baik dan Bijak
Goresan Pena
Profil Anggota
WRM Kidz




Advertisement