|
Halaman 4 dari 4 Yang tidak kalah penting adalah keyakinan. Masalah yakin juga perlu kalau memutuskan untuk minum obat (apapun). Seperti contoh pernah dulu seorang tukang yang bekerja di rumah kami, sakit kepala dan pilek. Kami kasih obat, katakanlah merk A, tidak sembuh dia. Katanya dia biasa pakai obat merk B, baru manjur. Ya sudah, terpaksa kami carikan obat B ini, sebab kalaupun kami bilang A dan B itu betul-betul sama, hanya beda merk, dan sebagai apoteker kami ngerti tentang itu, tidak akan ada gunanya.
Nah, kalau memutuskan untuk tidak mem-boost dengan obat ataupun fitofarmaka, yakin dan percaya diri juga perlu. Dikenal dengan istilah Self Healing, Spiritual Healing, dan semacamnya. (MD/WRM)
Tips-tips agar ASI lancar & banyak
Dirangkum dari berbagai sumber (AAP, La leche league, breastfeeding.com, WHO, dsb) oleh Luluk Lely Soraya I
1. Tingkatkan frekuensi menyusui/memompa/memeras ASI. Jika anak belum mau menyusu karena masih kenyang, perahlah / pompalah ASI. Ingat ! Produksi ASI prinsipnya based on demand sama seperti prinsip pabrik. Jika makin sering diminta disusui/diperas/dipompa maka makin banyak ASI yang diproduksi.
2. Kosongkan payudara setelah anak selesai menyusui. Bahasan ini masih terkait dengan point di atas. Makin sering dikosongkan,maka produksi ASI juga makin lancar.
3. Yang tidak kalah pentingnya : ibu harus dalam keadaan relaks. Kondisi Psikologis ibu menyusui sangat menentukan keberhasilan ASI eksklusif. Menurut hasil penelitian, > 80% lebih kegagalan ibu menyusui dalam memberikan ASI eksklusif adalah faktor psikologis ibu menyusui. “Pikiran "duh ASI peras saya cukup gak ya?" maka pada saat bersamaan ratusan sensor pada otak akan memerintahkan hormon oksitosin (produksi ASI) untuk bekerja lambat. Dan akhirnya produksi ASI menurun. Relaks saja ya bu. Disini sebetulnya peran besar sang ayah.
4. Hindari pemberian susu formula. Terkadang karena banyak orangtua merasa bahwa ASInya masih sedikit. Atau takut anak tidak kenyang, banyak yang segera memberikan susu formula. Padahal pemberian susu formula itu justru akan menyebabkan ASI semakin tidak lancar. Anak relatif malas menyusu atau malah bingung puting terutama pemberian susu formula dengan dot. Begitu bayi diberikan susu formula, maka saat ia menyusu pada ibunya akan kekenyangan. Sehingga volume ASI makin berkurang. Makin sering susu formula diberikan makin sedikit ASI yang diproduksi.
5. Hindari penggunaan DOT, empeng, dan sejenisnya
Jika ibu ingin memberikan ASI peras/pompa (ataupun memilih susu formula) berikan ke bayi dengan menggunakan sendok, bukan dot ! Saat ibu memberikan dengan dot, maka anak dapat mengalami bingung putting. Kondisi dimana bayi hanya menyusu di ujung puting seperti ketika menyusu dot. Padahal, cara menyusu yang benar adalah seluruh areola (bagian gelap di sekitar puting payudara) ibu masuk ke mulut bayi. Akhirnya, si kecil jadi ogah menyusu langsung dari payudara lantaran ia merasa betapa sulitnya mengeluarkan ASI. Sementara kalau menyusu dari botol, hanya dengan menekan sedikit saja dotnya, susu langsung keluar. Karena itu hindari penggunaan dot.
6. Datangi klinik laktasi. Jangan ragu untuk menghubungi atau konsultasi dengan klinik laktasi. Disana ibu dan ayah mendapatkan masukan secara teknis agar ASI tetap optima.
7. Ibu menyusui mengkonsumsi makanan bergizi.
8. Lakukan perawatan payudara : Massage / pemijatan payudara dan kompres air hangat dan air dingin bergantian.
<< Mulai < Sebelum 1 2 3 4 Berikut > Terakhir >> |