|
Halaman 2 dari 4 Memang perjuangan ibu bekerja untuk bisa memberikan ASI eksklusif itu tidak mudah, banyak cobaan. Tetapi kalau ada tekad bulat mudah-mudahan bisa, dan banyak juga yang sudh berhasil. Tetep semangat ya!”
Dukungan Suami
“Aku dulu di awal melahirkan sempat konsumsi tablet pelancar ASI. Tetapi setelah konsultasi dengan pakar ASI, tidak disarankan karena selain ada dampak negatif untuk penggunaan dalam jangka panjang. Sebetulnya faktor kejiwaan menentukan. Asal ibu senang, tenang, yakin kalau ASI-nya cukup untuk bayi, tidak harus berlimpah dan cukup istirahat, ASI tidak akan mogok.
Oh ya, bantuan dan dukungan suami sanggat menjamin kelancaran ASI. Misalnya dengan membantu menidurkan bayi, mengganti popok, atau sekedar memijat punggung kita saja.
Usahakan memompa ASI tiap 3 jam, berapapun hasilnya. Kalau dirumah langsung simpan dalam botol ASI yang dari kaca, kalau plastic lemaknya suka menempel di kemasan plastik tersebut. Kalau di kantor bawa cool box atau termos es.”
“Untuk memerah ASI, karena ASI prinsipnya demand n supply semakin banyak ASI dikeluarkan akan melimpah juga produksinya. Lalu kuncinya lagi berpikiran positif. Kalau kita pasang target dalam memerah, maka ketika target tidak tercapai akan bingung. Kalau sudah begini akan berakibat menurunkan produksi ASI.
Yang tidak kalah pentingnya adalah dukungan suami secara moril juga dan bantuan dari suami. Dulu saat anak pertama, aku bangun malam saat menyusui saja, kalau anak pipis atau buang air besar, diurus oleh suami.”
|