We R Mommies

Google
Web Web WRM
border border border border
border border
Info Penting
Dompet Asuh WRM
BCA Cabang Wisma Asia
Acc # 084-044-0176
A/n Renta Simanjuntak

KAS WRM
Acc. # 103 - 000 420799 - 5
Bank Mandiri Cab Menara Thamrin
A/N Renta Simanjuntak & Hilda Yanuarti
 
Khusus Anggota





Lupa kata sandi?
border
border border border border
Pembaca diperkenankan mengutip artikel dari halaman ini dengan syarat mencantumkan sumbernya: wrm-indonesia.org.
© 2009 We R Mommies | WRM Indonesia. All rights reserved.
border
HomeborderArtikelborderForumborderWebborderKontak
  arrow pointing to the right   Beranda arrow Kumpulan Artikel arrow Mengatasi Anak yang Suka Meminta Barang
Mengatasi Anak yang Suka Meminta Barang E-mail
Pengirim: Wida Ariesi   
Rabu, 06 Desember 2006

"Mama, aku minta kue ini ya”, aku mendengar teriakan seorang anak di supermarket. “Jangan sayang, sudah cukup. Lihat, sudah begitu banyak barang yang kau minta” sahut sang mama. “Pokoknya aku mau yang ini juga”, teriak sang anak. Mamanya pun tak dapat berkutik lagi karena sang anak sudah mengeluarkan jurus andalannya, yaitu aksi teriak dan mengeluarkan air mata.

 

Ilustrasi diatas adalah hal yang umum kita jumpai dalam kehidupan kita, bahkan bisa saja hal tersebut terjadi pada diri kita. Ketika mengalami hal tersebut apakah yang kita rasakan? Malu, Senang, atau jengkel? Setiap orang tua pasti ingin membahagiakan hati anaknya dan mengabulkan keinginannya. Namun membiarkan anak selalu meminta barang-barang ketika sedang berbelanja juga dapat menjadi boomerang bagi kita.

Apa yang menyebabkan anak mempunyai banyak permintaan / tertarik untuk membeli barang-barang dan akhirnya cenderung bersikap konsumtif? Ada beberapa faktor yang mempengaruhi hal tersebut, yaitu modeling dari perilaku orang tuanya. Anak melihat ketika orang tuanya berbelanja di Supermarket/toko/grocery, mereka dapat mengambil barang sesuka hati. Anak pun mulai mempraktekkan hal yang sama atau bisa jadi modeling tersebut berasal dari teman sebaya karena lingkungan / teman sebaya mempunyai pengaruh yang cukup besar terhadap perkembangan / perilaku anak.

Faktor lain yang tak kalah pentingnya adalah adanya pengaruh iklan di televisi. Anak-anak merupakan sasaran empuk produsen untuk memasarkan produknya. Iklan di televisi dibuat sedemikian menariknya sehingga mempengaruhi anak untuk mencoba produknya.

Apa yang dapat dilakukan orang tua bila anak sudah terlanjur memiliki kebiasaan suka meminta barang? Apakah orang tua akan pasrah saja? Bukanlah  hal yang mudah dilakukan untuk mengatasi perilaku anak yang sering meminta barang-barang tertentu saat kita berbelanja. Namun tidak ada salahnya bila orang tua mulai memberikan pengertian pada anak agar anak tidak bersikap konsumtif.

Beberapa cara dibawah ini dapat dicoba sebagai usaha awal untuk mengatasi perilaku anak yang sering meminta barang ketika sedang berbelanja.

1. Tuliskan Daftar Belanja.
Kita tuliskan terlebih dahulu barang-barang apa saja yang hendak kita beli. Kemudian tanyakan pada anak barang apa saja yang hendak dia beli. Tentu saja tidak semua barang permintaannya dapat kita kabulkan. Kita juga harus selektif dalam menentukan. Kita beri penjelasan mengapa anak belum dapat membeli barang tersebut. Cara ini bertujuan mengajarkan anak untuk membuat perencanaan kebutuhan dirinya sendiri serta memahami perbedaan arti kebutuhan dengan keinginan.

2. Beri Anak Budget Khusus
Cara lain adalah memberikan dana khusus untuk anak. Misal : ketika akan belanja orang tua memberikan perkiraan dana yang dapat dibelanjakan oleh anak. Kemudian anak menuliskan daftar kebutuhannya. Bila dana yang diberikan telah habis ternyata daftar kebutuhan masih ada, anak harus rela bila barangnya tidak terbeli. Dengan cara ini anak akan belajar untuk membuat skala prioritas dan melatih anak agar cermat dalam membuat perhitungan keuangan.

3. Teguh pada Daftar Belanja
Ketika di tempat belanja/Supermarket, biasanya para ibu akan tergoda untuk membeli barang lain di luar daftar belanja. Usahakan untuk tetap teguh pada daftar yang ada. Anak akan mencontoh perilaku orang tua yang tidak mengikuti daftar belanja. Ketika anak melihat orang tuanya bisa membeli barang di luar dari daftar, maka anak akan mencontoh perilaku tersebut.

4. Mempersiapkan diri terhadup perilaku Anak
Bisa saja anak akan tetap merengek walaupun dia sudah membuat daftar belanjanya. Nah orang tua harus siaga dengan keadaan tersebut. Bisa saja anak menggunakan caranya agar orang tuanya malu, seperti berteriak, menangis,atau bahkan ngambek. Orang tua sebisa mungkin tetap tenang tetapi jangan mengabulkan permintaan anak. Apabila orang tua mengabulkan permintaannya maka akan menjadi senjata yang ampuh bagi anak untuk melakukannya lagi. Apabila anak semakin menampakkan sikap yang tidak menyenangkan ketika permintaannya ditolak, sebaiknya orang tua cepat meninggalkan tempat belanja.

Mengatasi permintaan/rengekan anak terhadap barang-barang saat berbelanja bukanlah hal yang mudah. Tetapi sebaiknya anak dilatih agar tidak menjadi konsumtif. Latihan seperti diatas berfungsi untuk membangun karakter diri anak bahwa tidak semua permintaan dan keinginannya dapat terwujud. Anak akan memahami bahwa dirinya akan baik-baik saja walaupun dia tidak mendapatkan mainan, baju, kue maupun permen yang dilihatnya di toko.

Reference:
How to Handle Toddler Demands at the Store (By Jan Faull, Med)
Pic.  images dot com

 
< Sebelumnya   Selanjutnya >

ke atas Ke Atas go to top
border
Menu Utama
Beranda
Kumpulan Artikel
Rangkuman Diskusi
Alamat Web
Tentang WRM
Kegiatan WRM
Forum
Buku Tamu
Bunga Rampai
Baik dan Bijak
Goresan Pena
Profil Anggota
WRM Kidz
Artikel Populer
Artikel Terbaru




Advertisement