|
Biar, ku dekap sendiri saja, Lelah dan luka yang melekat lama, Dalam jiwa rapuh dan meradang, Ku tak ingin kau pahami deritaku.
Biar, jangan ulurkan tanganmu, Walau mataku memancarkan pedih, Dan ragaku lunglai menanggung beban, Karena misteri didalamnya adalah milikku.
Biar, tak usah kau tuntun aku, Meski langkah kakiku kian tertatih, Terseok menyeret kepedihan batin, Karena aku tlah memilih jalan hidupku.
Biar, biarkanlah saja… Ku simpan segala kepahitan dalam diam, Tak perlu pedulikan apapun tentangku, Bahagiaku bukan untuk kau wujudkan.
Biar, jangan pikirkan lagi, Bahkan bila mentari tak menyinariku Dan tiupan angin tak sejukkan penatku, Karena aku dan hidupku bukan milikmu.
|