We R Mommies

Google
Web Web WRM
border border border border
border border
Info Penting
Dompet Asuh WRM
BCA Cabang Wisma Asia
Acc # 084-044-0176
A/n Renta Simanjuntak

KAS WRM
Acc. # 103 - 000 420799 - 5
Bank Mandiri Cab Menara Thamrin
A/N Renta Simanjuntak & Hilda Yanuarti
 
Khusus Anggota





Lupa kata sandi?
border
border border border border
Pembaca diperkenankan mengutip artikel dari halaman ini dengan syarat mencantumkan sumbernya: wrm-indonesia.org.
© 2008 We R Mommies | WRM Indonesia. All rights reserved.
border
HomeborderArtikelborderForumborderWebborderKontak
  arrow pointing to the right   Beranda arrow Rangkuman Diskusi arrow Kesehatan Anda arrow Menu Ibu Menyusui
Menu Ibu Menyusui E-mail
Pengirim: We R Mommies   
Rabu, 22 November 2006

“Kebetulan sehabis melahirkan aku tinggal dirumah orangtua, agar aku bisa belajar mengurus bayi. Keluargaku pecinta sambal, mama-ku kalau  buat sambal senak sekali. Tetapi aku dimasakin sayur berkuah bening saja! Tidak macam-macam, walau mataku sering melihat sambal di meja yang nikmat sekali itu. Pernah aku coba sedikit sambal, alhamdulilah bayiku tidak mencret. Tetapi aku takut, masa karena lidah, anak harus aku korbankan. Apa ibu menyusui mempunyai menu khusus?”

Jawabannya tentu saja tidak ada,  makanan yang perlu dihindari selama ibu menyusui. Umumnya ibu menyusui boleh makan apa saja,kecuali jika ada tanda-tanda (reaksi) jelas pada bayi terhadap suatu makanan. Tidak ada daftar makanan yang tidak boleh dimakan ibu menyusui, karena kebanyakan ibu menyusui dapat mengkonsumsi apapun yang mereka inginkan. Memang ada beberapa bayi yang sensitive terhadap jenis makanan tertentu. Tapi sekali lagi ini bersifat unik. Misalkan jika ibu memiliki riwayat alergi, maka ibu mungkin akan menghindari makanan tertentu tersebut. Namun bukan berarti anak juga akan alergi terhadapa makanan tersebut.”

Bagaimanapun, ASI dibuat dari apapun yg dapat masuk melalui darah ibu, bukan apa yang ada di lambung ibu ataupun sistem pencernaannya. Jadi ber-gas atau tidak ber-gas suatu makanan, tidak akan masuk ke dalam ASI melalu darah ibu. Sehingga ASI dari ibu yg mengkonsumsi makanan ber-gas akan membuat bayi menjadi kembung (ber-gas).

Bukan berarti bayi tidak akan mengalami kembung karena sensitif terhadap satu makanan. Tetapi satu hal yang pasti bahwa kembungnya sang bayi bukan dikarenakan apapun yang ibu konsumsi.

“Memang kalau menyusui tidak  boleh  makan yang agak-agak pedes? Soalnya, saya termasuk pemakan segala. Walaupun sedang menyusui, yang pedes-pedes saya embat juga. Sempat dilarang sama mama dan  mertua, katanya takut  bayinya mencret. Tapi setelah dicoba beberapa kali, bayi tidak mencret jadi saya lanjutin makan yang pedes-pedesnya.”

“Aku sih, semuanya diembat, pedes-pedes, gorengan, sayur, apa saja selama anakku tidak menunjukan reaksi yang aneh-aneh, aku makan apa aja. Awalnya orang-orang di sekitarku, ya mertua, mama, tante, ayah, semua pada protes. Yang ASI- nya jadi encer lah, jadi pedes lah. Aku dengan cuek-nya bilang, "Lha, anaknya saja tidak protes, kalau  anaknya protes, pasti pup-nya bermasalah, badannya bermasalah, selama masih oke, berarti makan apa saja boleh donk.”

“Orang Indonesia suka bilang kalau menyusui jangan makan pedes nanti biji cabenya keluar di kotoran bayi. Itu tidak benar, yang kelihatan printil putih di kotoran bayi itu adalah lemak yang tidak diproses karena fungsi hati belum kerja secara baik.”

“Memang  makan yang pedas-pedas atau semuanya seringnya tidak mempengaruhi bayi yang disusui. Kecuali ada tanda-tanda  reaksi serius pada bayi karena memang ada bayi yang sensitif pada makanan tertentu.

Aku pernah ngalamin yang demikian. Waktu itu aku makan ikan tongkol goreng. Setelah makan aku pusing dan mual-mual, tetapi tidak bisa muntah. Malah yang muntah-muntah, anakku yang saat itu usia 1 tahun dan masih minum ASI. Padahal anakku tidak makan ikan tongkol tersebut. Orang di rumah yang makan ikan tongkol juga merasakan hal yang sama, pusing. Bahkan suami muntah-muntah.

Sempat bingung juga, setiap kali anakku dikasih ASI langsung muntah tapi kalau dikasih susu UHTnya atau cairan lain tidak  muntah. Sempat tanya ke dokter anakku. Katanya bisa juga akibat dari ASIku yang mungkin tercemar ikan tongkol yang aku makan.”

“Waktu saya menyusui,  makannya mesti hati-hati. Salah makan sedikit bayiku diare, rewel, kembung. Saya juga tidak minum susu dan makanan olahan dari susu. Lalu sayuran yang banyak menghasilkan gas, juga seafood dibatasi. Wah reseh betul dulu, tetapi demi ketenangan, kenyamanan bayi serta ibunya, dibela-belain. Bahkan saya catat hari ini makan apa. Rajin konsultasi sama ahli gizi juga, supaya kebutuhan gizi saya dan bayi tetap terpenuhi. Memang ternyata anaknya bakat alergian, alergi laktosa, kacang-kacangan, strawberry, tomat, wortel, sayuran atau buah yang berwarna merah.  Tetapi semakin besar semakin berkurang alerginya.”

“Umumnya ibu menyusui seringkali diingatkan untuk berhati-hati mengkonsumsi makanan "ber-gas", seperti brokoli, kol, kacang-kacangan, dan sebagainya. Namun demikian, makanan tersebut memiliki efek yang sama dengan makanan lainnya.

Mengkonsumsi makanan tertentu bisa jadi menyebabkan ibu "kembung" atau ber-gas. Hal ini disebabkan proses pemecahan karbohidrat (gula, pati, serat) oleh bakteri pada usus besar.

Tip Menu Ibu Menyusui
- Perhatikan riwayat alergi dalam keluarga
- Hindari makanan yang banyak mengandung bahan berbahaya, seperti hiu, ikan todak, king mackeral dan tile fish (sejenis ikan besar yang terindikasi dapat mengakumulasi merkuri dalam jumlah tinggi). Untuk konsumsi kerang, ikan kaleng, ikan laut kecil tidak lebih dari 12 ons per minggunya.
- Makanlah menu seimbang
- Hindari makanan yang mengandung pengawet dan lemak jenuh.(MD)

 
< Sebelumnya   Selanjutnya >

ke atas Ke Atas go to top
border
Menu Utama
Beranda
Kumpulan Artikel
Rangkuman Diskusi
Alamat Web
Tentang WRM
Kegiatan WRM
Forum
Buku Tamu
Bunga Rampai
Baik dan Bijak
Goresan Pena
Profil Anggota
WRM Kidz




Advertisement