|
Seringkali orangtua memaksa anak dalam belajar. Padahal dalam kegiatan sehari-hari anak, mereka sedang belajar. Misalnya untuk pra sekolah.
Apa yang dilakukan pra sekolah? - Mendengarkan cerita dan ngobrol - Bicara kepada orang dewasa dan anak lainnya dengan mengunakan kalimat lengkap - Membuat kalimat lucu dan bercerita - Mengunakan kalimat untuk berpikir, berbagi ide dan perasaan serta belajar sesuatu yang baru - Menikmati buku yang sama, mengulangi dan memilih buku baru - Menceritakan kembali cerita yang familiar kepada diri sendiri dan orang lain - Berpikir tentang karakter di dalam buku, mereka rasakan dan yang mungkin mereka akan lakukan - Gambar, nulis dengan mengunakan pensil, crayon dan spidol - Melihat sekeliling mereka, memperhatikan orang dewasa saat membaca dan menulis - Meniru tulisan orang dewasa dengan cara membuat coretan - Mengambar bentuk dan beberapa hurup
Bagaimana pra sekolah belajar? Ananda bangun dari tempat tempat tidur dan bergegas ke dapur. Dia membuka lemari mengeluarkan sekotak sereal, lalu meletakkan kembalinya. Dia mengeluarkan kotak lain dan mengatakan, "Bunda, ini adalah serel saya. Ada hurup P dan banyak bintang."
Bunda mengatakan,"Hm..., analisa yang bagus." "Ananda menunjuk kepada surat di atas TV, yang ada hurup P. Membentuk hurup P di udara dan mengatakan," P seperti Peter."
Bunda memberikan tawaran "Hari ini, kita baca buku bersama-sama, lalu menulis bersama. Bunda akan mengirim surat ke teman. Kamu juga boleh nulis."
Ananda menaruh mangkuk kosongnya di bak cuci lalu mencari ayah. "Ayah, saya akan baca buku dan nulis dengan bunda. "Wah kengarannya mengasikkan."
Seperti kebanyakan pra sekolah, Ananda sedang belajar: - Dia mengetahui hurup (P) dan gambar yang mempunyai makna - Dia tahu hurup P yang ada dalam sereal bok, sama dengan hurup P pada Peter - Dia tahu ketika bercakap-cakap, harus menunggu giliran.
Keluarga Ananda menolong dia saat belajar: - Punya kebiasaan baca buku bersama setiap hari - Bunda memotivasi dia dalam berpikir, sehingga dia terus mencari hurup. - Bunda menawarkan Ananda untuk menulis - Ayah memberikan komentar yang menarik
Pic: images dot com |