|
Halaman 1 dari 2 Tiap payudara, memang tidak berukuran dan berstruktur sama persis, bahkan pada individu yang sama. Kemungkinan, arah pancaran ASI pada payudara kanan dan kiri berbeda. Menyusui pada kedua payudara selain untuk keindahan, agar lebih simetris, penting sekali untuk menjaga kelangsungan produksi ASI dan menjaga keseimbangan hormon Ibu.
“Alhamdulillah, susu saya sudah lumayan banyak sekarang, si adek pipisnya juga banyak. Dia masih ngantuk kalau disusuin, jadinya setelah disusui dengan sebelah payudara selama 15-20 menit, setelah dia lepas akan saya tawarin payudara satu lagi. Tetapi dianya tidak mau, malah nutup mulut rapat-rapat. Jadinya tidak sampai satu jam sudah nangis lagi minta susu. Inginnya sekali disusui dengan dua payudara, biar bisa curi-curi istirahat terutama malam hari. Supaya jarak tidur saya bisa agak panjang. Kasihan suami dan bayinya juga kalau tiap pagi saya cranky.”
“Kadang-kadang teori berbeda dengan kenyataan. Jadi apa yang tertulis soal idealnya menyusui adalah begini-begitu, seringkali tidak berlaku. Sangat tergantung dengan situasi dan kondisi banyak faktor. Anak pertama dulu, aku susui hanya dengan payudara kiri. Soalnya dia tidak mau yang kanan. Tidak tahu mengapa. Tetep saja dia jadinya bongsor sampe sekarang. Aku curiga putting susu yang kecil, tidak seperti yang kiri. Begitu juga saat anak kedua. Nah jagoan ketiga yang akhirnya mau nyusui dengan kanan. Dia berhasil mengatasi maslaah putting susu ini.
Teorinya memang sekali menyusui, bayi bisa menghabiskan kanan-kiri. Tapi tidak perlu dipaksakan. Pastikan saja bahwa satu payudara itu sudah benar-benar kosong. Kalau sebentar-sebentar minta mimik, ya nikmati saja. Kalau istilah suamiku, "buka tutup, buka tutup". Jadi kalau ditanya, nyusuinnya tiap berapa jam? Mm…, jawabnya sesuka anak. Selama anak tidak kekurangan cairan atau dehidrasi. Paling gampang lihat pipisnya banyak atau tidak. Kuning atau tidak. Tidak perlu khawatir, mungkin bayi sedang kangen dengan ibunya, jadi minta disusui.”
“Awal-awal menyusuin anakku, aku juga rada bingung karena dia hanya mau yang kiri saja. Jika diberikan yang kanan hanya ingin sebentar saja. Lalu keterusan senangnya menyusui dari yang sebelah kiri. Akhirnya payudara sebelah kanan bengkak, harus dikeluarkan. Aku jadikan jatah stok ASI kalau anak di tinggal-tinggal atau jika harus kembali kerja.
Yang bikin kesal, anakku mau disusui banyak di malam hari saja. Kalau siang hari maunya tidur saja. Harus dipaksa terlebih dahulu saat 2 bulan pertama. Setelah itu anakku minum ASI kapan saja sesukanya dia. Untungnya anakku tidak bingung puting karena waktu aku kerja diberikan ASI melalui botol.
Memang teori yang ada tidak perlu dipaksakan. Enaknya saja untuk ibu dan bayinya, yang penting kebutuhan ASI terpenuhi. Dinikmatin saja kebiasaan-kebiasaan bayi di awalnya. Karena memang tidak ad arutinitas yang pasti, masih berubah-ubah. Yang penting enjoy saja!”
<< Mulai < Sebelum 1 2 Berikut > Terakhir >>
|