We R Mommies

Google
Web Web WRM
border border border border
border border
Info Penting
Dompet Asuh WRM
BCA Cabang Wisma Asia
Acc # 084-044-0176
A/n Renta Simanjuntak

KAS WRM
Acc. # 103 - 000 420799 - 5
Bank Mandiri Cab Menara Thamrin
A/N Renta Simanjuntak & Hilda Yanuarti
 
Khusus Anggota





Lupa kata sandi?
border
border border border border
Pembaca diperkenankan mengutip artikel dari halaman ini dengan syarat mencantumkan sumbernya: wrm-indonesia.org.
© 2008 We R Mommies | WRM Indonesia. All rights reserved.
border
HomeborderArtikelborderForumborderWebborderKontak
  arrow pointing to the right   Beranda arrow Kumpulan Artikel arrow Buah Hati arrow Mengapa Bayi Menangis Bila Ditinggal Dengan Babysitter?
Mengapa Bayi Menangis Bila Ditinggal Dengan Babysitter? E-mail
Pengirim: Dina Sulaeman   
Rabu, 15 November 2006

Jawaban dari pertanyaan ini singkat saja: karena bayi Anda mencintai dan merindukan Anda. Bayi menangis karena dia mulai menyadari bahwa Anda dapat pergi meninggalkannya dan dia akan jauh dari Anda. Kesadaran seperti ini menakutkan bagi seorang bayi kecil.  Perasaan  individualitas bayi tumbuh dalam proses yang berlangsung selama bertahun-tahun. Pada awalnya, bayi berpikir bahwa dia dan Anda (ibunya) adalah satu dan sama. Bayi di bawah enam bulan tidak memikirkan diri mereka sendiri, melainkan apa yang mereka butuhkan, seperti makanan, cinta, dan perhatian. 

Pada usia 6 bulan, dia akan mulai menyadari bahwa dia adalah bagian yang terpisah dari Anda dan bahwa Anda bisa meninggalkannya sendirian. Sayangnya, kesadaran baru mengenai ‘keterpisahan’ antara Anda dan dirinya itu malah membuat bayi merasa cemas. Inilah saat-saat muncul ketakutan untuk berpisah (separation anxiety). Dia menjadi sangat lengket kepada Anda dan jika Anda meninggalkannya bahkan untuk semenit saja, dia akan menangis menjerit-jerit. Bayi belum memahami bahwa Anda pasti akan kembali kepadanya. Oleh karena itu, mengendap-endap meninggalkannya saat si bayi lengah sama sekali tidak membantu untuk mengurangi tangis bayi ketika dia menyadari Anda sudah tidak di sampingnya lagi. Bahkan, sikap seperti ini malah akan membuatnya semakin ketakutan.

Biasanya perasaan ini akan hilang pada tahun kedua, yaitu ketika anak mulai bersosialisasi dan percaya bahwa ketika Anda meninggalkannya dengan pengasuh, Anda pasti akan kembali. Anak usia dua tahun (batita) pun bisa jadi masih menangis ketika Anda tinggalkan dengan pengasuh tetapi mereka biasanya akan segera pulih karena mereka sudah merasa aman. Pengalaman dan kemampuan dini memori batita telah mengajarkan kepada mereka bahwa Anda pasti akan kembali setelah pergi beberapa waktu. Kepercayaan anak kepada Anda bisa tumbuh dengan baik jika Anda selalu mengekspresikan bahwa Anda mencintai dan selalu memperhatikannya. Rasa percaya inilah yang memberinya keberanian dan keyakinan saat ditinggal dengan pengasuh. Pada usia ini, Anda juga akan menemukan bahwa anak Anda sudah mulai mandiri, misalnya ingin memakai bajunya sendiri, sudah bisa memilih makanan mana yang disukainya, atau naik kursi sendirian.

Tips:
Ketika Anda meninggalkan bayi dengan pengasuh usahakan agar segala sesuatunya lebih ‘pasti’ baginya. Sebelum pergi, ciumlah dia  dan lambaikan tangan Anda (jangan pergi dengan sembunyi-sembunyi). Dengan cara ini, dia tidak akan merasa kaget ketika menyadari bahwa Anda tidak lagi di sisinya. Segera setelah mengucapkan ‘goodbye’, segera pergi, jangan perlihatkan rasa ragu atau cemas. Jika Anda telah mengucapkan ‘goodbye’ namun Anda masih di dekatnya (karena mungkin Anda sendiri masih kuatir), bayi akan merasa bahwa memang ada sesuatu yang harus dikuatirkan dan hal ini akan membuatnya lebih cemas.

Anda juga bisa membiasakan bayi dengan kondisi bahwa Anda “pergi dan pasti kembali” dengan cara bermain “ciluk ba” (Anda bersembunyi sebentar lalu muncul kembali sambil berkata ‘baaa...’). Namun, hingga bayi memasuki tahun keduanya, biasanya dia akan terus merasakan “separation anxiety” itu. Bayi akan belajar untuk memenej kondisi tanpa Anda dengan lebih baik jika Anda kalem, penuh kasih sayang, dan bersikap tegas (confident) saat berkata “goodbye” menjelang meninggalkannya dengan pengasuh.

Catatan: Meskipun “separation anxiety” adalah normal dialami bayi antara 6 hingga 18 bulan, Anda harus berkonsultasi dengan dokter jika ketakutan itu terlihat berlebihan sehingga anak tidak bisa melakukan apapun tanpa Anda di sisinya atau jika dia tidak juga mau tenang (berhenti menangis) meski Anda sudah sangat lama pergi dari sisinya.

Diadaptasi dari:
http://www.babycentre.co.uk/baby/development/socialandemotional/babysittercryingq/

 
< Sebelumnya   Selanjutnya >

ke atas Ke Atas go to top
border
Menu Utama
Beranda
Kumpulan Artikel
Rangkuman Diskusi
Alamat Web
Tentang WRM
Kegiatan WRM
Forum
Buku Tamu
Bunga Rampai
Baik dan Bijak
Goresan Pena
Profil Anggota
WRM Kidz




Advertisement