|

Masih kecil, anakku giginya sudah rusak. Keluhan tersebut sering terlontar dari orangtua. Terkadang orangtua tidak menyadari bahwa penyakit gigi dan mulut dapat dialami oleh balita dan anak-anak jika perawatan gigi dan mulut tidak dilakukan dengan baik. Misalnya, caries (lubang pada permukaan gigi), ginggivitis (radang pada gusi), dan sariawan.
Padahal jika anak mengalami masalah dengan mulut dan gigi, dapat menyebabkan anak kehilangan napsu makan. Yang akibatnya aktifitas anak terganggu, gizi anak tidak tercukupi, bahkan bakteri yang bersarang di gigi dapat menyebar ke seluruh tubuh melalui pembuluh darah. Ingat, sumber kuman paling besar adalah di dalam mulut. Perawatan gigi, dapat dimulai sejak bayi, dilakukan dengan cara membersihkan giginya dengan menggunakan kain kasa atau kapas yang dibilas air hangat, kemudian digosokkan secara pelan-pelan pada gusi bayi. Jika bayi mengunakan botol susu, waspadai "bottle decay". Cairan susu ataupun juice yang mengandung gula, jika lama berada di dalam mulut dapat menyebabkan cavities. Untuk itu jangan biarkan bayi tidur dengan botol susu di mulutnya. Jika anak sudah berusia di atas 1 tahun, biasakan untuk minum dengan gelas. untuk itu ajarkan anak untuk minum dengan gelas sejak anak berusia 6-12 bulan. Jangan biarkan anak membawa botol susunya sambil berjalan-jalan. Saat anak sudah berusia 2 tahun, dapat mulai dilatih untuk menggosok giginya. Untuk menggosok gigi, orangtua sebaiknya mengawasi anak sampai mereka terbiasa dengan langkah sederhana ini: - Pakai pasta gigi sebesar kacang polong - Hati-hati, usahakan anak anda tidak menelan pasta gigi - Memakai sikat gigi yang berbulu halus, menyikat di dalam permukaan masing-masing gigi terlebih dulu, di mana kemungkinan plak banyak menumpuk di bagian ini - Menyikat dengan lembut maju-mundur. - Bersihkan permukaan luar masing-masing gigi, sikat gusi luar dengan lembut. - Besihkan permukaan gigi untuk mengunyah masing-masing gigi, dengan lembut - Pakai ujung sikat untuk membersihkan di belakang masing-masing gigi depan, atas dan bawah. - Sikat lidah dengan lembut. Saat anak berusia 4 tahun, ajarkan anak untuk mengunakan floss, yang bermanfaat untuk menghilangkan sisa makanan ataupun plak di antara 2 gigi. Selain itu untuk mencegah kerusakan gigi, menurut drg. Sri Wahyuni, beberapa hal berikut perlu mendapatkan perhatian orang tua: * Kurangi konsumsi makanan manis dan mudah melekat pada gigi seperti permen atau coklat. Namun melarang sama sekali dapat menimbulkan dampak psikis. * Ajak mereka menggosok gigi secara teratur dan benar pada pagi, sore, dan menjelang tidur. Lebih baik lagi bila dilakukan setiap usai makan. Biasakan mereka berkumur-kumur setelah makan makanan manis. * Siapkan makanan kaya kalsium (ikan & susu), fluor (teh, daging sapi & sayuran hijau), fosfor, serta vitamin A (wortel), C (bebuahan), D (susu), dan E (kecambah). Mineral dan vitamin tersebut diperlukan untuk pertumbuhan gigi mereka. * Jaga higiene oral mereka dengan baik. Bila ada karang gigi segera bawa ke dokter gigi untuk dibersihkan. * Ajak mereka memeriksakan gigi enam bulan sekali. * Bila tiba-tiba mengeluh sakit gigi, suruh mereka berkumur dengan air garam hangat dan lubang ditutup kapas berminyak cengkeh. Bila sariawan, suruh mereka berkumur dengan air rebusan sirih dan garam yang hangat. Lalu, bawa ke dokter/klinik gigi. |