|
Ingin jalan-jalan dengan bayi, dan membawa makanan buatan sendiri, seperti bubur bayi? Ingin tahu caranya? Simak saja penuturan anggota WRM berikut ini.
Pengalamanku dulu, aku bawa 2 wadah. Satu wadah yang pakai tutup khusus buat bawa buburnya. Satu lagi wadah kosong buat nanti waktu mau kasih makan anakku. Begini, ambil secukupnya bubur dari wadah yang tertutup. Upayakan saat dituup buburnya jangan terlalu panas. Satu lagi, jangan pakai sendok yang sama kalau mau mengambil buburnya dari wadahnya, dicampur dengan sendok yang dipakai makan. Sebab kalau sendok yang dipakai makan kan kena air liur, jangan dipakai menyendok bubur dari wadah buburnya. Pakai 2 sendok berbeda, satu buat mengambil bubur dari wadahnya, satu khusus buat menyuapi si anak. Kalau buburnya yang mau disimpan terkena air liur dr sendok, bisa cepat bau. Kalau ada termos yang bisa menyimpan buburnya lebih bagus lagi. Pokoknya bawa wadah dan sendok khusus buat menyuapi. Kalau disimpan di wadah biasa, bisa bertahan kira-kira 4 - 6 jam. Kalau pakai termos bisa lebih lama.
Kalau mau jalan-jalan, biasanya aku nyiapin makanan-nya di wadah-wadah sekali makan. Selama makanan yang dimasukinnya udah dingin, untuk pergi dari pagi-malem tahan. Asalkan yang dimasak bukan makanan yang cepet rusak. Jadi tiap makan, sekali habis. Wadahnya gak banyak dibuka tutup untuk menghndari kontak dengan kuman dan agar tidak cepat basi.
Saat ini anakku sudah mpasi hampir 2 bulan, seringnya kalau pergi-pergi, saya membekali makanan yang berdaging untuk siang dicontainer kecil (seporsi makan), jadi memang hanya untuk sekali makan saja. Kalau tidak habis yah, bundanya yang menghabiskan. Kalau dalam perjalanan makan 2 kali yah bawa dua container kecil juga. Kalau masalah awet, selama sudah dimasak dan ditutupnya benar-benar dalam keadaan tidak panas, sepertinya awet aja. (MD)
|