|
"Kebetulan anak saya tahun ini duduk di kelas 1 SD. Dia belum sadar sekali kalau SD dengan TK itu jauh berbeda. Kalau di SD sudah ada PR dan ulangan jadi tiap malam harus belajar. Kalau saya belum pulang kantor dia tidak akan mau kerjain PR atau sekedar membaca buku pelajaran, biarpun Bapaknya sendiri yang nyuruh ngerjain PR/belajar. Jadi sepulang kantor saya harus menemani dia belajar dan ngerjain PR. Saya yang sudah capek kan bawaannya senewen, ditambah hari semakin larut dan tugas-tugasnya belum selesai atau dia belum paham betul dengan materi pelajarannya. Jadi akhirnya kami berdua jadi kecapekan. Bagaimana memonitor belajar anak bagi ibu bekerja?"
Ternyata masalah tersebut juga dirasakan orangtua yang lainnya dn beliau membagikan tipnya. Seperti dituturkan beliau.
"Anakku juga baru masuk SD, masih kebawa santainya. Cuma dulu jauh sebelum masuk SD aku sudah berkali-kali ngingetin kalau TK berbeda dengan SD. Kalau TK dari singkatannya saja cuma Taman Bermain, nah kalau SD artinya sekolah beneran. Jadi secara mental anaknya sudah aku siapin jauh-jauh hari. Pas, pelaksanaannya, karena dari TK aku sudah biasakan "belajar" 1 jam sehari, jadi tidak begitu susah juga buat menerapkan disiplin belajar itu. Belajarnya setiap jam 19.00-20.00. Nah, buat ngerjain PR hari ini, aku suruh ngerjainnya ya, hari ini, terus sedikit dibahas buat pelajaran besok. Jadi praktis tidak ada PR yang dipending. Siang hari, karena sudah pada tidak mau tidur siang, dimonitor melalui telpon. Kalau PR-nya yang latihan menulis aku suruh kerjain duluan. Malam harinya baru aku periksa. Jika isian matematika dll, menunggu malam hari."
Dengan demikina jika Mom, ibu yang bekerja di luar, untuk memonitor belajar anak dapat dengan cara: - Mengecek melalui telepon - Membuat jadwal belajar anak - Gunakan target dan reward - Mendelegasikan pada pengasuhnya, dan minta anak untuk menuruti pengasuhnya (MD)
|