|
Belajar Nilai-Nilai Moral Dengan Cara Menyenangkan |
|
|
Pengirim: Dina Sulaeman
|
|
Rabu, 01 November 2006 |
|
Halaman 2 dari 2 5. Mempelajari Berbagai Ekspresi. Anak-anak tidak bisa membangun nilai-nilai yang kuat dalam diri mereka sampai mereka memiliki empati yang cukup untuk mengukur atau mengira-ngira kondisi emosional orang lain. Untuk membantu anak-anak mempelajari isyarat-isyarat nonverbal, guntinglah gambar-gambar (foto) wajah orang dengan berbagai ekspresi lalu buatlah kliping. Bicarakan dengan anak-anak, kira-kira orang di dalam foto tersebut sedang memiliki perasaan seperti apa, misalnya sedang marah, sedih, kecewa, atau gembira.
6. Memperhatikan Foto/Film Korban Bencana/Perang Hal ini bisa dilakukan melalui internet atau membuka-buka koran /majalah. Ajaklah anak Anda membayangkan betapa tidak enaknya hidup tanpa rumah tempat berlindung atau tanpa makanan cukup. Dengan kalimat sederhana, katakan pada anak-anak betapa beruntungnya mereka karena setiap hari tersedia makanan di meja. Cara ini –menurut pengalaman saya—cukup efektif untuk membujuk anak yang "pemilih makanan" agar menyantap apa saja makanan yang disediakan hari itu.
7. Membersihkan Rumah Sekaligus Beramal Bila Anda ingin mengajarkan sifat dermawan dan penuh empati kepada nasib kaum fakir miskin kepada anak-anak, ajaklah mereka membersihkan rumah dan menyortir benda-benda yang masih bagus namun tidak lagi diperlukan. Menemukan benda-benda lama yang sudah terlupakan adalah kegiatan yang menyenangkan bagi anak-anak. Biarkan dia memilih barang-barang apa saja yang pantas untuk disumbangkan kepada panti asuhan atau korban bencana. Atau, ajak anak-anak untuk menjual barang-barang itu ke tukang loak dan uang hasil penjualan itu disumbangkan ke lembaga-lembaga amal. Alternatif lain adalah menjual sendiri barang-barang bekas itu di yard sale atau mengajak anak Anda berjualan es atau kue-kue di festival-festival. Mengantar sumbangan ke lembaga amal juga sebaiknya dilakukan bersama anak-anak agar mereka merasakan kepuasan hati dalam kegiatan ini.
8. Bermain "buddy game" Permainan ini melatih anak untuk tidak egois karena mengajaknya untuk memberikan perhatian orang lain dalam keluarga. Caranya, pada pagi hari, taruh kertas-kertas gulung yang masing-masing bertuliskan nama-nama anggota keluarga di sebuah gelas atau topi. Lalu, masing-masing anggota keluarga mengambil satu gulungan kertas. Setiap orang harus melakukan hal-hal menyenangkan bagi nama yang tertulis di kertas pilihannya. Misalnya, si Kakak mendapatkan kertas bertuliskan “Mama”, maka hari itu dia harus melakukan apa saja yang kira-kira akan membuat Mama senang, misalnya, diam-diam menaruh bunga di meja riasnya. Aspek rahasia atau cara diam-diam membuat permainan ini lebih menyenangkan.
Diadaptasi dari tulisan Mary Mohler yang dimuat di: http://www.parents.com/parents/story.jhtml?storyid=/templatedata/parents/story/data/6036.xml&catref=prt43&psrc=storyrl
<< Mulai < Sebelum 1 2 Berikut > Terakhir >> |