We R Mommies

Google
Web Web WRM
border border border border
border border
Info Penting
Dompet Asuh WRM
BCA Cabang Wisma Asia
Acc # 084-044-0176
A/n Renta Simanjuntak

KAS WRM
Acc. # 103 - 000 420799 - 5
Bank Mandiri Cab Menara Thamrin
A/N Renta Simanjuntak & Hilda Yanuarti
 
Khusus Anggota





Lupa kata sandi?
border
border border border border
Pembaca diperkenankan mengutip artikel dari halaman ini dengan syarat mencantumkan sumbernya: wrm-indonesia.org.
© 2009 We R Mommies | WRM Indonesia. All rights reserved.
border
HomeborderArtikelborderForumborderWebborderKontak
  arrow pointing to the right   Beranda arrow Kumpulan Artikel arrow Yang Lain arrow Melayari Negeri Pelangi
Melayari Negeri Pelangi E-mail
Pengirim: Dian Mahdi   
Rabu, 01 November 2006
3. Diam ketika emosi, berusaha untuk tidak menjadi “ahli sejarah”

Perbedaan adakalanya membuat kita saling berbenturan. Benturan ini kadang lembut, kadang bisa juga demikian keras. Apalagi bila dilengkapi dengan emosi yang memuncak. Pernikahan ini rasanya ingin kita akhiri begitu saja!

Diam kadang lebih baik daripada mengeluarkan kalimat penuh amarah yang hanya menyisakan sesal. Bukankah hanya setan dan hawa nafsu yang berbicara ketika suami/istri tengah dikuasai amarah? Hati yang saling mencintai tentu tak akan mengeluarkan kata yang menggores luka pada kecintaannya. Bicarakan lagi ketika emosi reda.

Diam ketika marah memang sangat mudah diucapkan. Tapi sulit sekali berdiam diri saat kita menghadapinya. Terlebih ketika kita merasa berada pada posisi yang benar. Tak hanya itu, kadang kita juga menjadi seorang “ahli sejarah”!

Satu kesalahan suami/istri bisa membuat kita  menyebut dengan lengkap sederet kesalah-pahaman sebelumnya! Sebagai contoh, terlambat menjemput anak dengan didenda karena terlambat mengembalikan buku ke Perpustakaan adalah dua kasus yang berbeda. Kalau dihubungkan barangkali ada kaitannya. Sama-sama terjadi karena “lupa”. Namun begitu, tentunya lebih bijak dan memerlukan energi yang lebih sedikit, menyelesaikan masalah terlambat menjemput dengan tidak mencampurkannya dengan kesalahan-kesalahan senada di masa sebelumnya.

Dalam banyak kesempatan, diam terbukti banyak membantu kita. Masalah yang dihadapi jadinya tidak melebar dengan penambahan bumbu-bumbu amarah dan kata-kata penuh emosi di atasnya. Tidak juga ditambah dengan kesalahan lain yang biasanya tersebut satu per satu sekedar mencari penguatan atas kesalahan yang ada. Padahal daftar panjang kesalahan masa lalu ini kadang ada yang tidak relevan dengan apa yang sedang terjadi. Hasilnya ternyata malah memperburuk masalah yang sedang kita hadapi.

4. Tidak ada “Kalah-Menang”

Satu hati-satu jiwa, tidak ada kata kalah dan menang di antara suami dan istri. Yang ada adalah kita kalah bersama, kemudian karam dalam amarah berujung sesal. Atau kita menang bersama, terus berlayar menikmati cinta dan anugrah-Nya. Melewati perjuangan demi perjuangan, ladang tempat menuai bahagia kala berhasil melaluinya.
Tak perlu berberat hati menyapa terlebih dahulu, walaupun kita merasa tidak bersalah. Tak perlu berkeras atau malu hati mengakui kesalahan. Bukankah suami/isti adalah jiwa kita yang separuh? Lagi pula ketika kita bermesra-manja kembali, kita berdualah yang akan bahagia. Untuk kebahagiaan ini, mengorbankan sedikit ke-aku-an dan memulai dialog adalah sebuah harga yang layak untuk kita korbankan.

5. Menegur dengan “Cinta”

Alangkah bijaknya bila kita memandang setiap kesalahan pasangan kita, bukan dilakukan dengan niat “sungguh ingin berbuat kesalahan”. Tentulah banyak sebab dibalik sebuah kesalahan. Tetaplah berpikir positif!

Ketika pasangan melakukan kesalahan, adalah kewajiban kita sebagai belahan jiwanya untuk mengingatkan. Kita adalah orang yang mungkin paling mengenal pasangan kita. Pelajarilah cara yang sesuai untuk menegur pasangan kita.Tujuan dari teguran kita padanya adalah untuk perbaikan. Bukan menghakimi dan membuat pasangan merasa dipojokkan.Kita bisa menegur dengan buku misalnya, daripada menjejalkan kalimat panjang.

Mengenali cara terbaik untuk menegur pasangan akan menghindari kita dari pertengkaran dan selisih paham, yang hanya membuat masalah bertambah runyam. Perhatikan juga waktu dan tempat yang tepat. Suasana hati dan tempat terbukti berpengaruh dalam sebuah diskusi antar pasangan.

6. Menyikapi perbedaan, tak pernah berhenti belajar membaca kemauan suami/istri

Suami dan istri tentu memiliki karakter yang berbeda. Ada yang romantis, ada yang orangnya realistis dan apa adanya. Perbedaan karakter kadang menimbulkan kebiasaan-kebiasaan yang berbeda, bahkan kadang tidak sejalan satu sama lain. Tapi pasti ada jalan tengahnya.

Teruslah saling membaca, menyesuaikan perbedaan yang ada. Bukan menyamakannya. Karena perbedaan adalah fitrah. Ia membuat rumah tangga kita penuh warna.

Saling mengerti adalah sebuah keharusan yang sudah kita ketahui. Menjalaninya yang kadang tidak semudah teori. Apalagi ketika kita dihadapkan pada posisi harus mengerti, padahal kita sedang ingin dimengerti. Disinilah kita berdua berusaha untuk lebih sensitif pada pasangan dan terbuka mengemukakan apa yang kita inginkan.

7. Berusaha menjaga segenap kasih sayang, menjadikannya tetap bagai yang pertama

Terkadang kesibukan mecari nafkah, kelelahan membesarkan buah hati dan dan aneka rutinitas sehari-hari demikian saja memenjarakan kita. Membuat kita terkadang tenggelam, melupakan bahwa suami istri adalah sepasang kekasih yang perlu terus memupuk cinta dan sayang. Karena cinta dan kasih sayang ini adalah perekat abadi sebuah kebersamaan. Tentu akan sangat sempurna bila pengikat ini adalah cinta yang bersandar pada muara cinta yang utama, yaitu cintaNya. Karena cintaNya adalah cinta abadi. Cinta hakiki. Cinta yang jujur dan tak ingkar janji.

Sepakati sebuah kegiatan yang bisa dilakukan berdua. Aktifitas bersama akan mendekatkan suami dan istri dalam sebuah kebersamaan penuh cinta. Telah menjadi suami dan telah menjadi istri, janji setia dan aneka status hitam-putih lainnya bukanlah jaminan bahwa rasa dalam hati tidak berubah. Karena seperti kata bijak, di dunia ini semua berubah, kecuali perubahan itu sendiri.

Jadilah pengantin setiap hari. Jangan sampai getar di hati perlahan hilang di telan waktu. Sebagaimana dulu shalat berjama’ah berdua untuk yang pertama kalinya, tetaplah shalat berdua disamping shalat berjama’ah dengan anak-anak. Kita dan suami tentunya yang paling tahu, aktifitas apa yang bisa kita nikmati berdua. Jangan sampai kegiatan ini hanya dinikmati sepihak oleh istri saja, atau sebaliknya. Seperti shopping misalnya, ini kegiatan yang menyenangkan untuk wanita. Tapi tidak semua suami betah diajak berkeliling sementara tidak jelas barang apa yang ingin dibeli istrinya. Begitu juga halnya ketika suami berjam-jam keliling toko elektronik. Belum tentu istri bisa menikmati keasikan yang dirasakan suami, mencermati pernak-pernik komputer terkini atau alat-alat photografi keluaran terbaru misalnya.

Banyak kegiatan bersama yang bisa dilirik dan biayanya murah meriah. Misalnya menjadikan makan malam sebagai tempat berkomunikasi dengan pasangan dan anak. Sesekali meja makan bisa ditata seperti layaknya restoran, sehingga kita sekeluarga bisa menikmati masakan rumah dengan suasana berbeda. Bisa juga membaca bersama, masak berdua, berkebun, merubah interior rumah dan kegiatan lainnya. Yang penting bisa dinikmati berdua oleh suami dan istri. Sekali lagi, kita berdualah yang paling tahu pilihan apa yang tepat.

Demikianlah tujuh langkah ini sampai kini membantu kami menjadikan rumah ini bak Negeri Pelangi, di tengah kehidupan ekonomi yang tak menentu, atau kadang terpaksa berpisah demi kewajiban yang lain, menghadapi anak yang sakit sementara suami tidak ada di tempat, cucian menumpuk, rumah berantakan dan aneka peristiwa yang beruntun maupun silih berganti. Namun dua hati yang menjalaninya meyakini, selalu ada bentang pelangi setelah semua hujan badai ini berlalu. Karena tujuan rumah cinta ini demikian adanya, menikah dan berbahagia dalam rengkuhan cintaNya.

Dimuat di majalah Alia edisi May 2006.
Pic. images dot com

 



 
< Sebelumnya   Selanjutnya >

ke atas Ke Atas go to top
border
Menu Utama
Beranda
Kumpulan Artikel
Rangkuman Diskusi
Alamat Web
Tentang WRM
Kegiatan WRM
Forum
Buku Tamu
Bunga Rampai
Baik dan Bijak
Goresan Pena
Profil Anggota
WRM Kidz




Advertisement