We R Mommies

Google
Web Web WRM
border border border border
border border
Info Penting
Dompet Asuh WRM
BCA Cabang Wisma Asia
Acc # 084-044-0176
A/n Renta Simanjuntak

KAS WRM
Acc. # 103 - 000 420799 - 5
Bank Mandiri Cab Menara Thamrin
A/N Renta Simanjuntak & Hilda Yanuarti
 
Khusus Anggota





Lupa kata sandi?
border
border border border border
Pembaca diperkenankan mengutip artikel dari halaman ini dengan syarat mencantumkan sumbernya: wrm-indonesia.org.
© 2008 We R Mommies | WRM Indonesia. All rights reserved.
border
HomeborderArtikelborderForumborderWebborderKontak
  arrow pointing to the right   Beranda arrow Kumpulan Artikel arrow Buah Hati arrow Anak Susah Makan Sayur?
Anak Susah Makan Sayur? E-mail
Pengirim: Adi Adinugroho-Horstman   
Rabu, 18 Oktober 2006

Omelan klasik orangtua biasanya salah satunya adalah: "Anaku susah banget disuruh makan sayur." Segala macam cara sudah dicoba, dari minta baik-baik sampai memohon akhirnya berujung omelan, dimarahin, ancaman, dihukum dan lain-lain. Supaya sayuran dimakan, kadang berhasil, kadang tidak.

Malah kadang ada yang pake sistem sogok menyogok, kalau kamu makan brocollinya, nanti boleh main game boy. Kalau sayurannya dimakan, nanti kita jalan-jalan ke Mall, manjur sekali dua kali sehabis itu balik lagi tidak mau makan sayur.

Hm..., jangan marah dan frustasi dulu kalau anak tidak mau makan sayuran. Mari kita ingat-ingat waktu kecil kenapa ya kita juga kadang susah makan sayuran? Ah banyak ternyata penyebab "kenapa" anak susah makan sayur. Beberapa diantaranya sbb:

1. Tidak termasuk dalam pilihan makanan selingan.
Banyak anak menjadi tidak suka sayur mayur karena ketika transisi dari makanan "bayi" ke makanan "anak-anak" sayur mayur tidak diperkenalkan secara intense. Sayur mayur selalu masuk kedalam "menu" wajib. Yang tidak bisa dipilah pilih oleh si anak. Berbeda dengan makanan non sayur dimana mereka selalu ditawarkan apakah ingin mencoba tau tidak. Tentunya hal ini menyebabkan sayuran tidak semenarik makanan lain yang masuk dalam daftar pilihan

Tips: dalam masa transisi dari makanan bayi ke makanan anak-anak ada baiknya sayuran diperkenalkan secara intense dalam bentuk pilihan makanan selingan. Untuk snacking misalnya baby carrot, cellery stick, pickle (acar ketimun), stuffed green, brocolli dijadikan pilihan snacks bagi anak selain snacks non sayuran yang ada. Disamping mengajarkan healthy choices & healthy habbit, si anak pun akan terbiasa dengan "cita rasa" sayur mayur.

2. Perbedaan pilihan menu mempengaruhi keberhasilan makan sayur. Seringkali kita menyiapkan makanan "khusus" untuk anak-anak dimana didalam menu tersebut lengkap segala jenis dan unsur piramid gizi terpenuhi, protein, karbohidrat dan tentunya vitamin dan mineral dari sayur mayur. Sementara itu menu untuk orangtua walau mungkin sejenis tapi pada praktenya menjadi lebih menarik. Komposisi unsur gizi tidak lagi serigid menu anak-anak. Bapak/ibu boleh-boleh saja makan nasi hangat dengan ikan dan sambel, sedikit lalap (atau tidak sama sekali), sementara si anak harus makan nasi, ikan, sayur plus buah,dan hukumnya wajib! Tentunya makan sayur menjadi beban tambahan untuk anak yang memang nggak suka rasanya si sayur, apa lagi melihat betapa enaknya jadi orang dewasa tidak ada kewajiban "harus" makan sayur ini dan sayur itu kalau tidak mau.

Tips: usahakan jenis menu dewasa dan menu anak anak sejenis dan setara. Kalau anak makan sayur ya orangtuanya juga makan, jadi tidak ada alasan untuk anak membanding-banding dan beban "paksaan" dan kewajiban tidak lagi terlihat begitu berat.

3. Kebiasaan jajan/between-meal snacks
Ngemil atau jajan juga faktor penyebab tidak suka makan sayuran. Apalagi kalau cemilan pilihan atau jajanan pilihan tidak memiliki unsur sayur sama sekali. Kebiasaan ngemil/jajan ini tidak hanya membuat anak tidak suka sayur tapi seringkali juga membuat anak sulit makan karena setelah jajan anak nggak terlalu lapar lagi, padahal dia juga nggak telalu kenyang, jadi ketika waktu makan tiba, makannya sulit sementara walau nanti setelah waktu makan lewat si anak laper kembali, biasanya mereka juga tidak mau makan lagi karena sudah lelah atau mengantuk.

Tips : hindari jajan/between meal snacks yang nggak perlu. Kalau pun mau berikan snacks sehat dengan berbagai sayuran sebagai menu pilihannya. Karena struktur sayuran berserat tinggi maka tidak akan mengenyangkan dalam waktu yang lama. berikan porsi yang cukup saja, sehingga si anak masih cukup lapar ketika waktu makan tiba.

4. Kesalahan persepsi akan cita rasa sayur
Pada umumnya secara psikologis stereotyping cita rasa sayuran adalah "tidak enak", maka seringkali untuk mengakomodasi dan menyiasati ini orangtua "memasak" sayuran dengan berbagai resep yang cita rasanya cocok bagi orang dewasa (yang belum tentu cocok bagi anak-anak). Yang terlupa adalah, anak-anak tidak akan tahu cita rasa sesuatu bila kita tidak memperkenalkannya. Jadi usahakan kenalkan anak dengan rasa rasa alami dari sayuran dan merubah stigmatisasi rasa sayur itu tidak enak. Cita rasa paling enak dari sayur sebenarnya ketika si sayur hanya dimasak dalam waktu sangat singkat atau ketika fresh. Bila persepsi ini dipahami anak, maka paling tidak anak bisa menerima sayuran tanpa harus terlebih dahulu berantisipasi negative terhadap cita rasa yang nggak enak.

Tips: Ajak anak berdialog dan berdiskusi ttg rasa sayuran ketika kita memperkenalkannya. Berikan penekanan positif pada sayuran yang disukai anak dan bahas mengapa rasa tsb disukainya.

Berikut ini beberapa tips untuk mengajak anak suka terhadap sayuran:

1. Ajak anak untuk terlibat dalam memilih menu makanan (termasuk sayuran). Beri berbagai pilihan (sayur) bagi sianak dan diskusikan pro-kontra dalam memilih menu.

2). Ajak anak untuk terlibat dalam proses pembuatan dan persiapan makanan. Mulai dari memilih sayuran ketika belanja (di supermarket atau di tukang sayur tradisional). Hal ini menjadikan topik "sayuran" lebih menarik buat si anak, bonus tambahan ketika memilah milih sayuran kita juga bisa ajarkan kepada si anak kelebihan dan manfaat dari sayur  mayur tsb.

3). Mulai dengan porsi kecil. Apabila kita ingin mengenalkan suatu sayuran pada anak mulailah dengan porsi yang kecil. Anak melihat segala sesuatunya berdasarkan ukuran matanya sendiri. Porsi sayuran untuk orang dewasa terlihat "banyak" bagi anak-anak. Beri porsi kecil dan biarkan anak menentukan jumlah porsi yang akan dihabiskannya. Apabila si anak menghabiskan porsi kecil yang diberikan/yang dipilihnya. Jangan lupa berikan pujian dan penghargaan atas accomplishmentnya.

4) Selalu berikan "pilihan" bagi anak dan biarkan mereka memilih. Perkaya cita rasa anak dengan memperkenalkan beragam jenis sayuran dan beragam jenis pengolahannya. Jangan berasumsi apa-apa ketika memperkenalkan beragam sayuran. Walaupun kadang ada beberapa sayuran yang mungkin by natur cita rasanya lebih cocok bagi orang dewasa. (pare misalnya, sudah terkenal akan unsur pahit dari cita rasanya, maka orangtua suka berusaha menghindari pengenalan sayuran model ini, padahal belum tentu anak tidak suka).

5) Sertakan sayuran dalam pengolahan makanan yang anak suka,misalnya anak suka semur daging, sertakan wortle/kentang/squash didalam pembuatan semur, sehingga tidak hanya daging yang menjadi pilihan, tetapi ada juga pilihan sayur didalamnya. Apabila anak suka Pizza, sertakan sayuran sebagai toppingnya disamping topping kesukaannya.Buatkan pilihan panganan seperti carrot cake atau carrot muffin, roti labu, Brocolli pan cake atau cream soup dimana sayuran sudah di olah sedemikian rupa dan tidak lagi berbentuk sayuran.

Psikologi tips untuk masalah ini?

Jangan membuat anak terbebani dan overwhelmed terhadap tuntutan untuk makan sayuran. Usahakan merubah stigmatisasi negatif terhadap cita rasa sayuran. Selalu berikan pilihan dan ajak anak terlibat didalam prosesnya. Be fair, kalau anak sudah mencoba dan tidak suka rasa dari sayuran tersebut, ya jangan lantas terus dipaksa untuk makan sayuran yang dia tidak suka. Sama halnya dengan kita, anak adalah individu yg punya cita rasa dan preferences seperti orang dewasa. Kita pun tidk akan suka kalau dipaksa, disuruh makan makanan yang kita tidak suka. Terakhir jangan terlalu kecewa dan putus asa kalau anak hanya suka beberapa sayuran saja dan tidak suka sebagian besar sayuran. Masih ada jalan keluar lainnya: vitamin tambahan. Tidak suka sayuran bukan berarti si anak akan memiliki masa depan suram. Bush yang tidak suka brocolli saja bisa jadi presiden. Semoga bermanfaat.

 
< Sebelumnya   Selanjutnya >

ke atas Ke Atas go to top
border
Menu Utama
Beranda
Kumpulan Artikel
Rangkuman Diskusi
Alamat Web
Tentang WRM
Kegiatan WRM
Forum
Buku Tamu
Bunga Rampai
Baik dan Bijak
Goresan Pena
Profil Anggota
WRM Kidz




Advertisement