|
Sejak lima bulan terakhir ini, rumah kami kembali diramaikan oleh suara tangisan bayi. Terkadang, entah mengapa, tangisannya terasa indah didengar (padahal si bayi sudah berlinang-linang air mata). Terkadang, ketika rasa lelah menghampiri, tangisan itu terasa menjengkelkan dan menaikkan tekanan darah.
Seorang ibu biasanya secara alami mempelajari sendiri makna tangisan bayinya. Meskipun kali ini adalah kali kedua bagi saya untuk mengasuh bayi, tetap saja berkali-kali muncul rasa bingung saat bayi menangis. Saya pun menyempatkan diri untuk browsing di internet. Lumayan, ada juga hal-hal baru yang saya dapatkan. Berikut ini catatannya, mudah-mudahan bermanfaat.
Poin Pertama: Tidak Pernah Ada Istilah “Memanjakan Bayi” Terkadang ada pendapat yang beredar, bahwa bila bayi nangis sedikit, lalu si ibu cepat-cepat datang menghampiri, si bayi akan manja dan sikap manja ini akan terbawa sampai besar. Pendapat ini tidak benar. Tidak pernah ada istilah ‘memanjakan bayi’. Bahkan, semakin cepat Anda menghampiri bayi ketika dia menangis, dia akan semakin merasa aman. Bayi yang sehat dan normal biasanya menangis antara satu sampai tiga jam sehari. Tangisan bayi bermakna untuk menarik perhatian Anda dan di-‘desain’ untuk mempengaruhi perasaan Anda sehingga Anda terdorong untuk segera menghampirinya dan mencari tahu, apa yang membuat dia menangis. Ingatlah bayi sama sekali tidak punya niat untuk ‘mengganggu’ Anda. Dia menangis karena memang itu satu-satunya yang dia bisa lakukan untuk mengungkapkan perasaannya. Jika Anda sejak hari-hari pertama sudah membiasakan diri untuk segera menghampirinya saat ia menangis, dia akan semakin merasa aman dan akan tumbuh dengan penuh rasa keyakinan bahwa Anda selalu ada di sekitarnya dan Anda bisa dipercayainya.
Poin Kedua: Kenali sebab-sebab menangisnya si Bayi Penyebab bayi menangis, antara lain: merasa terlalu panas atau terlalu kedinginan, perut kembung, merasa tidak nyaman karena popoknya basah atau ada pup, merasa bosan dan ingin ditemani, merasa sedih dan ingin dimanjakan/digendong, atau merasa sakit. Kalau tangis bayi kelihatannya tidak seperti biasa, atau terus menangis tanpa bisa Anda atasi lagi, mintalah bantuan dokter.
Khusus bayi antara 3 –12 bulan, penyebab tangisnya antara lain: • Rasa takut (khususnya pada bayi usia 7-8 bln). Beberapa bayi merasa takut jika melihat Anda tidak ada di sampingnya dan itu membuat mereka menangis. • Ingin untuk ditemani. Ingatlah bahwa hal ini bukan bentuk kenakalan atau manipulasi si bayi. Sebagian bayi menangis karena ingin ditemani oleh ibunya. • Gigi akan tumbuh • Merasa takut akan sesuatu. Semakin besar bayi, dia semakin memperhatikan lingkungannya. Dia bisa merasa takut pada bunyi-bunyian tertentu, bahkan kadang bunyi vacuum cleaner pun bisa membuatnya menangis. • Kehilangan hal-hal yang menenangkannya, misalnya boneka atau mainan yang biasanya ada di tangannya. • Terantuk sesuatu, bila bayi sudah bisa bergerak kesana-kemari.
Poin Ketiga: Memang Ada Jenis Bayi yang Hobi Nangis Mungkin istilah hobi nangis kurang tepat. Yang dimaksud di sini, ada bayi yang memang lebih banyak menangis bila dibandingkan bayi-bayi pada umumnya. Ada beberapa alasan mengapa sebagian bayi lebih banyak menangis, antara lain, temperamen bayi yang lebih ‘cerewet’ dan sejak lahir sangat sering menangis tanpa sebab yang jelas. Ada pula bayi yang memang sensitif dan segera memprotes berbagai perasaan tidak enak yang dirasakannya (misalnya terlalu panas atau terlalu dingin). Bayi yang lahir dengan sulit (misalnya prematur atau bayi-bayi yang harus mendapat perawatan ekstra) juga biasanya lebih banyak menangis. Perubahan lingkungan, atau adanya perkembangan baru (misalnya, si bayi akan belajar merangkak), juga membuat bayi lebih banyak menangis. Orangtua yang stress pun juga membuat bayi lebih banyak menangis. Yang paling sering terjadi, bayi terserang kembung (colic) dan hal ini akan membuat bayi menangis cukup lama, biasanya pada waktu-waktu yang sama di setiap hari.
Poin Keempat: Beberapa Cara Menenangkan Tangisan Bayi • Berikan makanan, misalnya ASI atau susu botol, atau berikan kempeng dan jarinya untuk diemut (saran ini tidak terlalu saya sukai). Intinya, menyedot sesuatu akan membuat bayi merasa nyaman. • Peluk dan gendonglah bayi Anda. •Pijat bayi juga bisa menenangkan bayi. Jangan pijat perut bayi sebelum dia berusia 4 minggu. Pijatlah dengan lembut dengan menggunakan gel khusus untuk pijat bayi, hindari memijat tulang belakangnya. • Bunyi-bunyian ritmik dan musik juga bisa membantu menenangkan bayi yang menangis. Bahkan bunyi deri mesin cuci atau vacuum cleaner juga bisa membantu untuk menenangkan sebagian bayi, meskipun ada bayi yang malah tambah menangis mendengar bunyi vacuum cleaner. • Goyang-goyang bayi dalam pelukan Anda atau dalam boks-nya dengan lembut. Dibawa naik mobil sebentar pun bisa membuat sebagian bayi menjadi tenang. • Ajak bayi keluar ruangan untuk menghirup udara segar. • Usahakan agar bayi bersendawa karena mungkin penyebab tangisnya adalah rasa sesak di dada. Telungkupkan bayi di bahu/dada Anda, lalu tepuk-tepuk punggungnya dengan lembut. • Dimandikan dengan air hangat, meski ada bayi yang malah tambah menangis keras bila dimandikan.
Poin Kelima: Jangan Sedih dan Panik Ingatlah bahwa bayi tidak selalu menangis. Dibandingkan kelucuan dan kemanisan/ketampanannya, kerepotan kita akibat tangis bayi sebenarnya tidak seberapa. Lagi pula, semakin besar bayi, tangisnya pasti akan semakin berkurang karena dia akan lebih banyak tertarik kepada lingkungannya. Jangan sampai Anda panik atau naik darah saat bayi menangis tanpa Anda tahu apa yang harus Anda lakukan. Emosi yang berlebihan bisa berbahaya. Terkadang, Anda mungkin terdorong untuk mengguncang-guncang bayi yang sedang menangis. Ingatlah: mengguncang-guncang bayi sangat BAHAYA. Bila Anda sudah kehilangan kesabaran, letakkan saja bayi di tempat yang aman dan tenangkan diri Anda (mungkin dengan mencuci muka). Setelah Anda tenang, baru raih kembali bayi Anda dan berusaha menenangkannya.
Sumber: http://www.bbc.co.uk/parenting/your_kids/babies_crying.shtml |