We R Mommies

Google
Web Web WRM
border border border border
border border
Info Penting
Dompet Asuh WRM
BCA Cabang Wisma Asia
Acc # 084-044-0176
A/n Renta Simanjuntak

KAS WRM
Acc. # 103 - 000 420799 - 5
Bank Mandiri Cab Menara Thamrin
A/N Renta Simanjuntak & Hilda Yanuarti
 
Khusus Anggota





Lupa kata sandi?
border
border border border border
Pembaca diperkenankan mengutip artikel dari halaman ini dengan syarat mencantumkan sumbernya: wrm-indonesia.org.
© 2008 We R Mommies | WRM Indonesia. All rights reserved.
border
HomeborderArtikelborderForumborderWebborderKontak
  arrow pointing to the right   Beranda arrow Rangkuman Diskusi arrow Anak arrow Anak Sering Panas
Anak Sering Panas E-mail
Pengirim: We R Mommies   
Senin, 02 Oktober 2006

"Anakku sering panas, kenapa yach? Yang aku lakukan saat itu adalah memberikan dia syrup penurun panas dan kompres hangat."  Apa yang terjadi pada anak tersebut?

Yuk simak,
pendapat dokter dan anggota saat berdiskusi:

- Coba dicek kemungkinan ISK alias Infeksi Saluran Kencing. Jika demamnya berturut-turut harinya selama 72 jam coba tes lab. juga untuk melihat kemungkinan DBD.

- Karena sering panas tiba-tiba, ya bisa saja infeksi saluran pernafasan, ataupun infeksi saluran cerna. Tetapi jika gejala ini tidak ada, ya mungkin bisa dicurigai silent ISK. Namanya silent biasanya tidak ada gejala yang jelas, bisa tidak ada rasa sakit kencing, ataupun frekuensi kencing bisa saja jadi lebih sering sedikit-sedikit. Atau kemungkinan lainnya ya mungkin TBC, apalagi misalnya kalau ditambah dengan menurunnya nafsu makan. Walopun kalo TBC ini mesti benar-benar dilakukan pemeriksaan yang lebh teliti, supaya jelas benar terkena atau tidak.

- Pemeriksaan CRP, itu berfungsi untuk melihat adakah inflamasi/peradangan atau tidak, lebih mengarah ke peradangan autoimun, misalnya reumatoid arthritis, lupus atau bisa juga inflamasi lainnya seperti iflamasi bowel deases.

- TB memang bisa kambuh kalau misalnya pengobatan sebelumnya tidak tuntas,tidak akurat, resisten terhadap obat alias multiple drugs resisten (MDR), dan ada penderita dewasa TB di sekitar anak yang masih berkeliaran.

- Kalau ternyata tidak ada silent ISK, dan panasnya masih terus saja, coba diliat lagi adakah gejala-gejala TB pada anak seperti batuk lama,keringat malam, gizi buruk, dll kriteria TB? adakah orang disekitarnya yang masih menderita TB dan tidak diobati? Jangan sampai sudah diobatin tapi sumber penularannya belum diobati. Ya bisa-bisa mubazir, jangan-jangan kena lagi atau bahkan menulari anak-anak lainnya.

- Tentang demam ini, ada pengalamanku dengan dokter keluarga. "Bersyukurlah bahwa si buyung demam. Itu reaksi normal tubuhnya saat memerangi penyakit di badannya sekaligus sinyal (kepada lingkungan) bahwa ada sesuatu yang tidak beres di tubuhnya. Mengintervensi demam dengan obat-obatan penurun panas atau mengompresnya malah mengganggu proses penyembuhan yang dilakukan oleh si tubuh, karena menyetop kerja tubuh yang sedang memerangi penyakit. Hal ini sering berakibat si tubuh demam lagi karena penyebab demam belum terberantas sama sekali.

Yang penting jangan panik, diawasi saja. Usahakan si buyung tetap bisa menelan cairan, tidak perlu sekaligus banyak,misalnya setiap seperempat jam satu teguk/sendok makan. Makanan lunak seperti bubur nasi (asin, atau manis dikasih sirop/kinca) akan sangat menolong kalau si buyung susah menelan makanan biasa. Baru kalau setelah 2-3 hari panas tingginya tidak menurun dengan sendirinya, datanglah, atau kontak saya."

Wuih! Pada mulanya berat sekali untuk mengikuti "golden rules" ini, memandangi si buyung tdk berdaya di depan mata dengan demamnya yang tinggi (kebetulan selalu saat weekend, jadi aku tidak ngantor). Beberapa kali si dokter kutelpon juga, meskipun saran yang kuterima ya sepertt yang di atas itu. Lama-lama bisa juga sih aku menghadapi situasi seperti ini tanpa ada rasa panik.

Akhirnya diketemukan penyebab demam yang berulang itu ternyata (menurut dokter THT) infeksi di saluran pendengarannya: akibat pilek sempat cairan kental (congčk?) menumpuk bahkan sebagian menempel di selaput gendang bagian dalam sehingga aliran udara di saluran pendengaran terhalang.Hal ini kemudian diatasi dengan melubangi selaput gendangnya sehinga cairan kental mengalir keluar, kemudian di lubang itu disisipkan semacam pipa mini. Dengan bertambahnya usia pipa ini akhirnya akan dilepas oleh tubuh dan lubang itu akan menutup kembali. Ku syukuri, penempatan pipa pada si buyungku hanya terjadi sekali. Teman-teman sekerja ada yang anak-anaknya setiap kali harus kembali ke RS utk operasi (kecil kecil) pemasangan pipa ini sampai usia mereka sekitar 12 tahun. Menurut dokter THTku hal ini biasa, kemungkinan ada pengaruh genetisnya juga.

- Wah, ini tergantung si kecil demamnya kenapa. Rasanya anak-anak masih kecil dulu setiap kali juga demam: karena perubahan cuaca yang mendadak/tajam (misal pilek, batuk, infeksi tenggorokan), masuk angin, roodvonk, infeksi telinga tengah (misal akibat flu yang tak segera sembuh) dan lain-lain. Yang terakhir inilah menurut pengalamanku yang paling top: 2-3 hari demam cukup tinggi dan hampir setiap minggu berulang. Sekarang karena sudah tahu, aku suka jahil, si dokter selalu kuminta memeriksa semuanya: ya kuping, mata, di samping mulut/tenggorokan, hidung, dll. Pokoknya tidak boleh ada yang terlewatkan.  Yang aku dulu sering diingatkan dokterku, kalau si anak demam sebisanya jangan pakai pakaian/selimut tebal. Justru harus setipis mungkin agar panasnya bisa keluar. (MD)

 
< Sebelumnya   Selanjutnya >

ke atas Ke Atas go to top
border
Menu Utama
Beranda
Kumpulan Artikel
Rangkuman Diskusi
Alamat Web
Tentang WRM
Kegiatan WRM
Forum
Buku Tamu
Bunga Rampai
Baik dan Bijak
Goresan Pena
Profil Anggota
WRM Kidz




Advertisement