|
Bila Si Kecil Pakai Kacamata |
|
|
Pengirim: WeR Mommies
|
|
Selasa, 12 September 2006 |
|

"Bagimana ya memberikan pengertian pada anak usian 7 tahun yang harus memakai kaca mata?" demikian tanya seorang mom di milist wrm-indonesia yang ternyata putrinya harus mengenakan alat bantu kacamata. Ia ingin agar sang anak tidak berpikir menjadi mahluk aneh diantara teman-temannya dan juga siap dengan pertanyaan ataupun "sentilan" temannya. "Ada saran mommies atau dari pengalaman mommies sendiri?" tutup mom tersebut di akhir postingannya. Ingin tahu sharing para we r mommies? Ikuti rangkumannya yuk!.
" Bagaimana kalau diajak membaca buku Arthur: Arthur's Eye yang menceritakan pengalaman Arthur pertama kali harus menggunakan kaca mata kemudian merasa aneh."
" Kebetulan putraku sudah memakai kacamata sejak ia usia tiga thn. Awalnya sulit sekali memasangkan kacamata tersebut. Tapi menurut cerita omanya (karena sejak usia dua thn Joshua diasuh oma dan papanya di Brunei ya), omanya selalu memberi pengertian bahwa dengan kacamata,ia akan dapat melihat segala keindahan yang diciptakan Tuhan dengan lebih jelas. Melihat burung menjadi lebih bagus,juga saat melihat bintang, terlebih saat membaca.
Pakai kaca mata juga membantu kerusakan pada mata agar menjadi sembuh atau minimal tidak semakin bertambah rusak. Kalau kaca matanya tidak dipakai,nanti malah matanya semakin rusak sehingga harus menggunakan kaca mata dengan lensa yang lebih tebal lagi.
Menggunakan kaca mata tidak akan membuat muka menjadi jelek atau aneh,tapi bisa saja dibuat trend sendiri, misalnya memilihkan kaca mata yang funky, yang mungkin akan disukai anak. Juga biarkan dia memilih modelnya sendiri."
" Kalau di kondisi sulungku, alhamdulillaah orang tuanya dua duanya menggunakan kacamata, jadinya "pesannya" agak lebih mudah "masuk".
Dulu kebetulan saat si sulung pakai kacamata (saat usia 7 th juga), baru saja akan silaturrahim ke tanah air. Di lingkungan mertuaku kebetulan tidak umum melihat anak kecil berkacamata :(. Karenanya persiapan dimulai dari sini: membesarkan hatinya dan
mengatakan fakta bahwa dengan kacamata ia akan lebih jelas melihat.
Aku minta ia membandingkan, bagaimana ia melihat satu objek dengan atau tanpa kacamata, apa yang ia rasakan. Kelebihan lainnya berkacamata juga aku ceritakan. Kalau aku di sini misalnya,karena kami berdua pake kacamata, aku katakan si sulung jadi ia sudah masuk grup kacamata kami. Dengan demikian ada nilai plus lainnya, semisal aku mengizinkan ia membayar ke kasir sendiri bila belanja dengan aku. Atau karena ia masuk grup kacamata, ia punya hak membersihkan kacamatanya sendiri dengan tissue pembersih miliknya dll. Intinya, lihat kondisi di lingkungan sekitar si kecil, kemudian ramu resep persiapannya.
Aku juga ceritakan ke sulungku bahwa di "luar" mungkin akan ada nada nada miring dan tidak menyenangkan yang mungkin datang dari teman temannya, namun aku berusaha terus menanamkan kepercayaan diri padanya dengan bahasa yang ia mengerti bahwa tidak ada yang salah dengan berkacamata.
Bagus lagi seperti usulan dari mom yang lain, cari buku-buku dengan tema senada. Biasanya "pesannya" akan mudah masuk bila melalui hal tersebut. Intinya, ajak si sulung dialog intensif saja mom." (DaI/WRM) |