We R Mommies

Google
Web Web WRM
border border border border
border border
Info Penting
Dompet Asuh WRM
BCA Cabang Wisma Asia
Acc # 084-044-0176
A/n Renta Simanjuntak

KAS WRM
Acc. # 103 - 000 420799 - 5
Bank Mandiri Cab Menara Thamrin
A/N Renta Simanjuntak & Hilda Yanuarti
 
Khusus Anggota





Lupa kata sandi?
border
border border border border
Pembaca diperkenankan mengutip artikel dari halaman ini dengan syarat mencantumkan sumbernya: wrm-indonesia.org.
© 2008 We R Mommies | WRM Indonesia. All rights reserved.
border
HomeborderArtikelborderForumborderWebborderKontak
  arrow pointing to the right   Beranda arrow Kumpulan Artikel arrow Dapur Kita arrow Ber-halal-zabiha Ria
Ber-halal-zabiha Ria E-mail
Pengirim: Mamiek Syamil   
Selasa, 12 September 2006

Mamiekpedia : Berhalal-zabiha ria maksudnya adalah bergaul/bercengkerama dengan semua makanan yang halal dan zabiha (dhabiha).

Wikipedia : silahkan baca di sini

Awalnya saya dan suami ragu-ragu untuk memulainya. Itu terjadi sekitar tiga-empat tahun yang lalu. Memang banyak kontroversi seputar hal ini. Ada yang bilang begini dan begitu, ujung-ujungnya malah menimbulkan ketidaknyamanan antar teman. Akhirnya kami mempunyai alasan tersendiri, selain alasan pada umumnya yang disampaikan oleh para ahlinya di bidang agama.

Memang berat sekali pada awalnya, karena dengan komitmen berhalal-zabiha berarti kami tidak bisa lagi makan di McDonald atau KFC (kecuali yang sudah menyatakan halal, dan sejauh ini kami belum pernah menemuinya). Kalau ke restoran, menu utama yang kami cari adalah fried fish. Untuk belanja daging sapi dan ayam, kami harus pergi ke toko khusus yang menjual daging halal-zabiha. Itu artinya kami harus ke kota lain karena di kota kami tidak tersedia toko semacam itu. Kadang tergoda juga dengan harga daging/ayam yang super murah di grocery store.

Tapi saya masih termasuk "lembek" dalam menjalankan aturan halal-zabiha. Misal, saya masih makan ikan goreng yang digoreng di wajan yang sama dengan wajan untuk menggoreng ayam non zabiha, yang penting bukan pork. Saya juga tidak keberatan memakan hidangan ayam/daging sapi dari teman yang saya kenal baik karena saya yakin hidangan mereka considered halal, meskipun tidak zabiha. Pokoknya yang penting tidak tercemar pork. Namun mungkin karena terbiasa dengan daging/ayam zabiha, tiap kali menyantap hidangan yang non-zabiha terasa ada sesuatu yang "menyumbat" di tenggorokan. Kadang suami saya lebih suka menghindarinya dari pada makan tidak tenteram. Oleh sebab itu jika memungkinkan kami lebih memilih hidangan ikan atau seafood.

Buat saya dan suami, dengan memilih berzabiha-ria alhamdulillah telah menyelamatkan kami dari memakan makanan yang tidak halal (tercemar/tercampur pork, minuman beralkohol, dsb). Misalnya saja, hidangan di restoran yang hanya menyebut "roasted chicken", tidak tahunya saat memanggang ayam diolesi dengan sauce yang mengandung wine. Meskipun tidak berarti bahwa memilih hidangan selain beef/chicken dijamin "selamat". Dulu saya suka ke restaurant Meksiko dan hobi makan shrimp fajita. Belakangan baru saya tahu bahwa shrimp fajita ini dimasak di gridle yang sama dengan pork fajita. Memilih grilled fish-pun ada celakanya, seringkali ikan dipanggang dengan sauce yang mengandung wine, dan di-grill di tempat yang sama dengan pork.

Ternyata pilihan berzabiha-ria berdampak sangat luas dalam kehidupan kami, antara lain saya harus membuat sendiri bekal sekolah anak-anak (padahal di sekolah ada kafetaria dengan harga supermurah karena disubsidi pajak). Untunglah sekarang sudah banyak tersedia makanan siap saji yang berlabel halal-zabiha, misal sosis, chicken nugget, dan burger. Kalau tidak, bisa semaputlah saya, karena saya ingin agar anak-anak membawa bekal makanan yang sama dengan menu makan siang di sekolah pada hari itu. Saya paling "sebal" kalau menunya sesuatu yang elaborate untuk membuatnya, misal ravioli, chicken dumpling, dsb.

Memang tidak mudah berzabiha ria, tapi sejauh ini alhamdulillah baik-baik saja. Bahkan hal itu bisa menjadi rem pengendali saat ke restoran karena pilihan makanan yang bisa kami makan tidak banyak. Tapi, rem itu akan benar-benar "blong" saat kami menerima undangan makan di rumah teman yang juga berzabiha ria, santaaap saja bleh....!.

 
< Sebelumnya   Selanjutnya >

ke atas Ke Atas go to top
border
Menu Utama
Beranda
Kumpulan Artikel
Rangkuman Diskusi
Alamat Web
Tentang WRM
Kegiatan WRM
Forum
Buku Tamu
Bunga Rampai
Baik dan Bijak
Goresan Pena
Profil Anggota
WRM Kidz
Artikel Populer
Artikel Terbaru




Advertisement