We R Mommies

Google
Web Web WRM
border border border border
border border
Info Penting
Dompet Asuh WRM
BCA Cabang Wisma Asia
Acc # 084-044-0176
A/n Renta Simanjuntak

KAS WRM
Acc. # 103 - 000 420799 - 5
Bank Mandiri Cab Menara Thamrin
A/N Renta Simanjuntak & Hilda Yanuarti
 
Khusus Anggota





Lupa kata sandi?
border
border border border border
Pembaca diperkenankan mengutip artikel dari halaman ini dengan syarat mencantumkan sumbernya: wrm-indonesia.org.
© 2009 We R Mommies | WRM Indonesia. All rights reserved.
border
HomeborderArtikelborderForumborderWebborderKontak
  arrow pointing to the right   Beranda arrow Rangkuman Diskusi arrow Lain-Lain arrow Lima Detik Yang Mematikan
Lima Detik Yang Mematikan E-mail
Pengirim: We R Mommies   
Rabu, 06 September 2006

Saat bayi dipegang di bagian ketiak (atau di lengannya) kemudian digoyang dengan keras, saat itu otak bayi berguncang dengan hebat dan bersentuhan dengan tulang tengkorak kepala. Goyangan seperti itu sering dilakukan oleh orang dewasa ketika menghadapi bayi yang menangis dengan kencang dan tidak mau diam setelah sekian lama. Bahkan orang dewasa yang paling sabar sekalipun bisa menjadi "pembunuh" jika sedang menghadapi bayi yang sangat rewel. Apalagi jika orang tersebut sedang dalam kondisi stress berat (capek, kehilangan pekerjaan, sakit,lapar, dsb).

Yang mengejutkan, sebagian besar orang yang mudah kehilangan kesabaran terhadap kerewelan bayi dan mengguncang si bayi adalah : orang laki-laki (37% adalah ayah kandung si bayi, 21% adalah pacar ibu si bayi), sisanya adalah caregivers (bisa babysitter, pembantu, nenek si bayi, petugas di daycare, dsb bahkan ibu si bayi).

Cuplikan diatas disarikan dari artikel majalah Parenting terbaru "The 5-second tragedy". Disebut tragedy karena di US dilaporkan terdapat 1300 kejadian per tahun yang mengakibatkan brain-injury maupun kematian bayi. Kondisi bayi yang demikian disebut SBS (shaken baby syndrome). Menariknya SBS justru tidak terjadi pada bayi yang jatuh dari tempat tidur (tentu saja jatuhnya di karpet, bukan di keramik tile:)), bayi yang digoyang di ayunan, bayi yang digendong dan dibawa berjalan ataupun lari.

Dari artikel tersebut kita bisa mengambil tindakan preventif diantaranya :

- jika bayi sangat rewel, usahakan untuk bergantian menanganinya (jangan diserahkan ke babysitter, pembantu atau ibu si bayi saja. the mom needs a break from nerve-racking baby's cry)

- menggoyang bayi sering dilakukan karena kadang terbukti efektif menghentikan tangis bayi, so be careful, better avoid it.

- jika bayi sangat rewel, lebih baik tinggalkan bayi di kamar dalam keadaan aman, dan cari udara segar sejenak, relax sebelum kembali menghadapi si bayi

- telepon teman, siapa tahu mereka bisa menolong (misal gantian menggendong :)).

- jangan minta bantuan pada orang yang temperamental, suami sendiri sekalipun.

Hal tersebut mungkin memberi inspirasi pada moms untuk menawarkan diri menggendong si bayi jika suatu saat di tempat umum menemui bayi yang rewel dalam gendongan si ibu. Salah satu mom di wrm-indonesia menceritakan bahwa saat membawa si kecilnya yang masih bayi dalam perjalanan Indonesia-US, sang buah hati rewel sekali. Beruntungnya, tetangga duduk sang mom dengan baik hati bersedia menggendong si kecil sementara ia makan dan minum.

Mom yang lain menceritakan bahwa beberapa saat yang lalu, ada pula babysitter yang dituntut penjara seumur hidup karena kasus SDS. Bayi yang ia jaga rewel, lalu dia tutup mulut si kecil dengan menggunakan duct tape, kemudian digoyang-goyang karena kesal. Si bayi masih di rumah sakit hingga sekarang karena brain injury.

"Di majalah Parenting diceritakan ada seorang bayi yang digoyang oleh baby sitter-nya, namun cuma mengalami mild syndrome. Si bayi menjadi sedikit rewel" demikian tulis mom ini. Saat dibawa ke dokter, dokternya hanya mengatakan "sepertinya terkena infeksi telinga". Ibu si bayi tidak aware. Beberapa waktu kemudian kejadian itu berulang, si bayi pun meninggal.

Mom yang lain menceritakan bahwa saat mengalami persalinan pertamanya, ibu dan bapak "baru" diwajibkan menonton video dari RS itu tentang Shaken Syndrome Baby, pengetahuan penting untuk Bapak dan Ibu baru. Hal itu memang salah satu tindakan tepat untuk membangkitkan kesadaran para orang tua akan bahaya SSB tersebut.

Bagaimana dengan perlakuan kepada bayi ataupun balita yang dipegang di ketiaknya, kemudian di lambungkan ke udara? Apakah hal tersebut juga berbahaya mengingat mungkin terjadi goncangan pada otak? Salah satu mom di wrm-indonesia menuliskan jawabannya sebagai berikut. Awalnya ia juga mengira SBS adalah kondisi dimana bayi dilempar-lemparkan ke atas. Saat dahulu membaca tentang kegiatan tsb, dikatakn itu termasuk tindakah sangat berbahaya. Namun ternyata SBS yang dimaksud adalah tindakan mengguncang jenis lain, yang ternyata juga berbahaya.

Karenanya, kini lebih baik moms berhati hati saat menggoyang si kecil, pun saat mengikuti irama lagu. Beliau pernah membaca artikel tentang bayi kolik. Menurut pengalaman beberapa orang tua dan hasil penelitian, menggoyang dan mengguncang bayi dengan ritme tertentu dan cepat dapat menenangkan bayi yang kolik. Ternyata ada bahaya yang bersembuyi di baliknya. Mungkin menghidupkan mesin cuci, vacuum atau naik mobil keliling kompleks adalah pilihan yang lebih aman. (DaI/WRM)

 
< Sebelumnya   Selanjutnya >

ke atas Ke Atas go to top
border
Menu Utama
Beranda
Kumpulan Artikel
Rangkuman Diskusi
Alamat Web
Tentang WRM
Kegiatan WRM
Forum
Buku Tamu
Bunga Rampai
Baik dan Bijak
Goresan Pena
Profil Anggota
WRM Kidz




Advertisement