|

Begitu terpana kita mendengar berita kepergian Inong. Belum sempat terburai salam dan sapa. Hanya doa kami dari lubuk hati terdalam untukmu.
Bagi yang tak sempat bertegur sapa dan mengenal Inong, kami tampilkan ucapan terimakasih Inong untuk semua dan puisi terakhirnya.
Monday, August 28, 2006
Tuhan, Kau masih ingat janjiku malam itu? Aku sudah menepatinya bukan? Lalu.. Mengapa kabut semakin tebal menggigitku dan tiada setitik pun berkas sinar di kejauhan Aku semakin kedinginan, Tuhan Jangan biarkan ku membeku
BundaZidan&Syifa menulisnya jam 4:41 AM
Sunday, August 27, 2006
biar kuakui pada dunia bahwa rasa itu sudah tak ada
mati bersama angin
http://puisi-inong.blogspot.com/
Sunday, August 27, 2006
Terimakasih..
Terimakasih. Thank you. Hatur nuhun. Xie Xie. Kata yang sering banget kita denger di mana2. Bahkan dari kecil kita sudah diajarkan oleh orangtua kita untuk ucap terimakasih kepada orang2 di sekitar kita bila diberikan sesuatu. "Ayo bilang apa?" "Aciiih..." Saya pun begitu. Sejak anak2 belum bisa bicara pun sudah diperkenalkan dengan ini. Jadi bila mereka besar nanti at least mereka bisa menghargai (apapun bentuknya) sesuatu yang diterimanya. Walau kasat mata sekalipun.
Syifa juga sudah spontan berucap, tidak hanya kalau diberikan sesuatu, bahkan kalau saya cium pipinya sebelum tidur pun dia selalu bilang, "Tengkyu Bundaaa..." Sambil matanya berkedip2 dan senyumnya lebaaaar sekali.
Tapi ada satu teman saya, yang tiba2 saya kangeni sekali malam ini, pernah menyatakan ketidaksukaannya setiap saya berucap terimakasih padanya kala ia membuat saya senang, bahagia, tersenyum, tertawa bersama.
"Tolong jangan ucap terimakasih lagi. Saya berikan ini bukan karena terpaksa." Begitu katanya suatu hari.
Ternyata tidak semua konteks memberi-dan-menerima bisa diselesaikan dengan kata terimakasih. Ada saat di mana seseorang yang memberi malah tersinggung jika kita mengucapkan terimakasih terhadap pemberiannya. Tapi banyak juga yang lebih tersinggung lagi kalau kita lupa ucapkan terimakasih jika diberi sesuatu.
Ah, saya jadi bingung.
Terlepas dari tersinggung atau tidaknya seseorang yang jelas saya senang berucap terimakasih. Setidaknya memberikan penghargaan kasat mata terhadap orang itu.
Terakhir, Untuk kamu. (Iya kamu!) Terimakasih sudah bersama saya selama ini.
http://zidansyifa.blogspot.com/2006/08/terimakasih.html |