|

Tak lama lagi akan tiba bulan suci Ramadhan. Bagi orang tua dengan anak-anak balita maupun anak bawah usia 10 tahun, sangatlah tepat bila sebelum memasuki bulan suci Ramadhan ini kita ikut mempersiapkan anak-anak dalam menyambutnya.
1. Ajak anak untuk mengenal makna dan sejarah Ramadhan.
Buatlah ringkasan sejarah mengenai Ramadhan dalam bahasa yang mudah
dimengerti oleh anak. Untuk anak yang sudah bersekolah di kelas 1, 2 atau 3
SD, dapat diberikan berbagai proyek yang menarik.
Contohnya:
- Membuat kliping cerita mengenai Ramadhan dari berbagai buku anak
atau majalah anak. Anak diberikan satu buku gambar kosong yang dapat ditempel dengan
fotokopi artikel atau cerita dari dalam buku/majalah.
Anak dapat menghias fotokopian tersebut sesuai dengan imajinasi
dan kreatifitasnya.
- Anak diminta menceritakan pemahamannya mengenai Ramadhan.
Apa itu Ramadhan.
Apa yang diwajibkan dilakukan saat Ramadhan.
Apa yang dilarang dilakukan saat Ramadhan.
Siapa yang wajib menjalankan puasa/Shaum?
- Anak diminta bertanya mengenai Ramadhan.
- Berdiskusi dengan anak mengenai Ramadhan.
2. Ajak anak untuk mengetahui pengalaman orang tua saat orang tua kecil
dan pertama belajar berpuasa.
- Bila nenek kakek atau paman bibi juga ada, ajak semuanya untuk
bercerita pengalaman berkesan mereka saat Ramadhan.
- Kumpulkan cerita, foto atau bila ada film dokumenter mengenai
pelaksanaan ibadah puasa Ramadhan di berbagai tempat dan negara.
- Ajaklah anak untuk mengenal ritual yang biasa dilakukan
keluarga pada saat pelaksanaan puasa Ramadhan, sejak Sahur hingga
persiapan Sahur setiap harinya di bulan Ramadhan.
- Ajaklah anak untuk mengeluarkan pertanyaan dan pendapat mereka
termasuk memperkenalkan berbagai ibadah lainnya di dalam agama.
- Bagi anak Balita sosialisasi akan pentingnya Ramadhan bagi keluarga
dengan menekankan kebahagiaan keluarga akan datangnya Ramadhan
dapat dimanifestasikan dengan membersihkan dan menghiasi rumah, memutar
lagu Islami, ayat suci, dan melakukan ibadah bersama keluarga.
- Bagi anak yang sudah bersekolah, sudah wajib bagi orang tua untuk
mengajarkan tatacara ibadah, termasuk tatacara puasa Ramadhan.
Meskipun anak belum mempunyai kewajiban ntuk beribadah, namun orang tua
telah mempunyai kewajiban untuk mengajarkan dan menanamkan kecintaan
akan ibadah dan agama.
3. Ajaklah anak untuk berbicara mengenai keutamaan dan kelebihan ibadah di bulan
Ramadhan dibandingkan ibadah yang sama di lain waktu.
- Ajak anak membuat catatan mengenai kelebihan tersebut, dengan mengutip
sumbernya ( Al Quran dan Al Hadits). Bagi anak yang belum bisa menulis
dan membaca, dapat kita bantu menuliskan atau menggambarkannya. Anak dapat
memberikan hiasan atau ornamen yang disukainya.
- Buatlah permainan tanya jawab, atau model monopoli yang diubah dengan
keterangan ibadah saat Ramadhan.
4. Kesempatan baik untuk memulai mengajarkan agama kepada Balita dan anak
bawah 10 tahun.
- Mulai mengenalkan cara membaca huruf Hijaiyah.
- Membuat huruf Hijaiyah yang besar dan anak dapat diminta
mewarnai huruf tersebut sambil menghafal.
- Mengenalkan nama-nama Nabi dan Rasul Allah.
- Mengenalkan mengenai berbagai agama yang ada di dunia.
- Mengajarkan untuk menghormati dan menghargai perbedaan
di antara pemeluk agama.
- Menanamkan bahwa orangtua berkewajiban mengajarkan mengenai
fondasi dan dasar agama kepada anak-anak,sedangkan anak akan
mempunyai kewajiban selayaknya orang dewasa setelah anak memasuki masa
akil-balig.
- Memasukkan anak ke madrasah/TPA atau belajar agama secara privat.
- Mengajak anak untuk melakukan ibadah bersama baik di rumah maupun
di mesjid.
- Ikut melibatkan anak di dalam kegiatan komunitas beragama, misalnya
berbagai acara pengajian, perhelatan perkawinan, menengok kelahiran bayi,
akikah, menjenguk orang sakit, hingga acara kematian dan penguburan.
Di samping mengajarkan anak berbagai ilmu agama, yang penting diingat adalah bahwa anak merekam semua kejadian yang dialami dan dilihat dalam kesehariannya. Oleh karena itu, peran orang tua sebagai cermin yang dilihat sehari-hari oleh anak sangatlah menentukan. Jangan sampai anak-anak melihat hal yang kontradiksi antara yang diajarkan orang tua dengan yang dilakukan orang tua sendiri.
Selamat Mempersiapkan Ibadah Shaum Ramadhan. |