We R Mommies

Google
Web Web WRM
border border border border
border border
Info Penting
Dompet Asuh WRM
BCA Cabang Wisma Asia
Acc # 084-044-0176
A/n Renta Simanjuntak

KAS WRM
Acc. # 103 - 000 420799 - 5
Bank Mandiri Cab Menara Thamrin
A/N Renta Simanjuntak & Hilda Yanuarti
 
Khusus Anggota





Lupa kata sandi?
border
border border border border
Pembaca diperkenankan mengutip artikel dari halaman ini dengan syarat mencantumkan sumbernya: wrm-indonesia.org.
© 2008 We R Mommies | WRM Indonesia. All rights reserved.
border
HomeborderArtikelborderForumborderWebborderKontak
  arrow pointing to the right   Beranda arrow Kumpulan Artikel arrow Kecantikan & Busana arrow Jeans, Si Tua yang Selalu Trendi
Jeans, Si Tua yang Selalu Trendi E-mail
Pengirim: Dharwiyanti   
Kamis, 20 Juli 2006

Siapa yang tak kenal jenis pakaian legendaris ini? Hampir semua orang menyukai jenis pakaian yang dulunya identik dengan pekerja kasar ini. Jeans memang praktis: cocok dipadankan dengan aneka atasan, nyaman dipakai dan "tahan banting". Plus, ia tak pernah ketinggalan jaman, apalagi model-model yang klasik.

(Awalnya) Tidak Benar-benar Amerika

Walaupun identik dengan budaya Amerika, ternyata jeans pertama kali dibuat di Genoa, Italia sekitar tahun 1560-an untuk para pasukan Angkatan Laut.

Dalam bahasa Perancis celana panjang ini disebut bleu de Génes, dibaca "blu jin", yang berarti biru Genoa, karena warnanya yang khas. Bahan yang digunakan adalah bahan denim yang berasal dari Nimes (Perancis: de Nimes - dari Nimes). Celana serupa diketahui telah dipakai para pekerja di Inggris pada tahun 1840-an.

Dan tahukah Anda, bahwa Levi Strauss yang dianggap sebagai penemu jeans adalah seorang imigran keturunan Yahudi yang kelahiran Jerman?

Levi terlahir sebagai Loeb Strauss di Buttenheim, Bayern (Bavaria) dan migrasi ke New York pada tahun 1847 pada usia 18 tahun. Karena demam emas yang melanda saat itu, ia pindah ke San Francisco enam tahun kemudian. Tidak untuk mengadu nasib sebagai pencari emas, melainkan untuk berdagang sebagai perwakilan perusahaan kakaknya yang berpusat di New York.

Tahun 1872 Jacob Davis, seorang penjahit asal Reno, Nevada bercerita pada Levi bahwa ia memasangkan kancing logam pada ujung-ujung saku celana yang dibuatnya. Ini membuat celana tersebut menjadi lebih kuat sehingga disukai para pekerja kasar.

Pelanggan toko Levi ini mengajaknya bekerja sama untuk mematenkan desain tersebut. Pate didapat setahun kemudian, dan celana jeans pertama pun mulai diproduksi sebagai industri rumahan.

Baru pada tahun 1880 Levi mendirikan pabrik celana jeans pertama. Desain yang sekarang dikenal sebagai Levis 501 itu memiliki lima buah saku. Dua saku besar di belakang, dua saku besar di depan, dan satu lagi saku kecil di dalam saku depan sebelah kanan. Aslinya, saku kecil ini didesain untuk menyimpan jam saku dan uang logam, oleh karena itu sering disebut dengan istilah coin (Inggris: uang logam).

Para pencari emas menggunakannya untuk menyimpan butiran-butiran emas ukuran kecil. Celana jeans kemudian menjadi tren dalam fesyen, terutama sejak dipopulerkan oleh para aktor Hollywood di tahun limapuluhan. Sebut saja Elvis Presley, James Dean, dan Marlon Brando. Merk-merk lain seperti Lee Cooper dan Wrangler pun bermunculan.

Flower Generation di tahun tujuhpuluhan juga gemar mengenakan jeans flare alias lebar di bawah dengan berbagai aplikasi, bordir, juga eyelets.

Berbagai Model Jeans

Saat ini kita mengenal berbagai model dan tipe celana yang sempat dilarang di Jerman Timur pada tahun 50-an ini.. Kita sering mendengar istilah low rise, skinny, loose fit, boot cut dan sebagainya. Membingungkan? Tidak juga, kok!

Dilihat dari potongannya, secara garis besar ada tiga hal yang harus diperhatikan: rise alias "tinggi pinggang", fit alias seberapa ketat jeans melekat pada paha, dan ankle alias lebar tungkai. Celana yang sampai tahun limapuluhan masih dikenal sebagai waist overall ini bisa jatuh tepat pada pinggang, di atas, atau di bawahnya.

High rise: bagian pinggang celana jatuh di atas pusar, saat ini sedang tidak tren.
Standard rise: bagian pinggang celana sedikit jatuh di bawah pusar.
Low rise: bagian pinggang celana jatuh sekitar 3 cm di bawah pusar, kira-kira pada tulang panggul.
Ultra-low rise: bagian pinggang celana jatuh sekitar 5 cm di bawah pusar, di bawah tulang panggul


 
< Sebelumnya   Selanjutnya >

ke atas Ke Atas go to top
border
Menu Utama
Beranda
Kumpulan Artikel
Rangkuman Diskusi
Alamat Web
Tentang WRM
Kegiatan WRM
Forum
Buku Tamu
Bunga Rampai
Baik dan Bijak
Goresan Pena
Profil Anggota
WRM Kidz




Advertisement