We R Mommies

Google
Web Web WRM
border border border border
border border
Info Penting
Dompet Asuh WRM
BCA Cabang Wisma Asia
Acc # 084-044-0176
A/n Renta Simanjuntak

KAS WRM
Acc. # 103 - 000 420799 - 5
Bank Mandiri Cab Menara Thamrin
A/N Renta Simanjuntak & Hilda Yanuarti
 
Khusus Anggota





Lupa kata sandi?
border
border border border border
Pembaca diperkenankan mengutip artikel dari halaman ini dengan syarat mencantumkan sumbernya: wrm-indonesia.org.
© 2008 We R Mommies | WRM Indonesia. All rights reserved.
border
HomeborderArtikelborderForumborderWebborderKontak
  arrow pointing to the right   Beranda arrow Rangkuman Diskusi arrow Anak arrow Khawatir Saat si Kecil di Rumah: Wajarkah?
Khawatir Saat si Kecil di Rumah: Wajarkah? E-mail
Pengirim: We R Mommies   
Selasa, 18 Juli 2006

Bila moms bekerja, pernah ndak sih merasakan kekhawatiran meninggalkan si kecil yang hanya berdua dengan assistant atau suster di rumah? Apakah si kecil bertindak "liar" hanya untuk mendapatkan perhatian lebih dari sang orang tua? Apa tindakan antisipasi untuk meredam kekhawatiran akan keselamatan si kecil?. Simak beberapa tips dan sharing mommies di wrm-indonesia tentang tema tersebut.

1. Doa khusus pada Maha Kuasa dan memohon pertolongan agar selalu menjaga si kecil kita

" Sering dalam doa-doa dalam sholatku di kantor, kutumpahkan kegundahan hati dan meminta dengan amat sangat agar anak-anak di rumah dijaga olehNya, agar mereka selamat dari segala gangguan, agar selamat dari marabahaya. Sisanya hanyalah pasrah pada-Nya"

2. Percayakan pengasuhan anak selama mommies tidak di rumah pada orang yang dapat dipercaya

" Aku sih percaya dengan mbak-mbaknya putriku dirumah. Dan kebetulan kakakku tinggal tak jauh dari rumahku walau memang aku tidak dapat selalu mengandalkan kakakku untuk selalu mengawasi rumah".

"Mau ndak mau kita harus percaya dengan asisten di rumah, walau kadang aku sendiripun tidak dapat percaya dengan mereka. Berhubung aku masih tinggal bersama ibuku, jadi asisten ada yang mengawasi. Tapi kalau ibuku sedang menginep di rumah kakakku, otomatis anak anak hanya dengan pembantu. Ini yang kadang membuat aku senewen, sebentar-sebentar menelpon ke rumah.

3. Satu kewajaran bila saat si kecil bersama orang tuanya, ia cenderung bertindak "liar"

"Wajarlah bila si kecil menjadi liar dan menuntut perhatian lebih dari kita orangtuanya. Sikapi dengan hal yang biasa biasa saja fenomena keliaran ini"

4. Berikan perhatian lebih pada pendidikan attitude dan behavior

"Kalau saya, yang saya khawatirkan bukan ke fisik anak yang akan kepentok atau tergores sesuatu, namun lebih ke attitude dan behaviour. Saya memahami sekali bahwa bila anak sehari-hari lebih banyak dipegang pengasuh, pasti perkembangan behaviour dan attitude nya tak akan dapat menjadi 100% seperti yang kita harapkan. Karena saat saya di rumah, saya kerja keras menanamkan nilai-nilai moral dan juga contoh-contoh berbahasa dan berperilaku yang baik dan sopan ke anak saya."

5. Tingkatkan kuantitas komunikasi saat terpisah dengan anak

" Sering-sering telpon ke rumah dan mengingatkan sang pengasuh untuk bisa menjaga anak-anak dengan baik."

6. Khawatir boleh, namun dalam porsi wajar

" Menurut aku, wajar sih bila kita punya kekhawatiran, asal jangan terlalu berlebihan hingga menyita seluruh pikiran kita. Karena, pekerjaan di kantor juga sudah menguras tenaga dan pikiran. Jangan buang energi dengan kekhawatiran yang tidak pada tempatnya".

7. Ciptakan rumah yang aman untuk anak

"Buat rumah seaman mungkin untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan. Beberapa hal yang dapat dilakukan: simpan dengan baik kabel kabel yang berhubungan dengan sumber listrik, tutup selalu pintu kamar mandi dan dapur, singkirkan barang barang yang membahayakan dll".

8. Maksimalkan waktu berkumpul saat di rumah

"Kalau aku sekarang melakukan beberapa hal yang mungkin dilakukan untuk mengurangi kekuatiranku agar si kecil tidak terpengaruh gaya bahasa sang pengasuh. Diantaranya adalah memaksimalkan waktuku saat di rumah untuk bermain-main dengan si kecil, mohon pertolongan keluarga terdekat yang sedang berada di rumah untuk berkenan mengawasi serta mengkontrol tontonannya sang pengasuh, menelpon rumah minimal 3 jam sekali". (DaI/WRM)

 
< Sebelumnya   Selanjutnya >

ke atas Ke Atas go to top
border
Menu Utama
Beranda
Kumpulan Artikel
Rangkuman Diskusi
Alamat Web
Tentang WRM
Kegiatan WRM
Forum
Buku Tamu
Bunga Rampai
Baik dan Bijak
Goresan Pena
Profil Anggota
WRM Kidz




Advertisement