|
Perlukah Anak Memiliki Handphone? |
|
|
Pengirim: Wiwit Wijayanti
|
|
Rabu, 12 Juli 2006 |
|
Halaman 2 dari 2 Dengan adanya dampak positif dan negatif yang ditimbulkan dalam penggunaan HP oleh anak-anak, ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan oleh orang tua sebelum memberikan fasilitas komunikasi ini kepada anak,
- Apakah anak memang telah benar-benar membutuhkan HP? Jika anak masih selalu dalam pengawasan dan di lingkungan tempat anak beraktifitas terdapat fasilitas telepon (telepon sekolah, tempat kursus, rumah teman atau telepon umum), maka kiranya pemberian fasilitas ini dapat ditangguhkan.
- Apakah anak telah benar-benar siap menggunakan HP, baik secara mental maupun ketrampilan? Sudah sadarkah ia akan maksud pemberian fasilitas HP itu? Jika motivasi anak menginginkan HP hanya karena alasan “supaya sama dengan teman” atau “supaya tidak ketinggalan jaman”, maka HP tidak perlu diberikan.
Jika berbagai hal telah dipertimbangkan dan keadaan memang menjadi lebih jika anak memiliki HP, agar manfaat yang kita dapatkan, siapkan anak dengan hal-hal berikut :
- Menjelaskan pada si anak, maksud dan tujuan memberi HP adalah agar memudahkan Anda menghubungi dan mengetahui keberadaannya ketika di luar rumah.
- Menjelaskan bahwa HP termasuk barang mewah, dan harganya relatif masih mahal. Jadi, diharapkan dia pun bisa menjaga dan merawatnya dengan penuh tanggung jawab. HP yang diberikan tidak perlu memiliki berbagai macam fitur. Cukup dilengkapi dengan fungsi telpon dan SMS saja, tidak perlu adanya infrared, bluetooth yang memudahkan pertukaran gambar (MMS). Bisa juga dipilih jenis HP khusus untuk anak yang hanya memiliki beberapa tombol untuk menghubungi Ayah, Ibu, rumah & SOS. Selain itu juga designnya tahan banting karena dilapisi karet.
- Jangan memandang HP sebagai sarana untuk pamer. Pakailah seperlunya saja.
- Batasi pulsa untuk menghindari penggunaan yang berlebihan. Latih anak untuk bertanggung jawab atas fasilitas yang didapatnya.
- Bila dirasa perlu, tetapkan aturan, anak hanya boleh membawa HP ketika pergi sendirian tanpa orang tua/pengawas. Dan, begitu di rumah, HP sebaiknya diletakkan di ruang keluarga, agar orangtua juga dapat mengaksesnya. Katakan padanya, HP tersebut untuk kepentingan seluruh keluarga, maka orang tua berhak melihat sms yang masuk ke situ. Karena, kini makin banyak saja sms berbau pornografi, berbahasa vulgar, yang tentu saja belum layak dilihat si remaja.
Semoga kita dapat memanfaatkan teknologi untuk meringankan beban kita, mempermudah tugas dan kerja kita, bukan malah memetik dampak negative darinya. (Dirangkum oleh Wiwit Wijayanti dari diskusi dan berbagai sumber)
<< Mulai < Sebelum 1 2 Berikut > Terakhir >> |