We R Mommies

Google
Web Web WRM
border border border border
border border
Info Penting
Dompet Asuh WRM
BCA Cabang Wisma Asia
Acc # 084-044-0176
A/n Renta Simanjuntak

KAS WRM
Acc. # 103 - 000 420799 - 5
Bank Mandiri Cab Menara Thamrin
A/N Renta Simanjuntak & Hilda Yanuarti
 
Khusus Anggota





Lupa kata sandi?
border
border border border border
Pembaca diperkenankan mengutip artikel dari halaman ini dengan syarat mencantumkan sumbernya: wrm-indonesia.org.
© 2009 We R Mommies | WRM Indonesia. All rights reserved.
border
HomeborderArtikelborderForumborderWebborderKontak
  arrow pointing to the right   Beranda arrow Rangkuman Diskusi arrow Ekonomi Keluarga arrow Bagaimana Cara Mengatasi Rasa Malu Pada Anak?
Bagaimana Cara Mengatasi Rasa Malu Pada Anak? E-mail
Pengirim: We R Mommies   
Rabu, 12 Juli 2006
Bagaimana caranya mengatasi rasa malu pada anak? Soalnya putri saya setiap kali bertemu dengan teman sebayanya, pasti menyingkir dan langsung pulang. Ia hanya melihat teman-temannya bermain dari rumah saja. Dan setiap kali aku Tanya "Ko tidak ikut bermain dengan temannya?" dan ia akan menjawab "Aku malu mama!". Curhat seorang mom di milist We R Mommies. Dan berikut tanggapan dari moms yang lainnya.

Sharing pertama demikian, "Kebalikan dengan putra saya, setiap pagi/siang/sore ia pasti mengintip terus di pagar, kalau ada teman-temannya yang bermain diluar! kalau ada maka ia memaksa harus keluar bermain juga walaupun itu belum waktunya ia untuk bermain dan kalau di larang pasti langsung ngambek. Sebaiknya cari tau apa penyebab ia merasa malu dan kita juga pelan-pelan memberikan pengertian tentang MALU terhadap batita kita".

Mom berikut, pernah mengalami hal yang sama demikian ceritanya "Anak saya juga dulu seperti itu kalau ada teman - temannya, dia cuma melihat dari jauh saja kalau temannya sudah pada pulang baru ia berani bermain. Aku merasa gemas kenapa anakku tidak bermain dengan temannya?. Tapi seiring waktu dia akhirnya bisa bermain dengan temannya tanpa rasa malu."

Sepertinya rasa malu terhadap batita itu hal yang biasa, mom berikut juga mengalaminya, ceritanya demikian "Putri saya juga dulu pemalu. Saat masuk sekolah minggu pertama kali di gereja yang baru, dia pegangan kenceng sama saya dan tidak mau lepas. Saat itu ia belum mengerti arti kata malu yang dia tau hanya kata takut. Pelan-pelan saya arahkan bahwa main bersama teman itu sangat menyenangkan."

"Jangan memaksa anak untuk bermain dengan temannya karena anak akan ketemu saat yang tepat untuk bisa masuk bermain dengan temannya." Masih menurut beliau, "Saat ini putri saya juga sedang mengalami proses transisi dengan lingkungan rumah baru, tiap hari aku selalu coba ajak dia melihat-lihat bahwa lingkungan komplek rumahnya itu nyaman juga dan bisa bersahabat seperti lingkungan rumah yang lama. Beruntung sekali di komplek kami ada banyak sekali taman. Disitulah putri saya kemudian perlahan mulai belajar punya teman lagi dan belajar menyingkirkan rasa malunya. Memang susah, setiap kali ketemu teman-temannya di Taman dia hanya sembunyi dibelakang pengasuhnya , tapi lama kelamaan ia bisa juga beradaptasi." Sharingnya menutup diskusi kali ini. (WRM/SA)

 
< Sebelumnya   Selanjutnya >

ke atas Ke Atas go to top
border
Menu Utama
Beranda
Kumpulan Artikel
Rangkuman Diskusi
Alamat Web
Tentang WRM
Kegiatan WRM
Forum
Buku Tamu
Bunga Rampai
Baik dan Bijak
Goresan Pena
Profil Anggota
WRM Kidz




Advertisement