We R Mommies

Google
Web Web WRM
border border border border
border border
Info Penting
Dompet Asuh WRM
BCA Cabang Wisma Asia
Acc # 084-044-0176
A/n Renta Simanjuntak

KAS WRM
Acc. # 103 - 000 420799 - 5
Bank Mandiri Cab Menara Thamrin
A/N Renta Simanjuntak & Hilda Yanuarti
 
Khusus Anggota





Lupa kata sandi?
border
border border border border
Pembaca diperkenankan mengutip artikel dari halaman ini dengan syarat mencantumkan sumbernya: wrm-indonesia.org.
© 2008 We R Mommies | WRM Indonesia. All rights reserved.
border
HomeborderArtikelborderForumborderWebborderKontak
  arrow pointing to the right   Beranda arrow Kumpulan Artikel arrow Kesehatan Kita arrow Depresi Pasca Melahirkan : Bukan Sebuah Kutukan!
Depresi Pasca Melahirkan : Bukan Sebuah Kutukan! E-mail
Pengirim: hani iskadarwati   
Selasa, 27 Juni 2006
Seberapa lazim depresi terjadi selama dan sesudah kehamilan?

Depresi yang terjadi selama dan dalam jangka waktu satu tahun sesudah melahirkan dikategorikan sebagai depresi perinatal. Jumlah perempuan yang menderita secara tepatnya tidak diketahui. Para ilmuwan percaya bahwa depresi adalah salah satu dari komplikasi yang paling sering terjadi selama dan sesudah kehamilan.

Seringkali depresi tidak diketahui dan tidak diobati karena beberapa gejala dan perubahan yang dialami mempunyai kesamaan dengan gejala yang dialami oleh kehamilan normal pada saat yangbersamaan,sehingga dianggap sebagai suatu kelaziman. Gejala kelelahan, sulit tidur, reaksi emosional yang kuat, perubahan berat badan, selama dan sesudah kehamilan adalah gejala yang sama ditemui saat kehamilan dan sesudah kehamilan yang merupakan juga gejala depresi.

Apa penyebab depresi?

Banyak alasan yang dapat dikemukakan sebagai penyebab perempuan menderita depresi. Perubahan hormon atau kejadian di dalam kehidupan yang menimbulkan stress seperti saat kematian di dalam keluarga, menyebabkan perubahan kimiawi di dalam otak yang mengarah menuju depresi. Depresi juga merupakan sebuah penyakit yang berlangsung di dalam sebuah keluarga. Kadangkala tidak jelas penyebab dari depresi itu sendiri.

Selama kehamilan

Ada hal-hal yangdapat memicu terjadinya depresi selama kehamilan:

- Pernah menderita depresi atau menderita kekerasan
- Ada di dalam keluarga penderita penyakit mental
- Kurangnya support dan dukungan keluarga dan teman
- Kekhawatiran akan bayi yang dikandung
- Masalah kehamilan atau kelahiran terdahulu
- Masalah perkawinan atau keuangan
- Hamil usia muda

Setelah kehamilan

Depresi setelah kehamilan atau pasca melahirkan disebut dengan postpartum depression atau peripartum depression. Setelah melahirkan perubahan hormonal yang terjadi di dalam tubuh perempuan dapat memicu terjadinya depresi. Selama kehamilan, terjadi lonjakan jumlah estrogen dan progesteron. Dalam jangka waktu 24 jam setelah melahirkan, jumlah estrogen dan progesteron kembali normal seperti sebelum saat kehamilan.

Para ilmuwan berpendapat bahwa perubahan drastis pada tingkat kandungan hormon yang menyebabkan terjadinya depresi. Bayangkan saja bila perubahan kandungan hormon yang sedikit saja dapat menimbulkan PSM pada orang-orang tertentu, apalagi perubahan kandungan hormone secara drastis.

Biasanya, tingkat dari hormon tiroid juga turun setelah melahirkan. Tiroid adalah kelenjar kecil di leher yang membantu mengatur metabolisme tubuh ( bagaimana tubuh menggunakan dan menyimpan energi dari makanan). Tingkat tiroid yang rendah dapat menyebabkan gejala depresi, termasuk mood deperesi, kehilangan semangat hidup, gusar, lemas, sukar berkonsentrasi, sulit tidur, dan bertambahnya berat tubuh.

Tes darah yang sederhana dapat memberitahukan apakah rendahnya tingkat tiroid yang menyebabkan depresi pada seorang perempuan. Bila ini penyebabnya, dokter dapat memberikan resep untuk mengembalikan tingkat tiroid ke tingkat yang seharusnya.

Faktor lain yang dapat mempengaruhi timbulnya depresi, antara lain :

- Kelelahan setelah melahirkan, berubahnya pola tidur, dan kurangnya istirahat seringkali menyebabkan ibu yang baru melahirkan belum kembali ke kondisi normal meskipun setelah berminggu-minggu dari saat melahirkan.
- Kegalauan dan kebingungan dengan kelahiran bayi yang baru, perasaan tidak PD dengan kemampuan diri untuk dapat merawat bayi yang baru sementara masih merasa bertanggung jawab dengan semua pekerjaan yang ada.
- Perasaan stress dari perubahan dalam pekerjaan maupun kerutinan dalam rumah tangga. Sementara banyak perempuan yang merasa berkewajiban untuk menjadi ‘super woman’ yang tidak realistis dan sulit dicapai, malahan akan menambah stress yang ada.
- Perasaan kehilangan akan identitas diri, akan kemampuan diri, akan figur tubuh sebelum kehamilan, akan perasaan dapat mengontrol diri sebelum kehamilan, akan perasaan menjadi kurang menarik.
- Kurangnya waktu untuk diri sendiri, tidak dapatnya mengontrol waktu sebagaimana yang dapat dilakukan sebelum dan selama kehamilan, harus tinggal di dalam rumah dalam jangka waktu lama, juga kekurangan waktu pribadi dengan orang yang dicintai selain dari bayi yang baru lahir.

Gejala Depresi:

- Perasaan sedih, tak berdaya, dan galau
- Sering menangis
- Tak ada energi dan motivasi hidup
- Makan terlalu banyak atau terlalu sedikit
- Tidur terlalu banyak atau terlalu sedikit
- Sulit untuk fokus, mengingat atau mengambil keputusan
- Rasa tak berharga dan rasa bersalah
- Kehilangan semangat atau kenyamanan dalam beraktifitas
- Menjauhkan diri dari teman atau keluarga
- Sakit kepala, nyeri di dada, jantung berdebar-debar dan nafas cepat.

Setelah melahirkan, gejala lain dari depresi dapat termasuk ketakutan untuk menyakiti bayi dan dirinya sendiri (rasa ingin bunuh diri) dan tidak ada ketertarikan pada bayi.



 
< Sebelumnya   Selanjutnya >

ke atas Ke Atas go to top
border
Menu Utama
Beranda
Kumpulan Artikel
Rangkuman Diskusi
Alamat Web
Tentang WRM
Kegiatan WRM
Forum
Buku Tamu
Bunga Rampai
Baik dan Bijak
Goresan Pena
Profil Anggota
WRM Kidz




Advertisement