We R Mommies

Google
Web Web WRM
border border border border
border border
Info Penting
Dompet Asuh WRM
BCA Cabang Wisma Asia
Acc # 084-044-0176
A/n Renta Simanjuntak

KAS WRM
Acc. # 103 - 000 420799 - 5
Bank Mandiri Cab Menara Thamrin
A/N Renta Simanjuntak & Hilda Yanuarti
 
Khusus Anggota





Lupa kata sandi?
border
border border border border
Pembaca diperkenankan mengutip artikel dari halaman ini dengan syarat mencantumkan sumbernya: wrm-indonesia.org.
© 2009 We R Mommies | WRM Indonesia. All rights reserved.
border
HomeborderArtikelborderForumborderWebborderKontak
  arrow pointing to the right   Beranda arrow Rangkuman Diskusi arrow Ekonomi Keluarga arrow Jamu Pelancar ASI dan Serba-Serbinya
Jamu Pelancar ASI dan Serba-Serbinya E-mail
Pengirim: We R Mommies   
Rabu, 21 Juni 2006

Seorang Ibu WRM menanyakan soal jamu / kaplet / kapsul untuk mempelancar keluarnya asi yang aman dan halal untuk dikonsumsi? Karena ibu itu mengeluhkan produksi asinya yang menurun setelah kerja, padahal bayi-ku yang baru berusia3 bulan mulai bertambah nafsu minum ASInya semakin banyak. Ibu itu baru tahu bahwa Molocco B-12 dan Laktafit sudah dinyatakan haram oleh MUI.

Seorang Ibu WRM kedua memberitahukan bahwa sesunggunya sudah dibicarakan masalah per-ASI-an sama walau berbeda di http://wrm-indonesia.org/index.php?option=content&task=view&id=703&Itemid=157, yaitu Produksi ASI Menurun, Puting Susu Lecet

Ibu itu menjelaskan bahwa Rileksisasi bisa membuat ASI bertambah banyak, dan air minum intake sesuai kebutuhan juga membantu produksi ASI.

Ibu WRM ketiga mendapat pesanan dari DSAnya untuk tidak minum-minum Jamu untuk memperbanyak produksi ASI, dan tambah DSAnya lagi, jumlah ASI akan bertambah sendirinya bila intake yang dilakukan sang bayi juga banyak. Juga keikhlasan perlu dalam memberikan ASI. Ibu ini juga menganjurkan untuk memperbanyak asupan makanan bergizi seperti daun Katuk, karena dipercaya, daun katuk bisa memperbanyak produksi ASI.

Ibu WRM keempat memberikan pendapat bahwa ibu itu mendapatkan anjuran dari Ahli Asi bahwa tidak disarankan meminum jamu, karena selain ada dampak negatif untuk penggunaan dalam jangka panjang, Ibu tersebut menambahkan selama Ibu pemberi ASI tenang dan yakin, maka ASI akan lancar produksinya. Ditambahkan support suami juga membantu menambah jumlah produksi sang Ibu. Terakhir Ibu itu memberi anjuran untuk memompa ASI tiap 3 jam,berapapun hasilnya. Menurut ibu itu usahakan bila berada dirumah untuk langsung menyimpan ASI dalam botol ASI yg dari kaca beling (kalo plastik,lemaknya suka nempel di kemasan plastik itu). Bila sedang berada diperjalanan/atau di kantor, usahakan membawa cool box atau termos plus es. Sesampainya di rumah, masukkan botol2 itu kedalam Freezer, dan untuk tidak lupa memberikan label terhadap botol-botol itu, kapan ASI itu diproduksi, dan berapa cc yang ada di botol.

Ibu WRM ke lima memberikan resep untuk memproduksi ASI dengan banyak, yang ternyata mudah sekali. Menurut Ibu itu perbanyak makan sayur -aka 4 sehat 5 sempurna akan lebih baik- (apapun sayur dilalap aja, jangan pilih2 & jangan takut gemuk), banyak minum air putih, pikiran, perasaan & hati tenang (seperti kata Ibu keempat), Insya Allah ASI lancar dan cukup .

Ibu WRM ke enam menambahkan tentang Daun Katuk dan Jamu: pertama tentang daun katuk dan jamu. Menurut beliau secara ilmu kefarmasian, daun katuk memang mempunyai daya kerja meningkatkan produksi ASI. untuk kemudahan kemudian diproduksi berupa kapsul ataupun kaplet. Tetapi yang namanya juga tanaman, kandungan zat aktif di dalam daun katuk itu bervariasi, tergantung tempat ia ditanam lah, perlakuan yang ia terima. Maka kadang bagi sebagian orang berefek, sebagian tidak. Juga berbeda ekstrak daun katuk yang dijual masih sebagai jamu atau sudah sebagai fitofarmaka. tentang beda jamu dengan fitofarmaka. Tambahan Ibu itu juga merujuk pembahasan di koran Kompas seperti di http://www.kompas.com/kesehatan/news/0602/24/164256.htm

Kembali keyakinan menjadi masalah yang penting dalam produksi ASI, dan masalah apapun, seperti maslaah meminum obat. Dalam memutuskan untuk tidak mem-boost dengan obat ataupun fitofarmaka, yakin dan pede juga perlu. Dimana secara ilmiah keyakinan ini disebut Self Healing, Spiritual Healing, dan semacamnya. walau asalnya dari timur, banyak orang di barat mulai mempraktikkan metode ini. Yoga, Ayuverda, dan sebangsanya itu menjadi laris manis deh. biasanya yang ditanamkan adalah ketenangan, berpikir positif, banyak berdoa/meditasi sesuai keyakinan, dan tentu saja rasa cinta.

Ibu WRM ke tujuh menceritakan pengalaman relaksisasi yang membantu memperbanyak produksi ASI, seperti ini: "try to relax dan tetep percaya diri. Aku dulu pernah dalam masa ASI eksklusif sempet produksi ASI drop karena capek, stress di kantor dll...akhirnya aku milih cuti 1 hari. Pulang kantor, aku ijin suami mo [untuk] luluran..besoknya saat cuti aku bener-bener soothe myself dengan doing something that can make me relax..yaitu cooking..trus main sama anak-anak...waktunya cuman 1 hari tapi bener-bener aku bisa ngelupain load kerjaan di kantor, kembali happy dan semangat dan bener-bener berpengaruh pada produksi ASI ku. Memang perjuangan ibu bekerja untuk bisa memberikan ASI eksklusif itu nggak mudah, banyak cobaan, tapi kalau ada tekad bulat mudah-mudahan bisa...banyak juga yang berhasil kok."

Ibu WRM ke delapan menganjurkan pentingnya positive thinking. Karena kalau sebagai ibu memaksakan diri untuk memenuhi target, membuat ibu stress yang bisa menurunkan kadar produksi ASI. Kembali Sayur Mayur dan buah-buahan merupakan anjuran untuk memperbanyak ASI, terutama sayuran hijau. Juga perlunya dukungan moril suami yang bisa memberi semangat ibu dan membantu produksi ASI sang Ibu. Ibu ke delapan menggunakan Jamu segar dari kunyit dan Asam, yang menurut ibu membantu membuat Ibu ini segar.

Ibu ini memberikan tips-tips yang di rangkum dari milis sebelah yaitu dari (Milis Sehat) yang ditulis oleh Luluk Lely Soraya, seperti berikut ini, rangkuman dari berbagai sumber AAP, La Leche Legue, Breastfeeding.com, WHO dsbnya

1. Tingkatkan frekuensi menyusui/memompa/memeras ASI. Jika anak belum mau menyusu krn masih kenyang, perahlah / pompalah ASI. Ingat ! produksi ASI prinsipnya based on demand sama spt prinsip pabrik. Jika makin sering diminta (disusui/diperas/dipompa) maka makin banyak yg ASI yg diproduksi.

2. Kosongkan payudara setelah anak selesai menyusui. Bahasan ini masih terkait dg point di atas. Makin sering dikosongkan, maka produksi ASI juga makin lancar.

3. Yg tidak kalah pentingnya : ibu harus dalam keadaan RELAKS. KONDISI PSIKOLOGIS ibu menyusui sangat menentukan keberhasilan ASI eksklusif. Menurut hasil penelitian, Lebih dari 80% lebih kegagalan ibu menyusui dalam memberikan ASI eksklusif adalah faktor psikologis ibu menyusui. Ingat : 1 pikiran "duh ASI peras saya cukup gak ya?" maka pada saat bersamaan ratusan sensor pada otak akan memerintahkan hormon oksitosin (produksi ASI) utk bekerja lambat. Dan akhirnya produksi ASI menurun.

Relaks saja ya bu. Disini sebetulnya peran besar sang ayah. Jika ayah mendukung maka ASI akan lancar. Mendukung bisa dg berbagai cara mulai dari menyemangati istri hingga hal2 lain spt menyendawakan bayi setelah menyusu, menggendong bayi utk disusukan ke ibunya, dsbnya.

4. Hindari pemberian susu formula.
Terkadang karena banyak orangtua merasa bahwa ASInya masih sedikit atautakut anak gak kenyang, banyak yg segera memberikan susu formula. Padahal pemberian susu formula itu justru akan menyebabkan ASI semakin tidak lancar. Anak relatif malas menyusu atau malah bingung puting terutama pemberian susu formula dg dot. Begitu bayi diberikan susu formula, maka saat ia menyusu pada ibunya akan kekenyangan. Sehingga volume ASI makin berkurang. Makin sering susu formula diberikan makin sedikit ASI yg diproduksi.

5. Hindari penggunaan DOT, Pacifier *empeng*, dkknya
Jika ibu ingin memberikan ASI peras/pompa (ataupun memilih susu formula) berikan ke bayi dg menggunakan sendok, bukan dot ! Saat ibu memberikan dg dot, maka anak dapat mengalami BINGUNG PUTING (nipple confusion).
Kondisi dimana bayi hanya menyusu di ujung puting seperti ketika menyusu dot. Padahal, cara menyusu yang benar adalah seluruh areola (bag. gelap di sekitar puting payudara) ibu masuk ke mulut bayi. Akhirnya, si kecil jadi ogah menyusu langsung dari payudara lantaran ia merasa betapa sulitnya mengeluarkan ASI. Sementara kalau menyusu dari botol, hanya dengan menekan sedikit saja dotnya, susu langsung keluar. Karena itu hindari penggunaan dot dsbnya.

6. Datangi klinik laktasi. Jangan ragu untuk menghubungi atau konsultasi dg klinik laktasi. Disana ibu dan ayah mendapatkan masukan secara teknis agar ASI tetap optimal.

7. Ibu menyusui mengkonsumsi makanan bergizi.

8. Lakukan perawatan payudara : Massage / pemijatan payudara dan
kompres air hangat & air dingin bergantian.

Ibu WRM ke Sembilan menyatakan, mengenai moloco & lactafit di www.medicastore.com, dan ibu tersebut telah menelpon customer servicenya menurut customer servicenya produk ini adalah halal, karena memakai plasenta sapi dan halal, dan sudah mendapatkan sertifikat halal. Ibu tersebut juga sudah menanyakan hal yang sama ke Dokter Obygnnya yang menyatakan hal yang sama. Ibu itu menambahkan bahwa dengan sering dipompa (bukan lamanya waktu memompa) yang bikin produksi ASI kita makin banyak. Menurut pengalaman beliau obat2an ini bisa jadi 'doping'/alternatif saat kita lagi stres kerjaan atau ketika sedang kurang kurang makan/minum ato kondisi lain yang mungkin bisa membuat produksi ASI kita berkurang.

 
< Sebelumnya   Selanjutnya >

ke atas Ke Atas go to top
border
Menu Utama
Beranda
Kumpulan Artikel
Rangkuman Diskusi
Alamat Web
Tentang WRM
Kegiatan WRM
Forum
Buku Tamu
Bunga Rampai
Baik dan Bijak
Goresan Pena
Profil Anggota
WRM Kidz




Advertisement