|
Seorang Ibu menceritakan bahwa anak temannya harus masuk rumah sakit karena terserang infeksi saluran kencing karena seringnya menahan pipis. Menurut psikolognya anak umur 2-3 tahun sedang dalam masa membangkang, dan sangat menjengkelkan kita orang tuanya. Dan anjuran psikolog untuk orang tuanya agar bersabar dengan sifat pembangkangnya itu. Ibu itu juga bercerita bahwa anaknyapun suka menahan pipis. Mungkin karena keasikan menonton program anak-anak kesukaannya di televisi.
Ibu yang kedua bercerita pengalaman potty training dengan anaknya. Anaknya yang pertama sering ketakutan dengan gurunya ketika di PreSchool, yang menyebabkan ia menahan pipis tetapi tidak bisa tertahan lagi, begitu sampai di depan pintu rumah.
Ibu itu mengutip pendapat expert yang berkata, "Thats not parent's achievement, but the kid's achievement". Ibu tersebut yang stress karena anak sulungnya yang ketika berusia 4 tahun belum juga bisa potty training, sedangkan anaknya sendiri malah tenang-tenang saja. Sambil menyinggung soal kebersihan toilet duduk, Ibu itu menganjurkan selalu mengelap ring duduk dengan antibacterial wipes, untuk mengelap ring sebelum diduduki anak-anaknya.
Ibu yang ketiga berbagi pendapat, bahwa anaknya dipaksakan untuk berlama-lama di WC sampai keluar. Juga menganjurkan kekonsistenan program potty training tersebut terhadap anak, dan tidak adanya pemindahan tangan dari pengasuh-pengasuh dalam masalah potty training. Ibu tersebut menganjurkan untuk membawa anak-anak ke WC setiap 3-4 jam sekali, atau kurang tergantung jumlah asupan minuman dari seorang anak.
Ibu itu juga menjelaskan bahwa infeksi saluran kencing bukan karena anak menahan pipis, tetapi karena kearah kebersihan/higienis dari anak tersebut. Terutama anak perempuan, bentuk kelamin perempuan memudahkan mudahnya bakteri mudah masuk ke kemaluan anak perempuan dibandingkan counter partnya (anak laki-laki). Juga kebiasaan membiarkan anak-anak bermain tanpa celana dalam bisa menyebabkan infeksi ini. Cranberry juice, supplement cranberry, dan minum-minuman asam bisa membunuh bakteri-bakter penyebab infeksi saluran kencing itu.
|