|
Halaman 1 dari 2 Seorang ibu mengeluhkan berat badannya yang bertambah semenjak kelahiran anak pertamanya. Beratnya bertambah sekian puluh kilo, dan sang suami sudah secara explisit membicarakan kelebihan berat badannya itu. Dirinya pun menyadari keadaan dirinya yang kurang gesit entah dalam bermain bersama anak-anaknya atau dalam mengerjakan pekerjaan rumahnya sehari-hari.
Ibu tersebut sudah lama sekali tidak berolah raga yang dulu sangat sering dilakukannya. Setelah melihat iklan-iklan entah di televisi atau di koran-koran, Ibu kemudian itu mencoba meminum slimming tea . Ternyata bukannya berat badan ibu tersebut menurun, tetapi slimming tea itu membuat ibu tersebut kekurangan air (dehidrasi), pusing-pusing, mual-mual, diare dan kambuhnya ambeiennya. Untung, sang ibu segera menghentikan meminum slimming tea 2 hari setelah gejalanya yang tidak menyenangkan itu. Kemudian ia juga mendengar berita bahwa saudara sepupunya harus dirawat di rumah sakit setelah meminum slimming tea dari merk yang berbeda selama lebih dari 2 minggu. Setelah diselidik-selidik, slimming tea itu mengandung laxative atau obat pencahar. Di Amerika Serikat, badan pengawasan obat dan makanan Food and Drug Administration (FDA) melakukan penelitian dan menemukan bahwa laxative ini hanya menyebabkan diare yang terus menerus dan tidak ada hasil yang menunjukkan adanya pengurangan asupan kalori ke dalam tubuh oleh obat ini. Dalam laporan FDA itu, ditemukan bahwa ada 3 efek samping yang bisa terjadi pada mereka yang mengkonsumsi slimming tea itu, antara lain: a. Jangka pendek : perut keram, mual-mual, muntah-muntah, diare yang berlangsung berhari-hari. b. Kronis: Dalam laporan FDA disebutkan orang-orang yang mengkomsumsi lebih lama akan mengalami usus rusak dan bahkan mungkin diperlukan operasi pembuangan usus yang rusak itu. c. Parah/akut: Pingsan berkelanjutan, kekurangan air, kurangnya kandungan potasium dalam darah, kelumpuhan, detak jantung tidak teratur, dan mungkin membawa kepada kematian. Obat-obat penurun berat badan baik dalam bentuk minuman jus maupun pil, juga diperkirakan mengandung laxative. Bahan laxative itu mengandung Senna, Aloe, akar Rhubarb (Rhubarb sendiri adalah tanaman yang berair dimana daunnya bisa untuk salad, dan akarnya bisa dimakan seperti lobak), castor oil. Sejak jaman dahulu kala bahan-bahan ini digunakan sebagai obat untuk melancarkan pencernaan atau menyembuhkan sulit buang air besar.
<< Mulai < Sebelum 1 2 Berikut > Terakhir >> |