|
Pengirim: Dharwiyanti
|
|
Kamis, 08 Juni 2006 |
Mendengarkan sebuah album cover version, walaupun diistilahkan sebuah “tribute to”, tak cukup hanya dengan kuping terbuka. You also have to keep your mind open. Apalagi jika yang dicover adalah penyanyi atau band favoritmu. Kadang kita sudah terlanjur sinis dan merendahkan si penyanyi atau band pengcover. Atau nggak rela lagu-lagu favoritmu dinyanyikan dengan gaya berbeda.
“Killer Queen”, album “tribute to” -bisa ditebak- band legendaris Inggris Queen ini dirilis Agustus tahun 2005 lalu. Album ini memuat enam belas lagu, cukup banyak memang.
Mari kita simak dulu. 1. We Are The Champions - Gavin DeGraw 2. Tie Your Mother Down - Shinedown 3. Bohemian Rhapsody - Constantine/London Cast Of The Musical “We Will Rock You” 4. Stone Cold Crazy - Eleven/Josh Homme 5. Good Old Fashioned Lover Boy - Jason Mraz 6. Under Pressure - Joss Stone 7. Who Ways To Live Forever - Breaking Benjamin 8. Bicycle Race - Be Your Own Pet 9. Crazy Little Thing Called Love - Josh Kelley 10. Sleeping On The Sidewalk - Los Lobos 11. Killer Queen - Sum 41 12. Death On Two Legs - Rooney 13. Play The Game - Jon Brion 14. Bohemian Rhapsody - The Flaming Lips 15. 39 - Ingram Hill 16. Fat Bottom Girls - Antigone Rising Queen adalah salah satu band yang ‘tepat’.
Punya lagu-lagu yang tepat walau kadang revolusioner seperti “Bohemian Rhapsody”. Muncul di saat dan tempat yang tepat dengan gaya glamournya. Punya vokalis (rock) yang tepat, padahal karakter vokal Freddy Mercury kadang berbau opera.
Dan jelas nggak mudah untuk membawakan lagu-lagu mereka dalam album semacam ini. Membawa gaya sendiri, salah. Atau mau meniru dan dibanding-bandingkan dengan Freddy? Mungkin itu yang membuat ada dua versi lagu “Bohemian Rhapsody” dalam album ini. Versi Constantine jelas lebih “merdu”, tapi nggak menawarkan sesuatu yang baru.
Sebaliknya versi Flaming Lips yang walau banyak dicaci kritikus, tapi justru lebih saya suka. Bisa diduga, kedua pilihan ini mencoba memuaskan kedua kubu. Sum41, Josh Kelley, Jason Mraz, atau Rooney berada di kubu “karaoke” dengan sedikit perubahan pada aransemen sehingga agak beraroma alternative.
Masuk-masuk aja di kuping saya, apalagi “Killer Queen” versi Sum41. Tapi ya itu tadi, nggak segar di kuping karena nggak ada yang baru. Sebaliknya Joss Stone berhasil membawakan Under Pressure dengan sangat berbeda, dan menjadi lagu favorit saya di album ini. Juga Antigone Raising, rock chicks dengan “Fat Bottom Girls” yang seru banget! Tapi versi “suka-suka” pun nggak semua bagus. “Bicycle Race” yang dibawakan Be Your Own Pet, agak aneh dan membuat lagu ini nggak lagi fun. Juga Eleven yang membawakan “Stone Cold Crazy” secara lebih lembut daripada Metallica, tapi juga lebih nggak pas. Secara keseluruhan, album ini cukup menarik. Just have an open mind and don’t expect Freddy rise from his grave. |