We R Mommies

Google
Web Web WRM
border border border border
border border
Info Penting
Dompet Asuh WRM
BCA Cabang Wisma Asia
Acc # 084-044-0176
A/n Renta Simanjuntak

KAS WRM
Acc. # 103 - 000 420799 - 5
Bank Mandiri Cab Menara Thamrin
A/N Renta Simanjuntak & Hilda Yanuarti
 
Khusus Anggota





Lupa kata sandi?
border
border border border border
Pembaca diperkenankan mengutip artikel dari halaman ini dengan syarat mencantumkan sumbernya: wrm-indonesia.org.
© 2008 We R Mommies | WRM Indonesia. All rights reserved.
border
HomeborderArtikelborderForumborderWebborderKontak
  arrow pointing to the right   Beranda arrow Kumpulan Artikel arrow Kesehatan Kita arrow Waspadai si Anemia!
Waspadai si Anemia! E-mail
Pengirim: DA Inayati   
Selasa, 06 Juni 2006
Faktor risiko apa yang dapat menyebabkan kondisi anemia?

Ada beberapa faktor risiko yang dapat menimbulkan kondisi anemia. Beberapa di antaranya adalah pola makan rendah kandungan besi dan vitamin, khususnya folat; gangguan intestinal yang akan mempengaruhi absorpsi zat-zat gizi ke dalam tubuh; kondisi kehamilan dimana tubuh memerlukan asupan besi yang lebih tinggi; menstruasi; penyakit penyakit kronis; riwayat kesehatan keluarga dengan kasus anemia serta pecandu alkohol.

Banyakkah kasus anemia yang ditemukan di Indonesia?

Anemia gizi masih merupakan masalah gizi utama di Indonesia. Walaupun telah dilakukan banyak upaya untuk menurunkan kasus anemia, data terakhir tetap menunjukkan bahwa prevalensi anemia gizi besi tetap tinggi. Terlebih dengan terjadinya krisis ekonomi di Indonesia, kasus anemia gizi, khususnya pada anak balita miskin, makin meningkat.

Survey yang dilakukan oleh Hellen Keller International di kawasan kumuh beberapa kota besar di Indonesia menunjukkan bahwa 65% balita yang ada menderita anemia gizi besi (HKI, 1999). Menurut Kodiyat (1995), prevalensi anemia gizi besi pada ibu hamil di Indonesia sebesar 63,5%, balita (55,5%), anak usia sekolah (20 -40%), wanita dewasa (30 - 40%), pekerja berpenghasilan rendah (30 - 40%) dan pria dewasa (20 - 30%). Jelas dapat diamati bahwa anemia (khususnya gizi besi) masih merupakan "PR" besar yang harus diselesaikan oleh bangsa Indonesia.

Bagaimana cara menghindari anemia?

Beberapa jenis anemia, khususnya anemia non gizi, memang tidak dapat dihindari keberadaannya. Namun untuk beberapa jenis anemia gizi seperti anemia gizi besi ataupun anemia yang disebabkan defisiensi vitamin, pola hidup sehat serta diet makanan variatif amat bermanfaat dalam menghindari jenis anemia tersebut.

Sumber makanan kaya besi yang terbaik adalah produk daging dagingan. Besi juga dapat dijumpai dalam jenis makanan kacang kacangan, telur dan sayuran berwarna hijau tua. Namun penyerapan besi dari sumber hewani lebih baik dibandingkan sumber nabati.

Dalam mengkonsumsi produk kaya kandungan besi, hindari pengkonsumsian makanan yang mengandung fosfat dan oxalat phytate karena akan menghambat penyerapan zat besi ke dalam tubuh. Sebaliknya, iringi dengan pengkonsumsian makanan kaya vitamin C agar penyerapan zat besi oleh usus dapat berjalan optimal.

Bagaimana dengan pengkonsumsian supplemen besi atau multivitamin dengan kandungan besi di produknya?

Dokter memang mungkin akan meresepkan supplemen besi atau multivitamin dengan kandungan besi bagi seseorang yang membutuhkan kandungan besi yang tinggi dan mungkin tak dapat tercukupi dari pola makan yang ada. Namun perlu diperhatikan, tambahan supplemen besi sebaiknya dilakukan hanya melalui proses konsultasi dokter.

Karenanya indikasi berupa kelelahan, lemah, lesu sebenarnya bukan merupakan alasan untuk mengkonsumsi tambahan supplemen besi. Menambah zat besi pada tubuh yang normal justru akan membahayakan tubuh. Salah satu akibat over dosis besi yang dapat muncul adalah penyakit keracunan besi/haemosiderosis yang dapat berakibat fatal bagi tubuh. (@DaI)


 
< Sebelumnya   Selanjutnya >

ke atas Ke Atas go to top
border
Menu Utama
Beranda
Kumpulan Artikel
Rangkuman Diskusi
Alamat Web
Tentang WRM
Kegiatan WRM
Forum
Buku Tamu
Bunga Rampai
Baik dan Bijak
Goresan Pena
Profil Anggota
WRM Kidz




Advertisement