|
Halaman 2 dari 3 Penggunaan zat besi untuk kepentingan lain di luar pembuatan sel darah merah dapat pula menjadi penyebab menurunnya kuantitas sel darah merah yang nantinya dapat menyebabkan anemia. Selain itu anemia juga dapat disebabkan akibat menurunnya kualitas dan kuantitas hemoglobin sel darah merah. Namun umumnya kasus anemia disebabkan karena kekurangan zat besi (Fe). Untuk mengetahui pencetusnya perlu dilakukan pemeriksaan darah lengkap. Kadang pemeriksaan lain bahkan diperlukan jika diduga adanya kasus anemia non gizi. Sama tidak sih kurang darah dan darah rendah? Kurang darah dan darah rendah adalah dua kondisi yang berbeda. Seseorang yang menderita kurang darah mungkin saja memiliki tekanan darah yang rendah, normal ataupun tinggi. Di keadaan "kurang darah" maka kuantitas yang kurang adalah unsur darahnya. Seseorang yang memiliki darah rendah berarti ia memiliki tekanan darah di bawah rata rata, namun unsur darahnya sendiri bisa saja normal dan dapat pula rendah. Berapamacam tipe anemia yang saat ini dikenal? Terdapat dua tipe anemia yang dikenal, anemia gizi dan non gizi. Anemia gizi biasanya terjadi akibat adanya defisiensi zat gizi yang diperlukan dalam pembentukan dan produksi sel darah merah. Hal itu mencakup kualitas dan kuantitas sel darah merah. Anemia gizi sendiri ada beberapa macam seperti anemia gizi besi, anemia gizi vitamin E, anemia gizi asam folat, anemia gizi vitamin B12, anemia gizi vitamin B6. Anemia non gizi adalah keadaan kurang darah yang disebabkan karena adanya perdarahan (luka, menstruasi dll) atau penyakit darah yang bersifat genetik. Hemofilia, thalassemia adalah beberapa contoh penyakit genetik yang dapat menimbulkan kondisi anemia. Tak heran, pengobatan anemia harus diberikan sesuai dengan penyebabnya. Tanpa mengobati penyebabnya, maka anemia akan dapat diderita kembali. Kapan seseorang dikatakan anemia? Untuk mengetahui apakah seseorang menderita anemia atau tidak, selain dilakukan pengamatan terhadap gejala anemia yang kasat mata, perlu dilakukan tes kimia darah di laboratorium. Beberapa indikator yang sering digunakan adalah kadar serum ferritin (SF) dan kadar hemoglobin (Hb). Bagi pria/wanita yang memiliki kadar serum ferritin di bawah 12 mcg/l, dikategorikan menderita anemia. Anemia juga akan dimiliki oleh wanita dengan kadar Hemoglobin < 12 g/dl dan pria dengan Hb < 13 g/dl.
|