We R Mommies

Google
Web Web WRM
border border border border
border border
Info Penting
Dompet Asuh WRM
BCA Cabang Wisma Asia
Acc # 084-044-0176
A/n Renta Simanjuntak

KAS WRM
Acc. # 103 - 000 420799 - 5
Bank Mandiri Cab Menara Thamrin
A/N Renta Simanjuntak & Hilda Yanuarti
 
Khusus Anggota





Lupa kata sandi?
border
border border border border
Pembaca diperkenankan mengutip artikel dari halaman ini dengan syarat mencantumkan sumbernya: wrm-indonesia.org.
© 2008 We R Mommies | WRM Indonesia. All rights reserved.
border
HomeborderArtikelborderForumborderWebborderKontak
  arrow pointing to the right   Beranda arrow Kumpulan Artikel arrow Buah Hati arrow Anak Lelet?
Anak Lelet? E-mail
Pengirim: Adi D Adinugroho-Horstman   
Selasa, 06 Juni 2006

Anak – anak ini biasanya mengalami keleletan dalam menyelesaikan pekerjaan dan tugasnya, dikarenakan takut membuat kesalahan. Dari pada salah maka ia menjadi kelewat hati-hati dalam menyelesaikan tugas. Pada situasi yang ekstreme untuk memulai suatu tugas saja bisa memakan waktu lama. Karena pertimbangan dan persiapan di dalam dirinya yang harus memastikan dahulu bahwa semua akan berjalan sempurna sesuai harapannya. Hal-hal kecil yang menurut ukuran “normal” bisa ditoleransi, untuk anak-anak model ini bisa menjadi masalah yang besar.

Contohnya bila diminta untuk membereskan mainan dengan memasukkan ke dalam box mainan. Anak lain bisa menyelesaikan tugas tersebut dalam waktu lima menit, ambil mainan, masukan ke box, selesai deh. Sementara untuk anak-anak perfeksionis tidak semudah itu, ia akan mengelompokkan dulu mainan tersebut berdasarkan kategori yang dimaunya ( berdasarkan warna/jenis/bentuk dll), lantas cara memasukkan ke dalam boxnya pun diperlukan sistem dan aturan yang dibuatnya sendiri, teratur dan sempurna. Tentu saja pekerjaan yang seharusnya hanya memakan waktu 5-10 menit baru bisa diselesaikannya dalam waktu 30-45 menit.

Pada kasus yang berbeda beberapa anak menjadi lelet dikarenakan mencari perhatian (attention seeker). Untuk golongan ini, akan terlihat ketidakkonsistenan pada perilaku leletnya. Perilaku lelet baru timbul di kala dia mendapatkan (atau tidak mendapatkan) perhatian. Ketika ia memerlukan perhatian maka perilaku ini timbul. Biasanya hal ini banyak terjadi pada anak-anak yang memiliki saudara, terutama apabila ada adik yang baru lahir. Terkadang kakak suka berulah berlambat-lambat dalam melakukan segalanya, supaya perhatian (baik negatif maupun positif) tertuju padanya.

Tipe lelet yang lain, adalah tipe yang paling umum dan sering terjadi. Anak lelet karena belajar dari kesalahan treatment /reaksi lingkungan pada prilakunya. Tanpa disengaja dan tanpa disadari terkadang lingkungan mengajarkan ketidakmandirian/helplesness kepada si anak.

Contohnya, ibu meminta si anak untuk membereskan mainannya. Anak mengeluh mainan yang dibereskan terlalu banyak (padahal ketika ia mulai bermain dan mengeluarkan mainan dengan jumlah yang sama, keluhan ini tidak terjadi). Keluhan disertai dengan rengekan atau omelan si anak terkadang disertai tantrum yang menyebalkan. Lantas anak karena tidak suka dengan pekerjaan yang diberikan, maka dikerjakannyalah dengan berlambat-lambat, yang tentu saja kalau berlarut bikin kuping pegal mendengarnya dan bikin mata sepet melihatnya.

Alhasil orangtua/orang dewasa yang melihatnya menjadi tidak sabar. Entah karena anak sangat lambat dalam menyelesaikan tugas tersebut, atau karena nggak tahan melihat/mendengar keluhan/omelan/ atau rengekkan si anak. Maka si orang dewasa disekitarnya yang tidak tahan lantas menolong sianak membereskan mainannya. Alasannya :supaya cepat selesai, supaya tidak ribut, atau bahkan karena kasihan/tidak tega.

Anak biasanya bisa belajar dari reaksi dan pengulangan lingkungan. Kalau hal di atas berulang terus maka si anak menjadi terbiasa untuk menggantungkan diri terhadap orang lain untuk menyelesaikan tugas dan pekerjaannya. Tinggal berulah saja kalau tidak suka dengan task yang harus dilakukannya, merengek, berlambat-lambat, atau tantrum. "Nanti kan lama-lama pada nggak tahan dan ada yang bantu", begitu pikir si anak. Untuk yang model begini, kalau lingkungan tidak berubah, permainan tarik ulur dengan si lelet akan berlangsung terus…dan biasanya si lelet yang menang..=).



 
< Sebelumnya   Selanjutnya >

ke atas Ke Atas go to top
border
Menu Utama
Beranda
Kumpulan Artikel
Rangkuman Diskusi
Alamat Web
Tentang WRM
Kegiatan WRM
Forum
Buku Tamu
Bunga Rampai
Baik dan Bijak
Goresan Pena
Profil Anggota
WRM Kidz




Advertisement