We R Mommies

Google
Web Web WRM
border border border border
border border
Info Penting
Dompet Asuh WRM
BCA Cabang Wisma Asia
Acc # 084-044-0176
A/n Renta Simanjuntak

KAS WRM
Acc. # 103 - 000 420799 - 5
Bank Mandiri Cab Menara Thamrin
A/N Renta Simanjuntak & Hilda Yanuarti
 
Khusus Anggota





Lupa kata sandi?
border
border border border border
Pembaca diperkenankan mengutip artikel dari halaman ini dengan syarat mencantumkan sumbernya: wrm-indonesia.org.
© 2008 We R Mommies | WRM Indonesia. All rights reserved.
border
HomeborderArtikelborderForumborderWebborderKontak
  arrow pointing to the right   Beranda arrow Kumpulan Artikel arrow Yang Lain arrow Berhobi Ria dengan Anak Tercinta
Berhobi Ria dengan Anak Tercinta E-mail
Pengirim: hani iskadarwati   
Selasa, 23 Mei 2006

 Senangnya bila kita serumah dapat mempunyai hobi yang sama. Pastinya pengeluaran keluarga, waktu hingga dalam banyak hal menjadi lebih efisien. Tetapi kenyataannya, seringkali kita terbentur pada perbedaan selera dan kesenangan di antara anggota keluarga. Papanya yang hobi video games,anaknya yang hobi main musik dan mamanya yang hobi belanja. Duh...bagaimana kita merencanakan aktifitas Sabtu-Minggu atau liburan yang dapat menyenangkan semua?

Tanpa disadari,perbedaan selera dan kesukaan akan hobi menimbulkan friksi-friksi yang tak jarang menjadikan perang dingin hingga perang terbuka. Yuk kita coba hindari pertentangan tersebut sejak dini.

Tips:

1. Sejak masa mencari pasangan hidup, carilah pasangan dengan persesuaian ide dan selera yang sejalan. Minimal meskipun tak sama hobi atau selera, pasangan yang dipilih mempunyai respek dan memberikan kebebasan untuk menikmati hobi yang berbeda dengannya.

2. Sejak anak masih di dalam kandungan, kenalkanlah anak kepada kesukaan dan hobi kita. Ini plus point sebagai ibu, mempunyai lebih banyak waktu dan kesempatan untuk memperkenalkan' anak kepada teritori hal-hal yang disukainya.

Oh lalala, bila setelah lahir ternyata mempunyai kesukaan seperti ayahnya, atau mempunyai kesukaan tersendiri kita harus memutar akal.

3. Sejak anak masih bayi, perhatikan dengan seksama perkembangan tumbuh kembang dan minat serta kesukaan anak. Dukung dan kembangkan potensi pribadi anak, dan jangan memaksakan minat dan selera orang tua kepada mereka. Namun bukan berarti kita tidak boleh memperkenalkan minat dan kesukaan orang tua kepada mereka. Sejalan dengan waktu, mereka perlu mengenal dan mengerti arti menghargai dan menghormati minat dan kesukaan yang berbeda dengan yang mereka miliki.

4. Ajarkan hobi-hobi yang bermanfaat kepada anak dan suami. Siapa tahu suami sekalipun tidak mempunyai spesifik hobi tertentu. Orang yang memiliki hobi, akan dapat merasakan cita rasa kehidupan yang berbeda dan lebih berwarna-warni daripada mereka yang semata-mata mengisi kehidupan dengan bekerja dan belajar. Banyak di antara para suami-istri tak menganggap hobi sebagai suatu hal yang penting, karena pengaruh keadaan saat mereka tumbuh dewasa. Tak ada salahnya mempunyai hobi membaca buku, berjalan-jalan bersama keluarga, mengumpulkan koleksi benda, apresiasi musik dan seni, atau hobi lainnya.

5. Selektif dalam menerapkan hobi di dalam kegiatan keluarga. Mungkin ada istri yang sewaktu masa lajangnya hobi berbelanja barang mewah, atau hobi mencicipi aneka rupa masakan di hotel-hotel besar. Setelah menikah, ternyata penghasilan keluarga tidak dapat mengakomodasi hobi tersebut. Dalam keadaan seperti ini, istri yang diharapkan menjadi bijak dan tidak memasukkan hobi masa lajangnya ke dalam agenda keluarga. Sebaliknya suami yang masa lajangnya hobi hang-out dengan temannya semasa bujangan di cafe-cafe dan racing-area, hendaknya setelah menikah melihat situasi keluarga. Bila akur suami-istri bersama menikmati tak menjadi masalah, namun bila keluarga masih sering ditinggal untuk menikmati hobi masa lajang sendirian, pastinya akan menimbulkan masalah di dalam keluarga.

6. Bila selera dan hobi suami-istri tidak ada kecocokan sama sekali, mengapa tidak mencari satu saja hobi bersama yang dapat dinikmati seluruh keluarga. Menonton film di bioskop dan makan bersama, misalnya. Atau bagi keluarga yang relijius, mengapa tidak bersama pergi ke rumah ibadah, mendengarkah khutbah atau mengikuti ritual keagamaan misalnya. Bicarakan bersama suami dan anak, apa yang ingin mereka lakukan di saat Sabtu-Minggu atau hari libur. Sekedar berjalan-jalan mengunjungi saudara atau teman misalnya. Atau sekedar berjalan pagi bersama, atau piknik bersama keluarga ke tempat yang bebas bea.

Waktu libur menjadi bermakna, karena diisi dengan kebersamaan keluarga. Saat piknik, ibu-bapak dapat mempraktekkan hobi memasaknya sambil mengajarkan hobi tersebut kepada anak. Anak dapat bermain layangan, atau bersama keluarga dapat bersama-sama membuat layangan. Ibu-bapak anak, dapat bersama membaca buku sambil melihat ombak di pantai, atau pemandangan di pegunungan, dapat melukis atau mengambil foto, dapat membuat tulisan, atau mengumpulkan aneka bunga atau dedaunan untuk herbarium.

Saat diperjalananpun, musik yang dialunkan dapat bersama dinikmati, dicari sejarah dan keterangan mengenai penyanyi atau grup musik mereka. Banyak hal yang dapat dijadikan hobi bersama keluarga di dalam kesederhanaan dan keseharian keluarga. Hobi keluarga tak selalu identik dengan pengeluaran yang mahal.

Satu contoh misalnya, Sabtu - Minggu berencana untuk berjalan-jalan ke arah pantai Anyer. Papa yang hobi kemping, bersama serumah mempersiapkan perlengkapan kempingnya sambil mengajarkan banyak mengenai kemping kepada mama dan anak-anak. Mama yang hobi foto, menyiapkan perlengkapan fotonya. Dan anak-anak yang ingin berenang dan bermain, mempersiapkan perlengkapan renang dan bermain di pasir.

Beberapa bulan sebelumnya, serumah menabung untuk biaya bensin pulang-pergi dan biaya makan,minum dan bekal piknik. Mama dan serumah berbicara mengenai ide makanan yang hendak dibawa dan dimasak di sana. Semua sepakat untuk berbelanja di pasar tradisionil di sekitar Anyer sekaligus untuk melihat pasar. Papa dan serumah berlatih memasang kemah dan membuat api unggun serta berbagai kecakapan pramuka yang dapat dilatih oleh anak-anak. Serumah bersama mencari peta perjalanan dan peta lokasi. Bersama mencek cuaca dan membuat jadwal perjalanan. Mama dan serumah bersama berlatih membakar ikan dan memasak menggunakan api unggun.

Selain merencanakan hal itu, mereka serumah juga membuat plan B dan plan C, seandainya rencana/plan A yang sudah mereka  buat ternyata tidak dapat dilakukan.

Buat suami-istri dengan anak balita, mereka sudah dapat ditanya mengenai kesukaan dan minat terhadap hal-hal tertentu, meskipun tidak semua hal dapat kita tanyakan kepada mereka. Untuk masalah keselamatan dan keamanan keluarga, tetap berpulang kepada suami-istri untuk menentukan apakah kegiatan Sabtu-Minggu atau akhir pekan yang mereka rencanakan sudah termasuk mempertimbangkan masalah keselamatan dan keamanan keluarga.

Untuk hobi keseharian, akan sangat menyenangkan bila sekeluarga mempunyai rencana dan proyek hobi bersama. Contoh-contohnya antara lain :

1. Hobi membaca: buat list judul buku yang akan dibaca oleh keluarga per bulannya, lalu disiapkan reward dan sesi ulas buku keluarga.

2. Hobi menulis: buat proyek menulis keluarga, dari jurnal, diary, puisi, hingga laporan perjalanan maupun proyek menulis yang disepakati bersama.

3. Hobi makan: membuat rencana makan keluarga per bulannya, tempat, hingga budget keluarga dan reviewnya.

4. Hobi memasak: membuat proyek memasak per bulannya, dari hunting resep hingga cara masak yang ingin dicoba, mencari bahan sampai menghidangkannya.

5, Hobi berjalan-jalan: membuat renca perjalanan, dari waktu, tujuan, cara perjalanan hingga persiapan peta dan perjalanan pp, terutama pada budget.

6. Hobi melukis: membuat proyek bersama keluarga, sambil mengajarkan teknik-teknik melukis kepada anak.

7. Hobi menonton film: membuat rencana dan jadual film-film yang akan ditonton bersama keluarga.

8. Hobi berkebun: membuat proyek kebun dari kebun bunga hingga kebun sayur.

9. Hobi menjahit: membuat proyek menjahit yang melibatkan seluruh keluarga, dari membuat tas, celemek, hingga taplak meja, gorden dan sofa-cover.

10. Hobi pertukangan: membuat proyek bersama keluarga, seperti membuat kursi anak, meja kayu anak, hingga rak-rak buku.

11. Hobi seni: membuat proyek-proyek craft/art yang dapat dilakukan seluruh keluarga, dari berbagai kerajinan tangan dari kertas, membuat origami, membuat boneka,  membuat aneka hiasan dinding.

12. Hobi olahraga: membuat jadual latihan olahraga bersama sekeluarga

dan sebagainya.

Semakin sibuknya orang tua, tak berarti waktu akhir pekan menjadi berlalu begitu saja. Selagi anak-anak tumbuh kembang dan merekam memori berharga masa kecil mereka dengan ingatan akan kegiatan mereka sehari-hari, alangkah indahnya bila ingatan itu terisi dengan berbagai kegiatan yang menyenangkan dan bermanfaat, yang mereka kerjakan bersama orang tua mereka. Tidakkah kita ingin memberikan kenangan yang indah kepada anak-anak kita?

Selamat berhobi ria dengan anak-anak tercinta!


Louisville-Mei 2006
Hani Iskadarwati

 
< Sebelumnya   Selanjutnya >

ke atas Ke Atas go to top
border
Menu Utama
Beranda
Kumpulan Artikel
Rangkuman Diskusi
Alamat Web
Tentang WRM
Kegiatan WRM
Forum
Buku Tamu
Bunga Rampai
Baik dan Bijak
Goresan Pena
Profil Anggota
WRM Kidz




Advertisement