We R Mommies

Google
Web Web WRM
border border border border
border border
Info Penting
Dompet Asuh WRM
BCA Cabang Wisma Asia
Acc # 084-044-0176
A/n Renta Simanjuntak

KAS WRM
Acc. # 103 - 000 420799 - 5
Bank Mandiri Cab Menara Thamrin
A/N Renta Simanjuntak & Hilda Yanuarti
 
Khusus Anggota





Lupa kata sandi?
border
border border border border
Pembaca diperkenankan mengutip artikel dari halaman ini dengan syarat mencantumkan sumbernya: wrm-indonesia.org.
© 2008 We R Mommies | WRM Indonesia. All rights reserved.
border
HomeborderArtikelborderForumborderWebborderKontak
  arrow pointing to the right   Beranda arrow Rangkuman Diskusi arrow Lain-Lain arrow Menjaga Kecantikan Fisik: Pentingkah?
Menjaga Kecantikan Fisik: Pentingkah? E-mail
Pengirim: We R Mommies   
Rabu, 24 Mei 2006

Bermula dari hadirnya seorang mom member milis wrm-indonesia dan suaminya di satu acara pernikahan. Di sana mereka bertemu dengan teman teman lamanya yang masih berstatus "single". Si single umumnya memiliki ukuran tubuh big size. Sang suami tiba tiba berkomentar "Gila ya, mereka masih single belum punya anak badannya sudah seperti itu. Istriku sudah melahirkan dua kali tapi masih langsing!". Sang mom tersanjung, namun akhirnya berpikir " Betapa aku diam diam berusaha agar berat badanku kembali normal seperti saat gadis. Betapa aku berusaha menghilangkan stretchmark dengan aneka krem. Betapa aku berusaha kerasa menjaga bentuk tubuhku agar tetap terlihat keren dan bergaya dibanding mahasiswi-mahasiswi yang suamiku temui setiap hari!".

Secara tak sadar, ia memiliki ketakutan: suami akan berpaling bila ia jelek dan gendut!. Sementara temen temannya dengan status single mungkin tidak berpikir untuk menjaga betuk tubuh karena mereka tidak punya ketakutan seperti dirinya. Walau ia dibesarkan untuk tidak menilai segala sesuatu dari keindahan fisik tapi dari keindahan hati serta kecantikan dari dalam, entah mengapa pikiran di atas terus mengusik. "Normal tidak sih aku?" tanyanya di akhir e mail beliau. Tanggapan para mommies di wrm-indonesia?

Mom Pertama

Bentuk badan yang sama semasa gadis dan setelah menjadi ibu bukan hal yang ia khawatirkan. Kecuekan dan no rasa takut menjadi gendut menjadi satu keuntungan yang ia miliki. Secara genetis, keluarga beliau memang tak berbakat gemuk, pun diiringi dengan porsi makan yang tak biasa.

Ketakutan untuk menjadi gemuk tak ia miliki karena sang suami malah mengharapkan dirinya agak sedikit "berisi". Demikian halnya perawatan wajah yang dilakukan malah muncul atas inisiatif sang suami. Selulit? No Problemo. Bukan berarti ia tak punya selulit, tapi ia menganggap selulit bukan hal yang penting untuk dikhawatirkan.

Rasa was was yang muncul adalah satu kewajaran, lepas dari ia single ataupun sudah berstatus ibu, demikian menurut pendapatnya. Kita biasanya memang ingin dikenal sebagai orang yang mementingkan inner beauty serta lebih senang bila terdefinisi sebagai perempuan cerdas dan bijak dibanding perempuan cantik dan seksi. Namun kita tetap tak dapat lepas dari 'keharusan' menjaga penampilan luar mengingat godaan di dunia suami tidak pernah kita tahu kapan dan dimana datangnya.

Menjaga penampilan luar sama pentingnya dengan menjaga kecantikan dalam. Selama tidak berlebihan dan tujuannya menjaga suami tetap menempel di sisi kita, rasanya masih dalam taraf wajar. Ketakutan yang ia alami malah lebih berasal dari pihak luar. Setiap ia selesai cuti melahirkan, banyak temen teman pria kantor yang langsung memberikan pujian, "kok langsung langsing sih!", "duh, jadi gadis lagi!" "wah, kok nggak sama ya kayak yang di rumah" dan sederet ungkapan lain yang menandakan keheranan mereka karena ia dapat menjaga bentuk tubuh. Sanjungan tersebut malah membuat ia khawatir, mungkinkah suaminya berpikiran demikian saat melihat wanita lain yang lebih menarik dan langsing?.

Sejak saat itu, ia memperlebar toleransi prinsipnya: bahwa tidak ada salahnya menjaga penampilan luar asal masih dalam batasan wajar, bahkan itu satu keperluan!. Satu hal yang tak boleh ditinggalkan: kecantikan dalam harus terus diasah, digali dan ditunjukkan keluar. Keduanya harus ada, tapi yang 'dalam' tidak boleh dikalahkan oleh yang 'luar'. Why? karena yang 'dalam' akan awet hingga akhir hayat.

Mom Kedua

Menurutnya sangat wajar apabila kita, manusia (suami/istri/cowok/cewek) memiliki rasa kagum akan keindahan. Apapun bentuk konkrit-nya. Dan sangat wajar juga apabila pasangan kita masih bisa menikmati keindahan tersebut dalam batas wajar tentunya. Nah, apabila pasangan kita kagum/menikmati keindahan tersebut, kadang kadang menimbulkan efek "minder, cemburu, ingin menyerupai" dalam diri kita, seperti yang dialami oleh mom penanya dan mungkin kita semua. Hal tersebut amat manusiawi walau kita ditanamkan faham bahwa inner beauty is more valuable. Menurutnya, kecantikan batiniah harus berbanding lurus dengan kecantikan jasmaniah.

Kita memang tak mungkin membuat diri kita secara fisik seperti Sophia Latjuba, Dessy Ratnasari atau Asri Ivo yang walau sudah beranak pinak tapi tetap oke badannya dan tetap ayu. Namun, kita bisa merawat tubuh kita setidaknya tanpa harus mengorbankan tubuh kita dengan jamu pelangsing (kalau sudah memiliki bakat gemuk, yang penting gemuk sehat), krim pemutih (kalau sudah hitam ya tak usah neko neko, kan ada istilah hitam manis), yaitu dengan olaharaga (selain badan bugar dan sehat, penampilan juga terjaga).

Pada dasarnya, yang penting kecantikan batin kita HARUS tetap bersinar lebih lagi. Ditunjang kita menjaga tubuh dan kecantikan jasmaniah kita yang telah dianugerahkan Tuhan kepada kita. Suami juga akan bete memiliki istri dengan body bagus dengan wajah cantik tapi tak bisa berlaku sebagai istri yang baik.

Mom Ketiga

Kecantikan fisik memang tetap harus berbanding lurus dengan kecantikan hati pada setiap wanita, demikian pendapatnya. Ia juga dibesarkan dengan paradigma bahwa kecantikan hati melebihi segalanya. Saat ia melahirkan anak pertama, ia sempet cuek. Komentar suamipun sempat dianggap angin. Hingga pada suatu titik ia menyadari bahwa ia tidak bisa berlaku seperti itu. Karenanya secara perlahan, orientasi berpikirnya mulai dirubah. Perubahannya justru dimulai saat ia menemukan bahwa bakat DM dari orang tuanya kuat menurun padanya. Dengan alasan kesehatan, ia mulai "berbenah diri". Hasilnya jauh sekali,saat hamil anak keduapun ia tetap bugar, langsing dan yang pasti lebih sehat.

Mengenai para suami yang mungkin main mata di luar saat melihat wanita lain lebih langsing dan cantik, menurut beliau itu sudah menjadi resiko. Semoga itu tidak membuat para istri kemudian menjadi bersaing ingin kembal seperti zaman gadis dulu. Be rasional saja. Dari pengalaman ia belajar bahwa suami akan menghargai bila istri di rumah tetap bugar, sehat jasmani dan rohani. Kalau demi melangsingkan diri, istri diet ketat tapi tidak berolahraga sehingga selau sakit sakitan, suami mungkin juga akan BT.

Seorang ibu dokter anak-anaknya selalu berpesan : "wahai para ibu...jangan mentang-mentang sudah punya anak terus tak mau mengurus badan dan penampilan. Jaga pola makan dan rajin olahraga. Bila ibu sehat, langsing, energik, tak hanya suami yang akan senang, anak-anak juga bahagia." Pola hidup sehat itu penting, terlebih dengan bakat gemuk dan DM dari orang tua nya , ia selalu mengingat pesan dokter keluarga "YOU WILL BE SMARTER WHEN YOU ARE HEALTHIER!."

Mom Keempat

Badan terasa melebar setelah melahirkan mom ini rasakan pula. Dulu ia memang cuek dengan apapun kondisi tubuhnya, namun dengan seiring berjalannya waktu, ternyata merawat tubuh menjadi satu kebutuhan:
- kulit bila tidak dilotion akan keriput termakan ac, karenanya di meja selalu tersedia lotion.
- bedak dan lipstik juga tersedia, namun tetap jarang disentuh.
- perut bila tidak dibikin lebih tipis, akan bikin bega kalau selalu duduk di kantor; di rumah pun membuat diri tidak lincah.
- rambut bila tidak dirawat serius akan makin jelek dan rontok.
- penampilan (berpakaian) bila tidak dijaga bisa malu-maluin suami.

Perawatan di atas yang ia anggap penting saat ini. Kebetulan suaminya menyukai wanita cantik, tapi menurutnya,si dia tidak mudah jatuh cinta. Artinya sukanya sebatas, "wah bodynya bagus ya." Karenanya sang suami rajin memotivasinya untuk rajin berolahraga.

Saat ini sang mom juga memiliki kosmetik favorit, madu. Ia gunakan madu satu minggu sekali untuk perawatan tubuh. Dua sendok makan madu dioleskan di rambut, muka dan seluruh tubuh setelah kita mandi. Kemudian didiamkan sekitar 3-5 menit, baru dibilas. Bila takut tak bersih, gunakan perawatan madu sebelum sabunan/keramasan. Mulanya ia tak mengira adanya efek positifa dari treatment madu tersebut. Namun ternyata dengan madu, efek sehatnya langsung terasa pada pemakaian pertama: kulit muka menjadi halus seperti setelah di facial. Kulit kering yang biasanya ditemukan di sekitar wilayah hidung lenyap.

Menurutnya, menjadi lebih baik memang terasa menyenangkan. Tapi selalu gunakan prinsip: saya hanya akan membandingkan diri saya dengan diri saya sebelumnya, tidak dengan orang lain. Jadi apa yang saya usahakan bukan supaya tidak kalah dengan wanita lain atau supaya seperti wanita lain, tapi adalah agar saya menjadi lebih baik dari diri saya sebelumnya.

Di atas semua itu, memang benar pendapat moms lainnya, suami tidak akan tahan secantik apapun kita, bila kelakuan kita tidak baik. Karenanya, si dia betah dengan kita tak lain sejelek-jeleknya, kita sudah proofed baiknya, tidak seperti wanita lain yang masih dipertanyakan kelakuannya. Biarpun kata orang suaminya menganut gaya "pria metroseksual" yang selalu berusaha wangi, rapi dandy, toh orang lain masih melihat dirinya cukup pantas bersanding dengan sang belahan hati "karena biar enggak dandan, enggak modis dan jauh banget dari metroseksual, toh saya punya kepribadian sendiri".

Mom Kelima

Urusan kecantikan fisik buatnya lumayan penting. Selain untuk menghargai suami juga untuk memuaskan ego dan memanjakan diri sendiri. Kita pasti bila dipuji oleh suami. Buatnya, kesehatan kulit itu penting. Asal kulit bersih, itu sudah cukup. Untuk masalah berat badan ia tak begitu peduli "Lha wong udah pernah turun mesin biarpun satu kali, bagian perut udah engga bisa diapa-apain lagi yo wislah pasrah yang penting sehat".

Ada satu tips sederhana dari ibunya: seringlah mandi pagi dengan mengguyur seluruh badan dari kepala sampai dengan kaki dengan air dingin. Selain segar juga membuat kulit kencang dan awet muda. Jangan lupa juga untuk meminum air putih yang banyak. " Kalo masalah di luaran banyak makhluk-makhluk manis nan cantik dan juga seksi adalah masalah iman dari pasangan kita. Kalo imannya kuat Insya Allah engga bakal tergoda. Gitu aja. " tulisnya. Yang lebih penting, kita harus selalu berpikiran positif "Ingat pikiran dan kata-kata sama aja dengan doa. Mulailah berpikiran positif, insya Allah hidup akan menjadi lebih baik".

Mom Keenam

Satu hal yang wajar bila wanita memiliki kekhawatiran akan bentuk fisiknya, demikian pendapat mom ini. Ia pribadi, termasuk amat memperhatikan masalah fisik. Bukan karena takut bila suaminya melirik-lirik yang lain, tapi lebih kepada kesenangan pribadi. Ia senang memiliki badan bagus, kulit cantik terawat dan kesehatan yang terjaga. Semua itu akan berakibat langsung pada kepercayaan diri.

Karenanya, ia selalu berusaha untuk tetap rutin berolah raga, makan teratur dan terjaga, merawat diri sendiri dll. Ia justru merasa kasihan pada mereka yang masih single namun cuek terhadap penampilan tubuh " there's got to be something wrong with them... karena secara naluriah, perempuan pasti selalu pengen kelihatan cantik dan menarik kan ?!?". (DaI/WRM)

 
< Sebelumnya   Selanjutnya >

ke atas Ke Atas go to top
border
Menu Utama
Beranda
Kumpulan Artikel
Rangkuman Diskusi
Alamat Web
Tentang WRM
Kegiatan WRM
Forum
Buku Tamu
Bunga Rampai
Baik dan Bijak
Goresan Pena
Profil Anggota
WRM Kidz




Advertisement