|
Tulisan ini merupakan bagian pertama dari serial "Kiat Mommies Menghadapi Balita", yang membahas mengenai kiat-kiat yang dapat dilakukan Mommies untuk menghadapi berbagai tantangan dalam menangani para balita. Dari mulai perang berpakaian, perang mengenai makanan, perang dengan situasi baru, perang tidur malam, perang potty training hingga perang behaviour si kecil.
Bagian I. Perang Penampilan dan Berpakaian Siapa yang cuek sekaligus paling ribut mengenai masalah penampilan dan pakaian kalau bukan balita-balita mungil yang sedang lucu-lucunya? Suatu hari ia bisa saja sekujur tubuhnya penuh bekas makanan, susu yang diguyur ke pakaian. Di lain hari, bisa menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk memilih pakaian. Di saat yang penting, malah berlarian tidak mau dipakaikan baju. Oh lala! Banyak orang tua yang kerepotan bagaimana menangani para balita agar selalu terlihat rapi, bersih, manis dan memakai pakaian sesuai yang dibutuhkannya. Mereka dengan enaknya menjungkirbalikkan aturan-aturan berpakaian. Tinggal para orang tua yang menjadi pusing menghadapinya. 1. Ogah Ah Pakai Jaket! Aduh gemesnya, bila saat mau membawa anak ke dokter malah pakai adu otot dulu untuk memakaikan jaket. Seringkali anak tidak mau dipakaikan jaket di saat-saat kita sebagai orang tuanya berfikir bahwa mereka harus mengenakan jaket. “De, Kakak, pakai jaketnya biar nggak masuk angin,” biasanya ini jurus kita pertama untuk membujuknya. “Nggak mau,nggak mau jaket, nggak mauuuuu!” biasanya anakpun menolak dengan segala cara. Semakin kita membujuk dan akhirnya menjadi memaksa, semakin keras penolakan anak. Apapun alasan yang kita kemukakan tak mempan buat si kecil. Apa yang bisa kita lakukan? Kiat No.1 Saat akan membeli jaket, biarkan si kecil memilih sendiri jaket yang paling disukainya. Agar jangan ‘terjebak’ dengan pilihan jaket yang mahal atau tak sesuai dengan selera kita, survey pasar sebelumnya. Datanglah ke tempat yang menyediakan pilihan jaket dengan harga dan variasi yang juga kita sukai.
Kiat No.2 Bila anak tetap ‘ngotot’ tidak mau pakai jaket, sementara di luar angin dingin atau hujan turun. Pertama , biarkan dia keluar dengan tanpa jaket bebarapa saat, sampai ia merasa dingin. Tawarkan dan pakaikan jaket padanya bila ia mulai kedinginan. Bila masih nekat menolak jaket meskipun kedinginan, bawalah jaket si kecil dan pakaikan dengan penuh kasih sayang. Kiat No.3 Mungkin si kecil memang sedang ‘ogah’ memakai jaketnya? Kenapa tidak kita pakaikan ponco kesayangannya, atau variasi pengganti jaket yang akan berfungsi sama seperti jaket untuk menjaga agar si kecil tersayang tidak kedinginan. Kiat No.4 Kadang anak-anak senang dengan pakaian yang akan membuatnya kelihatan seperti mama papanya, atau seperti karakter kartun favoritnya. Kenapa tidak kita ciutkan jaket atau sweater wool kepunyaan kita sampai ke ukurannya? Kita juga bisa berkreasi mengubah jaket si kecil yang kelihatan ‘normal-normal’ saja menjadi jaket superhero dengan tambahan tutup kepala, jubah atau aksesori lain yang buat anak akan menarik. Kalau bisa merajut, dan menjahit, desainlah aneka jaket dan kostum bersama si kecil. Pasti akan menjadi salahsatu aktivitas favoritnya pula. 2. Ogah Ah Mandi! Si kecil yang begitu senang mandi dan mandi air, sampai sudah belajar berenang segala, tiba-tiba suatu hari ‘males’ sama sekali untuk mandi. Pagi-pagi jadi urusan ‘ngoto-ngototan’ membawa si kecil ke kamar mandi. Dari alasan dingin, masih ngantuk, sampai menolak dengan ‘screaming’ dan tangisan ‘super kejer’. Waduh, gimana dong ya? Kiat No.1 Kebanyakan anak kecil tidak menyukai dinginnya air guyuran pertama. Cobalah sediakan air hangat untuk mereka. Sediakan pula bak plastik atau karet yang berwarna-warni untuk membuatnya tertarik untuk mandi. Kiat No.2 Semua mainan dan aneka perlengkapan mandi ditolaknya? Ajak si kecil mandi bersama. Mama atau papanya bisa berpakaian renang atau berkain sarung bila risih untuk mandi bersama si kecil. Ajaklah si kecil untuk mandi bersama seolah-olah berenang di pantai. Kiat No.3 Tak mau ke kamar mandi sama sekali? Coba mandi koboi ala rumah sakit dengan mandi seka air hangat. Sambil menyeka, ajak terus si kecil untuk mandi biasa. Jangan beri kesempatan pada si kecil untuk terus-terusan mandi seka. Kiat No.4 Sediakan bubble bath foam untuk mandi anak. Anak akan tertarik dengan bubble dan biarkan ia bermain dengan bubble sementara dimandikan. Juga sediakan mainan lucu-lucu untuk teman mandi dan berenang. Kiat No.5 Buat kamar mandi aman untuk anak. Jangan sampai anak sampai terpeleset dan jatuh, karena kamar mandi yang licin. Simpan segala perlengkapan mandi di tempat yang tidak dapat dijangkau anak,untuk mencegah anak bermain atau sampai meminum perlengkapan mandi. Simpan segala pembersih kamar mandi di tempat yang terkunci, jangan sampai terminum atau menjadi bahan mainan anak. 3. Ogah Ah Keramas! Duh sebelnya kalau anak lari-lari waktu mau dikeramas. Sudah rambutnya kotor dan lengket karena keringat dan minyak, eh, giliran mau dikeramas malah nangis kejer. Kebanyakan balita tidak menyukai sensasi saat air mengenai muka, masuk ke mata. Lebih-lebih bila sampai masuk ke telinga mereka. Kiat No.1 Ajarkan anak untuk menunduk atau sekalian menengadah saat membilas sampo. Ini untuk menghindari air bilasan mengenai wajah,masuk kemata atau masuk ke telinga anak. Kiat No.2 Guyur air bilasan dengan pitcher atau gayung yang dapat diatur volume airnya agar tidak ‘kebablasan’ mengguyur muka anak. Kiat No.3 Ajarkan anak untuk menutup mata saat dibilas. Bila semua sudah dicoba dan masih belum berhasil juga, tutup telinga anak saat membilas. Pakaian topi model topi golf yang memungkinkan air tak akan membasahi wajah anak. |