We R Mommies

Google
Web Web WRM
border border border border
border border
Info Penting
Dompet Asuh WRM
BCA Cabang Wisma Asia
Acc # 084-044-0176
A/n Renta Simanjuntak

KAS WRM
Acc. # 103 - 000 420799 - 5
Bank Mandiri Cab Menara Thamrin
A/N Renta Simanjuntak & Hilda Yanuarti
 
Khusus Anggota





Lupa kata sandi?
border
border border border border
Pembaca diperkenankan mengutip artikel dari halaman ini dengan syarat mencantumkan sumbernya: wrm-indonesia.org.
© 2008 We R Mommies | WRM Indonesia. All rights reserved.
border
HomeborderArtikelborderForumborderWebborderKontak
  arrow pointing to the right   Beranda arrow Kumpulan Artikel arrow Buah Hati arrow Sepuluh Tips Guna Mengurangi Waktu Anak Menonton TV (Live TV-Free)
Sepuluh Tips Guna Mengurangi Waktu Anak Menonton TV (Live TV-Free) E-mail
Selasa, 09 Mei 2006

Hari Anda begitu melelahkan dan buah hati Anda kebetulan sedang rewel. Anda tentunya ingin sekali merebahkan diri barang sekejap tapi bagaimana dengan si kecil? Salah satu adalah dengan memasang TV selama 1 atau 2 jam dan membiarkan buah hati Anda untuk dapat duduk diam sebentar sementara anda dapat istirahat.

Rasanya hampir semua Ibu pernah melakukan hal ini. Tapi jangan takut, Anda tidak sendiri. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa hampir semua anak-anak di mulai dari usia 2 tahun ke atas biasa menonton televisi sekitar 10 jam per minggunya. Dan statistik ini jauh berada di atas jumlah jam yang direkomendasikan oleh para ahli dengan asupan sekitar 1 jam per harinya.

Nah, jika dikaji ulang rasanya kita merasa berdosa dengan membiarkan anak-anak kita menonton TV sendiri. Mestinya mereka diberikan kegiatan lain yang lebih menarik, karena kecanduan akan TV akan berakibat buruk ke depannya. Dimana anak-anak akan lebih menyukai duduk berjam-jam di depan TV daripada bermain, bereksplorasi dengan lingkungan sekitar, berimajinasi dengan menggambar, atau pun berinteraksi dengan Anda. Dan masih banyak hal lagi yang dapat dilakukan bersama dengan Anda. Semua kegiatan diatas dapat mengurangi kecanduannya akan TV dan program-program kesayangannya. Bukanlah sesuatu hal yang dilarang bagi anak-anak kita untuk menonton TV, tetapi kita sebagai orang tua harus mengontrol seminimal jumlah waktu yang mereka pergunakan untuk menonton TV.

Anda dapat memulainya dengan cara membuat jadwal dalam satu kesehariannya kapan dan jam berapa saja mereka diperbolehkan menonton TV, misalnya hanya 2 tayangan saja dalam seharinya. Tentunya Anda pun harus mendukung kegiatan ini semuanya karena mereka pun ingin melihat Anda melakukan hal yang sama.

Berikut ada 10 tips yang dapat Anda pelajari untuk dapat mengurangi jumlah waktu anak menonton TV :

Tip #1: Tentukan jumlah waktu menonton dalam keluarga Anda per hari

Seberapa lama keluarga Anda menonton TV dalam seharinya ? Satu hal lagi, perhatikan juga jam anak Anda menonton TV, ini akan memberikan gambaran untuk Anda dalam menentukan jumlah waktu yang tepat bagi anak Anda. Ini juga termasuk bermain komputer mau pun TV Games contohnya. Pada dasarnya perhatikan kebiasaan Keluarga Anda dan tentukan jumlah waktu yang tepat untuk Anak Anda.

Tip #2: Rencanakanlah jadwal menonton TV

Donald Shrifin, MD, seorang dokter anak menyarankan agar kita membuat kesepakatan waktu untuk menonton TV bersama. Jangan hanya menonton TV secara tidak beraturan. Duduklah bersama anak-anak ketika mereka menonton TV dan perhatikan program apa yang mereka sukai dan usahakan menyediakan waktu pada program yang mereka sukai setiap harinya. Dengan dapat mematuhi jadwal program tersebut nantinya akan membangun kebiasaan mereka dengan hanya menonton TV hanya pada program yang merka sukai dan tentunya sesuai dengan usia mereka, ujarnya.

Tip #3: Jangan meletakkan TV di tengah ruangan

Percaya tidak percaya, sebuah penelitian menunjukkan bahwa anak-anak akan mempunyai minat menonton TV lebih banyak apabila TV berada di tengah ruangan, oleh karena itu akan lebih baik jika posisi TV di rumah Anda dipindahkan ke posisi lain, dan matikan TV jika program yang anak Anda sukai sudah selesai.

Tip #4: Matikan TV

Sebuah penelitan juga menunjukan bahwa 50% dari kita semua kebanyakan membiarkan TV tetap menyala meskipun kita tidak menontonnya. Dr. Shrifin juga menyatakan “Banyak dari para orang tua menggunakan televisi sebagai latar belakang dari kegiatan sehari-hari di dalam rumah” sementara kebiasaan ini dapat mengundang penggunaan berlebihan. Beliau juga menyarankan untuk memilih radio atau pun mendengarkan musik dari CD favorit keluarga jika ingin mendapatkan suasana yang berbeda di rumah.

Tip #5: Mulailah dengan segera

Tetapkan sebuah ‘larangan’ memasang TV pada waktu-waktu tertentu. Mulailah dengan mematikan TV ketika waktu makan. Tentunya akan ada keberatan dari anak-anak, tapi secara perlahan mereka akan menyesuaikan dengan keadaan bahwa TV menyala hanya pada waktu-waktu tertentu saja.

Tip #6: Ciptakan kegiatan lain

Ajak anak Anda untuk lebih banyak berimaginasi dengan kegiatan menggambar contohnya dengan crayons dan sejenisnya atau mewarnai, atau bahkan membacakan cerita atau bermain bersama.

Tip #7: Menyembunyikan beberapa mainannya

Nah, ini adalah salah satu cara baru bagi kita semua : Anda dapat menyembunyikan beberapa jenis mainannya yang tidak begitu menjadi favorit selama beberapa waktu agar mereka lupa. Begitu mainan tersebut Anda munculkan kembali, secara tidak langsung Anda memberikan sebuah mainan baru kepada anak Anda. Dan waktu yang digunakan anak Anda untuk bermain dengan ‘mainan baru’nya dapat mengisi waktu menonton TV dan pada saat yang bersamaan kita pun dapat berhemat.

Tip #8 : Mempersiapkan anak untuk masuk sekolah

Gunakan waktu menonton dengan mengajarkan anak Anda, Alphabet. Satu per satu huruf Anda mulai perkenalkan berikut kata yang menyangkut ke huruf tersebut.

Tip #9 : Minta anak untuk membantu Anda

Anak-anak akan menjadi sangat antusias dalam membantu Anda. Cobalah untuk melibatkan mereka dalam kegiatan Anda sehari-hari seperti memasak, membersihkan rumah contohnya dengan memberikan mereka sebuah sikat kecil untuk membersihkan wortel dll.

Tip #10 : Bernyanyi bersama

Rasanya hampir semua anak-anak menyukai irama. Lagu seperti ‘Bintang Kecil’ tentunya akan membantu daya hayal anak Anda dan pada saat yang bersamaan membangun daya bicaranya. Lagu anak-anak yang didengar melalui kaset/CD sangat membantu daya dengar mereka juga terutama dalam membedakan berbagai macam suara yang sangat diperlukan suatu hari nanti ketika mereka akan belajar membaca. (Sylvie Gill)

Sumber: The Healthy Kids
Image : Yahoo Image Banks

 
< Sebelumnya   Selanjutnya >

ke atas Ke Atas go to top
border
Menu Utama
Beranda
Kumpulan Artikel
Rangkuman Diskusi
Alamat Web
Tentang WRM
Kegiatan WRM
Forum
Buku Tamu
Bunga Rampai
Baik dan Bijak
Goresan Pena
Profil Anggota
WRM Kidz




Advertisement