We R Mommies

Google
Web Web WRM
border border border border
border border
Info Penting
Dompet Asuh WRM
BCA Cabang Wisma Asia
Acc # 084-044-0176
A/n Renta Simanjuntak

KAS WRM
Acc. # 103 - 000 420799 - 5
Bank Mandiri Cab Menara Thamrin
A/N Renta Simanjuntak & Hilda Yanuarti
 
Khusus Anggota





Lupa kata sandi?
border
border border border border
Pembaca diperkenankan mengutip artikel dari halaman ini dengan syarat mencantumkan sumbernya: wrm-indonesia.org.
© 2008 We R Mommies | WRM Indonesia. All rights reserved.
border
HomeborderArtikelborderForumborderWebborderKontak
  arrow pointing to the right   Beranda arrow Goresan Pena arrow Resensi Musik arrow Jangan Jadi Dewasa Dulu...
Jangan Jadi Dewasa Dulu... E-mail
Selasa, 02 Mei 2006

Jangan beranjak dewasa dulu,
nanti kami lupa apa makna “lucu.”
Jangan dulu tumbuh buru-buru.
Aku kan masih suka bau mulutmu,
bau rambutmu,
meski berpeluh berdebu,
tapi bagiku
semuanya itu lucu.

Kamu tak tahu
apa makna lucu bagiku;
menghentikan laju,
mengendapkan waktu.
Tak peduli berapa umurmu,
tingkah-polahmu,
namun tangismu, marahmu,
diammu, juga muka seriusmu,
semua itu lucu.
Meskipun kamu bolak-balik berseru,
“It’s not funny, tahu!”


Karenanya, tiba-tiba aku merasa tua
waktu tahu-tahu kamu bisa naik sepeda roda dua.
Bukankah baru kemarin rasanya,
kudorong-dorong kamu dalam kereta?


Iya, memang tak enak rasanya
jadi bungsu selamanya.
Dicium di sini, dipeluk di sana.
Tak peduli kamu meronta-ronta,
“Leave me alone! I’m not a baby anymore!”
Semua orang di rumah ini setengah gila tampaknya,
kegirangan punya boneka
yang suka menangis kalau digoda.


Sst...jangan marah, ya?
Kami memang ingin kamu lucu selamanya,
supaya kami tak khawatir dengan usia.
Siapa lagi yang bisa membuat tertawa,
kalau kamu cepat dewasa?


Kamu tahu,
kakak-kakakmu ingin jadi kamu;
bisa cerdik bisa lugu,
bisa berbuat sesuatu
tanpa harus berpikir ini-itu.
Apalagi aku,
yang tak pernah tahu rasanya jadi bungsu.
Dulu, aku jadi dewasa buru-buru,
“Ayo dong, kasih contoh adik-adikmu.”


Aku masih ingin seperti dulu,
saat baru melahirkan kamu,
menimangmu dalam rengkuhan tanganku,
merasai betapa mungilnya kamu.
Mungkin memang aku yang tak mau
bersahabat dengan laju waktu
(yang sama sekali tak lucu,
tak seperti kamu).


Aku ingin begini selalu,
berhenti di satu titik beku.
Tak ingat umurmu, juga umurku.
Karena kamu; lucu.
Bagaimana, kamu mau?

 
< Sebelumnya   Selanjutnya >

ke atas Ke Atas go to top
border
Menu Utama
Beranda
Kumpulan Artikel
Rangkuman Diskusi
Alamat Web
Tentang WRM
Kegiatan WRM
Forum
Buku Tamu
Bunga Rampai
Baik dan Bijak
Goresan Pena
Profil Anggota
WRM Kidz




Advertisement